Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Sensus

Betapa Seringnya Ditanyai Cita-cita Masa Kecil. Memangnya Harus Punya?

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
23 Mei 2020
A A
CITA-CITA MASA KECIL PERTANYAAN CITA-CITA JADI DOKTER anak harus punya cita-cita ambisius cita-cita tercapai jadi aparat TNI polisi mojok.co sensus

CITA-CITA MASA KECIL PERTANYAAN CITA-CITA JADI DOKTER anak harus punya cita-cita ambisius cita-cita tercapai jadi aparat TNI polisi mojok.co sensus

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pertanyaan tentang cita-cita masa kecil bobotnya sama dengan pertanyaan kapan nikah ketika dewasa. Keduanya secara tidak langsung menuntut suatu nilai.

Ketika SD, kita kerap ditanyai soal cita-cita. Seolah anak yang kesulitan enjawab pertanyaan ini tidak memiliki ambisi dan doktrinasi baik dari orang tua. Padahal, apa sih yang bisa kita harapkan dari kognisi bocah yang belum dewasa? Mereka bahkan belum tahu bedanya profesi dan esensi cari duit.

Iklan

Meski begitu, cita-cita masa kecil dianggap penting buat menanamkan tujuan positif di otak kita. Hingga setelah besar nanti, PR mereka hanya menjawab, benarkahcita-cita mereka terwujud? Jawabannya, nggak harus terwujud, Sahabat. Yang penting kalian nggak ngawur hidupnya.

Mojok menadakan sensus terhadap netizen, tentang cita-cita apa yang terbersit di benak mereka ketika belum tau ruwetnya dunia.

Hasil Sensus

Cita-cita masa kecil #1 Aku kepengin pinter biar jadi dokter~

Menurut amatan kasar saya, lebih dari setengah populasi anak-anak kecil yang lahir antara tahun 90-an selalu menjawab ingin jadi dokter. Dokter dianggap sebagai profesi yang luar biasa mulia dan nggak kalah kaya raya kalau dibandingkan pekerjaan lainnya.

Namun sebagian besar anakyang bercita-cita jadi dokter harus meringis sebelum benar-benar berkarir karena sekolah kedokteran mahalnya minta ampun. Kalau nggak benr-benar cerdas dan bisa dapetin beasiswa, keinginan jadi dokter harus direlakan.

Btw, jadi dokter itu cita-cita yang obvious lho. Kalau dikasih kesempaatan jadi anak kecil lagi, cobalah lebih kreatif.

@maseee100 Kecil ngga pengen jadi apa-apa. Tapi pas mulai smp ngerasa bener pengen jadi dokter biar duitnya banyak. Eh ngga kesampean juga

Cita-cita masa kecil #2 Ingin menjadi orang berseragam kayak tentara dan polisi

Kebanyakan, cita-cita semacam ini muncul karena keturunan. Maksudnya, kerabat dan keluarganya ada yang bekerja jadi abdi negara makanya si anak kecil termotivasi jadi mereka. Gimana nggak keren, jadi tentara dan polisi itu bisa pegang senjata, membasmi kejahatan (bagi yang amanah), dan keren luar biasa. Mana ada orang bercita-cita jdi penduduk sipil? Penduduk sipil nggak digaji.

Khusus cita-cita yang satu ini, kalian perlu memutar lagu dari The Panasdalam yang judulnya “Cita-citaku.” Kandasnya  cita-cita jadi polwan diceritakan dengan pilu.

Cita-citaku~
Ingin menjadi polwan
Mana mungkin, aku hanya lelaki

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

@MohMuhyiddin77 Dulu punya cita2 jadi polisi, udah gede malah sering ribut sama polisi. Wkwkw

Cita-cita masa kecil #3 Menjadi penulis, hmmm nggak pengin kaya berarti

Menjadi penulis memang kelihatan keren. Hampir bisa dipastikan penulis itu pandai merangkai kata dan menyampaikan berbagai informasi kepada orang banyak. Tapi cita-cita ini sekarang udah nggak relevan. Karena netizen sudah jadi penulis yang jauh lebih ulung daripada penulis asli.

