Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alasan Mengapa Hanya Pohon Tertentu yang Jadi Tempat Tinggal Hantu

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
26 Januari 2020
A A
penebangan pohon di monas pohon beringin angker tempat tinggal hantu kuntilanan pocong pohon pisang wewe gombel genderuwo pohon bambu glundung pringis sara wijayanto mojok.co

penebangan pohon di monas pohon beringin angker tempat tinggal hantu kuntilanan pocong pohon pisang wewe gombel genderuwo pohon bambu glundung pringis sara wijayanto mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain jadi penyelamat banjir, ternyata pohon bermanfaat untuk tempat tinggal hantu. Berbagai pohon tertentu dipercaya jadi tempat yang bikin warga gaib betah nangkring dan berkoloni.

Sebanyak 190 pohon di Monas ditebang dan bikin warga gaib kehilangan tempat tinggal. Meski tidak bisa menyampaikan langsung pada media, wujud keberatan mereka setidaknya disampaikan oleh Sara Wijayanto sebagai humas urusan dua alam.

190 pohon di Monas ditebang, selain jadi gersang yg nyuruh nebang sadar gak si “ penghuni “ pohon semacam kuntilanak jadi kehilangan rumahnya. Bayangkan di hantui 190 kuntilanak karena rumahnya di tebang.. ?

— Sara★Wijayanto (@SaraWijayanto) January 22, 2020

Untuk mencegah penggusuran tempat tinggal hantu makin merajalela sekaligus merekomendasikannya pada warga gaib yang butuh, Mojok Institute telah mempelajari pohon-pohon yang seharusnya jadi perhatian agar tidak ditebang sembarangan. Lho, selain bermanfaat untuk mencegah banjir dan penyeimbang iklim bumi, pohon memang sudah selayaknya disadari sebagai hunian nyaman warga gaib.

Pohon tempat tinggal hantu #1 Pohon beringin dan kuntilanak

Sulur-sulur pohon beringin adalah wahana seluncuran mengasyikkan untuk mbak kunti. Belum lagi daunnya yang rimbun dan bersulur kokoh yang mampu membantu kuntilanak bersembunyi di tengah kegelapan malam. Tidak heran jika selama ini manusia menyediakan kopi, rokok, dan kembang tujuh rupa untuk konsumsi makhluk-makhluk yang menaunginya. Menebang pohon beringin yang usianya sudah ratusan tahun bisa fatal tanpa pendampingan kawan-kawan indigo.

Pohon tempat tinggal hantu #2 Pohon kapuk randu dan wewe gombel

Warga gaib sering nongkrong di pohon kapuk randu yang tinggi. Alasan mengapa wewe gombel yang paling betah di pohon ini adalah karena kayunya yang tidak terlalu keras dan buahnya yang bisa sekalian jadi alas tidur. Tapi tenang, semua kapuk yang akhirnya menjadi bantal dan kasur untuk kalian tiduri sudah mengalami proses scanning sehingga tidak tertinggal satu pun mahluk gaib di dalamnya.

Pohon tempat tinggal hantu #3 Pohon pisang dan pocong

Bagi warga gaib yang cuma bisa lompat-lompat seperti pocong, ada pohon yang sungguh nyaman mereka tinggali. Pohon pisang adalah yang sejauh ini paling ideal. Selain daun-daun yang bisa menyamarkan persembunyian pocong, buah pisang yang cuma setinggi manusia itu bisa langsung dikonsumsi pocong tanpa dipetik. Maaf ya tuan pocong, ente kan memang tangannya terikat kuat jadi nggak usah repot memetik pisang. Bisa langsung gigit dan kunyah di tempat.

Pohon tempat tinggal hantu #4 Pohon bambu dan genderuwo

Tempat tinggal hantu selanjutnya adalah pohon bambu yang lebat. Hampir semua manusia bergidik jika melewatinya malam-malam, apalagi kalau nggak ada penerangan. Pohon bambu adalah kesukaan genderuwo. Daun-daunnya yang mencapai bawah batang bambu mampu menyamarkan kegondrongan dan bulu lebat genderuwo yang menyeramkan itu.

Terlebih lagi genderuwo tidak punya hasrat bergelantungan di dahan seperti kuntilanak dan wewe gombel. Maklum bos, sadar body. Jadi, pohon bambu saja sudah cukup kok.

Pohon tempat tinggal hantu #5 Pohon kelapa dan glundung pringis

Jika kalian nggak tahu glundung pringis itu apa, mainmu ke alam gaib kurang jauh. Glundung pringis adalah kepala buntung atau kepala tengkorak yang menghantui manusia dengan bergelundung ke sana kemari. Aslinya, mereka bisa K.O dengan sekali tendangan Mohamed Salah, tapi sebagian manusia selalu ketakutan duluan.

Glundung pringis hobi nangkring bahkan staycation di pohon kelapa. Alasan mereka betah di pohon ini adalah karena modus mereka menakut-nakuti selalu dengan menggelinding bak buah kelapa. Alih-alih mengira ada kelapa jatuh, manusia justru menemukan kepala buntung dan lari terbirit-birit. Jenius sekali nih hantu!

Pohon tempat tinggal hantu #6 Pohon nangka dan macam-macam hantu

Mulai dari kuntilanak, genderuwo, hingga mak lampir mungkin betah tinggal di pohon nangka. Selain bisa tumbuh tinggi menjulang, pohon nangka juga rimbun. Sungguh ideal untuk warga gaib yang suka rebahan di dahan.

Tapi, banyaknya hantu yang tinggal di pohon nangka menimbulkan stigma kocak. Banyak manusia mengaitkan postur tubuh langsing mbak kunti dan mak lampir karena hobinya konsumsi buah-buahan seperti nangka. Hmmm belum tau aja nangka mengandung purin memicu penumpukan asam urat. Mamam tuh nyeri-nyeri!

Sekarang kalian sudah tahu pohon-pohon tempat tinggal hantu. Maka dari itu, sarankan orang-orang sekitar unntuk berhati-hati dalam menebang demi warga gaib agar tidak mengamuk.

Iklan

BACA JUGA Arwah Korban Kecelakaan yang Masih Betah di Rumah Sakit Horor atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2020 oleh

Tags: cerita hororkuntilanaktempat tinggal hantu
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya.MOJOK.CO
Ragam

Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya

14 Januari 2025
Sunardi Hilang Diculik Genderuwo MOJOK.CO
Malam Jumat

Sunardi Hilang Diculik Genderuwo

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.