Tahun ini, momen Valentine dibuat panas dengan adanya pemberitaan promo penjualan cokelat bonus kondom di salah satu kota di Jawa timur. Promo ini jelas banyak dihujat. Walau sesungguhnya, promo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia-manusia beringas-pemalu khas Nody Arizona, yang ngebet pengin beli kondom tapi malu setengah mati sama kasirnya, terutama kalau kasirnya perempuan.

“Aduuuh, saya ndak tahu je kalau ternyata ada bonus kondomya. Tapi ya sudahlah, sudah kadung beli ini,” begitu mungkin pembelaan yang akan digunakan di depan kasir.

Lho, kok malah ngomongin kondom ya?

Oke, Ini Mojok.co, situs yang terkenal sangat religius. Sangat tidak beretika jika saya membahas tentang kondom di situs yang suci ini. Nah, daripada saya kena tulah, tentu akan lebih baik jika saya membahas cokelatnya saja, bukan kondomnya.

Entah sejak kapan, cokelat identik dengan hari Valentine. Cokelat selalu menjadi komoditas utama yang dijadikan sebagai hadiah antar-pasangan di hari Valentine. Padahal, kalau dipikir-pikir, cokelat itu sangat tidak ramah untuk kantong. Lha bayangkan, satu balok kecil cokelat harganya bisa sampai puluhan hingga ratusan ribu. Hambok daripada buat beli cokelat, mendingan buat beli gula jawa saja; manisnya lebih alami, lebih sederhana, harganya murah, lebih cinta produk dalam negeri, dan yang pasti Pro-UMKM. Ya ndak, Mas, Mbak?

Tapi herannya, masih saja banyak orang yang tetep ngotot buat membeli cokelat sebagai pemberian di hari valentine. Katanya, cokelat dinilai pas untuk merepresentasikan keromantisan. Bah, argumen yang agak maksa dan defensif. Padahal dalam pengamatan saya, masih banyak hadiah selain cokelat yang jauh lebih romantis dan mungkin bisa dipertimbangkan sebagai hadiah Valentine.

Nah, barusan, bekerja sama dengan Mojok Institute, saya berhasil membuat daftar 4 hadiah romantis yang mungkin bisa anda berikan sebagai pengganti cokelat di hari valentine untuk gebetan, pacar, atau mungkin istri Sampeyan. Apa sajakah? Monggo disimak:

BACA JUGA:  Agar Valentine Tidak Haram

Novel Romantis

Jangan pernah sepelekan buku. Seandainya dulu Tuhan tidak menciptakan bunga mawar, mungkin bukulah yang saat ini menjadi benda paling romantis di dunia. Sampeyan harus ingat, banyak kisah romansa cinta yang terjalin karena buku. Salah satu yang paling terkenal tentu kisah Rangga dan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta? (AADC).

Melalui sebuah buku, Anda tentu saja bisa mengulang kisah sukses Rangga-Cinta dalam menjalin asmara. Tapi Anda harus pintar memilih dan memilah buku yang pantas dihadiahkan untuk si doi. Asmara memang tak dapat diprediksi, tapi untuk urusan hadiah, segmentasi Anda harus jelas.

Karena valentine adalah momen romantis, maka berikanlah novel bergenre romansa, semisal Dilan-nya Pidi Baiq, atau Cinta tak Pernah Tepat Waktu-nya Puthut EA. Jangan berikan buku silat kolosal yang penuh dengan kata “kisanak”, “bajingan tengik”, atau “haram jadah”. Yakinlah, ketika Anda memberikan buku Wiro Sableng kepada pacar Anda, Anda akan kena gampar (bisa di pipi, bisa juga di biji) atau minimal kena semprot: “Kamu ini mau kita menjalin asmara apa mau membangun kembali Padepokan Lembah Tengkorak?”

Sebuah tulisan di Mojok.co

Kita semua tahu, Mojok.co adalah situs yang sedang ngetop dan paling populer di kalangan sosialita baik tua maupun muda. Sehingga tak heran jika situs ini banyak dikunjungi oleh banyak pria dan wanita di seantero jagat nusantara. Fakta ini menjanjikan satu hal: Menulislah di Mojok.co dan terimalah takdirmu sebagai persona yang penuh pesona luar biasa.

Percayalah, tak ada gadis yang tak terkintil-kintil pada jejaka yang tulisannya bisa lolos dari kurasi penjaga gawang Mojok.co.

“Sudah baca tulisanku di Mojok.co pagi ini?”

BACA JUGA:  Bahagia Bersama Tweet-Tweet SBY

“Sudah. Tulisannya bagus banget. Aku suka…”

“Tulisan itu aku persembahkan untukmu, sebagai hadiah kencan valentine kita!”

Maka, wanita manakah yang tak akan lumer hatinya mendengar pengakuan yang maha romantis ini?

Alat Musik

Ini mungkin agak berlebihan dan lumayan hedonis karena rata-rata alat musik harganya jauh lebih mahal ketimbang sebalok cokelat (non Ichiban). Kecuali jika Anda adalah pria yang cukup tega untuk menghadiahi pacar Anda sebuah peluit wasit.

Meski begitu, bagi saya, alat musik adalah hadiah yang sangat romantis. Terutama untuk pasangan muda-mudi LDR yang baru punya waktu untuk bertemu di hari Valentine. Terserah mau apa alat musiknya. Bisa harmonika, biola, suling, atau gitar. Yang penting jangan piano, terlalu berat di ongkos (lain cerita kalau Sampeyan adalah pria mapan macam Kokok Dirgantoro yang mampu membeli satu set Gamelan Jawa semudah membalikkan telapak tangan). Kalau mau mudah dan murah, saya sarankan memilih gitar saja.

Sampeyan masih ingat kan, betapa gagahnya Wak Haji Rhoma Irama saat memberikan gitar tua-nya kepada Ani?. Walaupun gitar tua, tapi hadiah itu tetaplah nampak romantis. Bayangkan kalau gitarnya masih gres. Keromantisan itu semakin bertambah tatkala Wak Haji berdendang dalam syairnya:

“Hanya gitar tua ini yang aku berikan… ‘Pabila kau rindu padaku, petiklah dan menyanyilah…”

Bayangkan kalau ternyata dulu Wak Haji tidak memberikan gitar kepada Ani, mungkin syair yang ia dendangkan akan berubah menjadi:

“Pabila kau rindu padaku, keploklah dan menyanyilah…”

Seperangkat alat salat.

Sudahlah, tak ada yang perlu diperdebatkan dengan hadiah yang satu ini.

Karena hanya pria karbitan yang ngasih cokelat, sedangkan pria sejati ngasihnya seperangkat alat salat.

No more articles