Mulai dari menulis komentar pedas, kritik, bully, apa pun bisa disikat sama netizen. Maka bagi kalian yang dulu pengin jadi penulis tapi belum kesampaian nulis buku, nikmatilah hidup sebagai netizen yang kecepatan jarinya lebih canggih daripada otaknya.

Rahman R. Hambour Dulu cita² gw pengen bingitz jadi penulis biar bisa mengaduk² emosi yang baca tulisan gw.

Sekarang sih alhamdulillah sudah kesampaian, menjadi penulis di..

**kolom komentar Mojok (mengaduk² emosi sobat kolam)**

Cita-cita masa kecil #4 Pengin jadi pilot

Supir yang paling keren dari supir-supir lain adalah supir pesawat. Menjadi pilot adalah keinginan begitu mulia karena mengincar kekerenan semata. Jadi pilot juga gajinya lumayan. Meski begitu risiko kerjanya luar biasa berat, sering terbang ke sana kemari dan jarang pulang. Bab risiko ini nggak mungkin mudah dicerna sama anak-anak, jadi ya biarkan saja.

Seringnya cita-cita jadi pilot kepentok pertumbuhan fisik yang kurang sempurna.Tinggi badan nggak memadai, sampai kondisi mata yang minus. Kalau sudah begini mau berusaha susah payah pun keinginan jadi pilot kandas di tengah jalan.

@nnkittycat Dulu pingin jadi pilot. Tapi boro-boro bisa masuk sekolah penerbangan. Mata aja mineess

Cita-cita masa kecil #5 Menjadi Power Ranger

Entah kenapa banyak netizen yang bilang mereka pengin jadi Power Ranger ketika kecil dulu. Jujur aja Lur, sama kayak saya. Dulu saya pengin jadi Ranger Putih yang bakal keluar cuma di saat-saat genting tapi kekuatannya luar biasa.

Mungkin ketika kecil dulu kita selalu terpesona dengan sosok pemberani yang membela kebenaran dan keadilan. Ketika sudah dewasa nilai-nilai ini meresap hingga ke tulang sum-sum dan akhirnya kita pun berhasil… jadi… demonstran.

@bovnjeu Cita-cita terlogis itu jadi reporter sama penulis (pas kelas 4 sd) soalnya perna mau jadi power ranger

sekarang udah berubah mau jadi guru. Semoga kesampaian, hihi.

Terlepas kesampaian atau nggak cita-cita kalian, mending nggak usah memaksakan diri. Hidup lebih enak dijalani dengan santuy, sambil ngeteh, dan mendengarkan lagu Opick. Sekalian biar taubat juga kan, Waaak~

BACA JUGA 5 Tokoh Anime Favorit yang Saking Kerennya Bikin Kita Pengin Jadi Mereka atau artikel lainnya di SENSUS.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2020 oleh

Tags: cita-cita masa kecilsensus
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

petugas sensus derita di lapangan
Uneg-uneg

Petugas Sensus: Merekam Data Pakai Air Mata

15 Januari 2023
ilustrasi Lagu Sedih di Album Terbaru Adele, Hadiah untuk Kaum yang Baru-baru Ini Patah Hati mojok.co
Sensus

Tidak Ada Patah Hati Terberat karena Semua Terasa Menyakitkan

2 Mei 2020
duta corona duta imunitas duta sheila on 7 sensus mojok duta shampoo lain nobel duta wisata caranya jadi duta pancasila mojok.co
Sensus

Bukan Duta Imunitas, Tapi 5 Predikat Duta Inilah Impian Kita

18 April 2020
Pojokan

Cita-Cita Masa Kecil Seharusnya Bukan Jadi Dokter, tapi…

26 Februari 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.