Curhat

Salam Redaksi Mojok.

Semoga semua selalu sehat dan bahagia.

Perkenalkan, nama saya Wiryo, saya adalah seorang bapak dari enam anak, saya berasal dan berdomisili Jawa Timur.

Jadi begini, salah satu anak perempuan saya, sebut saja namanya Indah, sangat frustrasi dengan keadaan dirinya. Ia punya semacam sifat pelupa yang sangat parah jika menyangkut urusan kunci. Dia hampir selalu lupa di mana ia menaruh kunci. Kunci apa saja, dari mulai kunci kos, kunci lemari, sampai kunci sepeda motor.

Indah ini saya sekolahkan di sekolah khusus putri berasrama di luar kota. Ia biasanya pulang kampung setiap musim liburan. Setiap liburan datang, otomatis lemari di kamar asramanya selalu dikunci karena ditinggal pulang kampung.

Nah, Ketika liburan usai dan dia sudah kembali ke asrama, dia akan kebingungan karena kunci lemarinya masih tertinggal di rumah. Drama ini bukan hanya terjadi satu kali dua kali, melainkan berkali-kali. Hal ini membuat saya sebagai ayahnya kemudian harus mengirimkan kunci lemarinya melalui pos kilat ke alamat asramanya.

Bukan hanya masalah kunci lemari, ia juga berkali-kali kehilangan kunci kamarnya. Baru-baru ini saya bahkan mendapat kabar bahwa dia pernah mengulang mata kuliahnya. Alasannya karena kunci kamarnya hilang. Dicari-cari hingga ke jalan tidak ketemu. Padahal esoknya dia ujian akhir yang buku catatannya ada di kamar. Kebetulan materi mata kuliah tersebut bukan yang bisa dicari di internet. Pintu kamarnya itu berkualitas jitu, tidak bisa hanya didobrak atau dicongkel.

Sifat pelupa ini akan kunci ini sebenarnya sudah berusaha diredam oleh Indah. Aneka trik mencari sesuatu yang terlupa sesuai artikel ilmiah sudah dilakukan, tapi nyatanya tak banyak membantu. Kunci-kunci miliknya juga diberi gantungan kunci yang unik-unik seperti squishy, ubur-ubur atau apapun yang semuanya berukuran jumbo, tapi tetap saja kunci-kunci itu suatu saat akan raib entah ke manaMisal untuk pintu kos, atau kunci lemari. .

Kadang, untuk kunci motor, Indah menyimpul tali sehingga bisa dikalungkan. Tapi jika semua kunci penting miliknya dijadikan kalung, kasihan dia, lehernya bisa sakit.

Nah, Saya curhat kepada Mojok sebab saya pernah membaca beberapa curhat di Mojok yang diberi saran sangat baik. Siapa tahu, khusus untuk curhatan saya kali ini, Baik Gus Mul ataupun Cik Prim bisa memberikan saran yang baik untuk saya ataupun anak saya.

Terimakasih Mojok. Sukses selalu.

 

Jawab

Dear Pak Wiryo, salam kenal.

Sebelumnya, terima kasih njenengan sudah mau mengirimkan curhat ke Mojok. Ini adalah surat curhat pertama di Mojok yang dikirimkan oleh orang tua yang sudah punya enam orang anak.

Sungguh, saya sangat senang dengan curhatan njenengan ini, sebab saya jadi tak melulu harus membalas curhat soal asmara yang isinya biasanya cuma selingkuh, pegatan, move on, atau bingung mau pilih mana.

Begini, Pak Wiryo.

Saya pernah (dan kelihatannya masih) punya sifat pelupa yang hampir sama persis dengan Indah. Bedanya, sifat pelupa saya tidak hanya spesifik pada kunci, melainkan pada banyak hal. Dari mulai handphone, charger, catatan, sampai uang. Yang saya sebut terakhir bahkan terjadi sangat sering, saya berkali-kali lupa menaruh uang saya. Untung saja hal ini tidak terlalu menjadi masalah buat saya, sebab Alhamdulillah, sebagai redaktur Mojok, saya lumayan berkecukupan (uhuk). Uang saya banyak. Jadi kalau cuma lupa naruh seratus atau dua ratus ribu, itu nggak terlalu jadi pikiran.

