MOJOK.COCOD Shopee, Tokopedia, dan marketplace lain adalah sebuah kemudahan, disamping juga membantu memetakan mana pelanggan yang terlewat bodoh.

Nggak sekali dua kali video kebodohan pelanggan sistem COD (cash on delivery) marketplace jadi viral di media sosial. Semuanya punya pola yang sama, pelanggan marah-marah ke kurir dan maksa barangnya dikembalikan tanpa dibayar lebih dulu. Ah, sungguh kejam dunia jual beli online di negeri ini. Kurir yang cuma pihak ketiga akhirnya kena semprot atas kesalahan yang bahkan tidak ia lakukan.

COD Shopee, Tokopedia, dan beberapa marketplace lain sebenarnya punya aturan yang simpel dan sederhana. Tapi, kalau otak kau menguncup ya sampai kecengklak pun nggak bakal paham. Pada prinsipnya fitur COD atau bayar di tempat memudahkan pelanggan dalam hal pembayaran tunai saat barang sudah benar-benar sampai. Kehadiran kurir hanya sebagai jembatan antara penjual dan pembeli yang lagi LDR. Kurir punya tugas mengantarkan barang dan menerima pembayaran yang uangnya pun nantinya bakal disetor sebagaimana sehingga uang itu sampai ke penjual. 

Kurir tidak sama dengan penjual

Dear pelanggan marketplace yang otaknya belum mekar, dalam belanja online pada prinsipnya ada beberapa pihak yang terlibat. Dunia ini bukan cuma milikmu dan penjual. Marketplace yang contohnya Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain itu adalah pihak ketiga, pihak penyedia lapak berjualan untuk para penjual atau seller

Pihak penjual adalah mereka yang sengaja menggelar dagangan di marketplace, memasarkannya, dan mengirimkannya sampai padamu. Penjual inilah yang punya stok barang, yang melakukan packing barang, dan bakal menerima uang pembayaran setelah transaksi berjalan lancar dan selesai. Uang yang kamu bayarkan itu nggak langsung sampai ke para penjual. Biasanya pihak marketplace menahan uang penjual hingga barang benar-benar sampai ke tangan pembeli. 

Sedangkan pihak kurir adalah pihak yang berjasa menyediakan layanan pengiriman sekaligus pengantaran barang. Pihak yang paling sering jadi kambing hitam kalau barang yang dibeli pakai sistem COD nggak sesuai. Pihak yang padahal nggak ada sangkut pautnya sama pembelian barang. Lha wong cuma nganter. Pihak kurir lebih banyak punya keterkaitan dengan penyedia jasa (contohnya JNE, SiCepat, dll.) dan penyedia jasa terkadang melakukan kerja sama dengan pengembang marketplace. 

Kalau cuma memahami fungsi kurir aja nggak khatam, speechless saya. 

Aturan pengembalian COD Shopee, Tokopedia, dan marketplace lain

COD melalui marketplace itu nggak sama dengan window shopping di toko konvensional. Kalau mau beli baju dan bajunya nggak muat bisa nggak jadi beli, kalau telanjur beli makanan kedaluwarsa bisa minta uang kembali atau tukar barang lain. Nggak gitu, Bos. Fitur COD kayak yang ada di Shopee dan Tokopedia itu beda, perlu adanya pemahaman mendasar atas pihak yang terlibat.

Gini lho, Wak. Misal ada barang yang dibeli nggak cocok dan nggak sesuai pesanan, pembeli nggak bisa begitu saja melemparkannya kembali ke kurir dan nggak membayar. Lha habis itu kurirnya mau gimana? Yang ada malah penjual yang rugi karena kurir nggak bisa begitu saja mengembalikan barang dan pembeli dengan semena-mena nggak membayar.

Misalnya aja COD Shopee, aturan mah kalau barang sudah diantarkan oleh kurir, SEBELUM PAKETAN DIBUKA, pihak pembeli atau pelanggan harus membayar dulu. Rekam proses membuka paket kayak model selebgram unboxing, lalu sesuaikan dengan pesanan. Kalau udah sesuai syukur alhamdulillah, tapi kalau belum ya ajukan pengembalian atau penukaran barang lewat aplikasi Shopee, bukan lewat abang kurirnya.

Kalau pengajuan pengembalian disetujui, pelanggan juga bisa dibebaskan dari ongkos kirim pengembalian atau ongkir retur barang. Enak kan? Terus kenapa pilih emosi dan ribet cekcok sama kurir coba???

Pada dasarnya, COD selain di Shopee juga punya aturan yang serupa kok. Logikanya sama, urut-urutannya sama. Nih, saya kasih tahu urutan belanja COD marketplace biar mencerahkan dan nggak ketahuan pekok-pekok amat deh.

  1. Pilih barang di marketplace dan pilih metode pembayaran COD.
  2. Baca syarat dan ketentuan dengan baik, jangan sambil mabar.
  3. Ketika kurir mengantarkan barang, bayar barang sesuai nominal sebelum paketnya dibuka.
  4. Rekam unboxing paketnya, sesuaikan pesanan.
  5. Jika barang tidak sesuai, ajukan pengembalian lewat aplikasi, gunakan rekaman video sebagai bukti, lalu ikuti petunjuknya.
  6. Kalau bingung, bisa chat seller langsung. Bukan chat abang kurir.

Selanjutnya kalau udah paham aturan COD Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dkk. tinggal merawat emosi dalam jiwa agar stabil. Malu dong ngata-ngatain orang lain goblok, bodoh, marah-marah sampai ngotot, eh taunya dia sendiri yang salah. Memang benar kata-kata di salah satu baliho iklan rokok. “Lo yang salah, lo yang galak.”

Tapi, setidaknya dengan adanya fitur COD kita terbantu untuk melihat mana pelanggan marketplace yang terlewat bodoh dan mana kurir yang sabar. Benar-benar sebuah fitur yang menjaring masyarakat di bawah rata-rata.

BACA JUGA Shopee Tindas Kurir, Kemitraan Ojol yang Semu, dan Nikmatnya Belanja Online dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.