Nah, berangkat dari pengalaman sebagai orang yang mudah lupa, saya mencoba memberikan lima tips buat anak njenengan agar bisa sedikit mengakali sifat lupanya terhadap kunci.

Saya tidak terlalu berharap lima tips yang saya berikan ini akan berhasil, sebab sedari awal, Mojok memang situs tempat orang cari isu-isu murahan, bukan cari solusi. Tapi kalau ndilalah nanti cara dari saya ini berhasil, tolong, nanti saya dikenalkan sama Indah ya, Pak Wiryo. Yah, siapa tahu saya bisa menjaid menantu yang baik dan bisa mengingatkan Indah atas sifat mudah lupanya.

Oke, langsung saja.

Pertama, kalau ndilalah Indah lupa menaruh kunci, cobalah untuk menyuruhnya mengingat-ingat sambil merem. Ya, merem. Psikolog yang juga peneliti Robert Nash mengatakan ada kemungkinan bahwa orang-orang yang menutup matanya bisa mengingat kembali dengan lebih baik apa yang terlewatkan.

Kedua, buat tempat khusus yang menjadi khas untuk menaruh kunci. Saya pernah menggunakan cara ini untuk mengatasi sifat pelupa saya akan kunci, dan hasilnya cukup berhasil. Jadi, setiap kali saya keluar, saya selalu membiasakan diri untuk menyimpan kunci, entah kunci pagar kos, kunci kamar, ataupun kunci motor, di saku celana sebelah kanan. Saya tak pernah menyimpannya di tempat lain, entah itu di dompet ataupun di tas. Pokoknya harus di saku sebelah kanan. Titik.

Hal tersebut lambat laun menjadi pengingat otomatis. Ingat kunci, ingat saku kanan. Ingat kunci, ingat saku kanan. Sehingga, ketika suatu saat saya tidak menemukan kunci saya, maka ia kemungkinan besar ia berada di tumpukan celana kotor saya di saku sebelah kanan.

Alhamdulillah, berkat cara ini, sampai sekarang, saya belum pernah sekali pun menduplikasikan kunci saya karena belum pernah hilang walaupun saya sempat lupa berkali-kali.

Ketiga, untuk kunci yang memungkinkan, misal untuk pintu kos, atau kunci lemari, coba diubah ke dalam bentuk gembok nomor. Dengan menggunakan gembok nomor ini, Indah tak perlu khawatir jika kunci hilang, sebab untuk membuka gembok, Indah tak butuh kunci, melainkan hanya butuh nomor kode kombinasi yang pas.

Dan semua pasti paham, bahwa mengingat kode pastilah jauh lebih mudah dan praktis ketimbang menjaga agar kunci agar jangan sampai hilang atau terlupa.

Keempat, ciptakan tindakan preventif. Sedia payung sebelum hujan, sedia duplikat sebelum hilang. Karena Indah punya kebiasaan lupa meletakkan kunci, maka ada baiknya jika daftar inventaris kunci yang dipegang oleh Indah semuanya diduplikasikan terlebih dahulu, minimal tiga serep. Simpan kunci-kunci duplikat itu di dalam wadah yang mudah dicari. Kelak, jika harus kehilangan salah satu kunci, Indah sudah punya duplikatnya tanpa harus bingung atau nangis terlebih dahulu.

Dan yang kelima alias yang paling pamungkas, baca doa.

اللّهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ اِجْمَعْ بَيْنِي وَبَيْنَ ضَالَّتِي فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Artinya, Hai Tuhanku, Hai Zat Yang mengumpulkan sekalian orang di hari yang tiada syaknya lagi padanya. Kumpulkanlah kiranya antara aku dan barangku yang hilang, kumpulkan dengan kebajikan dan ‘afiyah.

Itu adalah doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad saw jika belio kehilangan suatu barang atau lupa menaruhnya.

Alhamdulillah. Gara-gara Pak Wiryo, untuk pertama kalinya, Mojok terlihat seperti situs konsultasi syariah ketimbang situs wahabi atau situs syiah.

~Agus Mulyadi

Komentar
Add Friend
No more articles