Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Memperbesar Burung Agar Midah Puas

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
20 Agustus 2017
A A
penggaris
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah dua tahun ini, Rambat dan Midah menjalani kehidupan rumah tangga. Keduanya sepakat menikah setelah tiga tahun lamanya berpacaran.

Rambat dan Midah adalah kawan satu organisasi, mereka berdua aktif di Karang Taruna. Rambat menjadi seksi bagian publikasi dan propaganda –atau lebih gampangnya, tukang fotocopy dan nempel selebaran– sedangkan Midah menjadi bendahara. Persentuhan, pertemuan, dan kebersamaan keduanya kerap terjadi lantaran bagian publikasi adalah salah satu bagian yang kerap berhubungan dengan uang.

Iklan

Kebersamaan yang kerap terjalin membuat keduanya kemudian saling jatuh cinta. Keduanya berpacaran hingga kemudian memutuskan untuk menikah.

Rambat sebenarnya agak minder serta khawatir untuk menikah, alasannya simpel dan wagu. Ia minder karena nggak enak hati sama pasangannya sebab ia merasa ukuran burungnya terlalu kecil. Hal ini tentu murni perasaan Rambat saja, karena faktanya, ukuran burung Rambat sebenarnya adalah ukuran yang standar. Rambat menganggap ukuran burungnya kecil lebih dikarenakan ia terlalu banyak menonton video porno dan menjadikan ukuran burung para aktor yang bermain di video porno tersebut sebagai patokan ukuran ideal.

Karenanya, sebelum menikah, malu-malu ia bilang kepada Midah, “Dek, kamu yakin tetap mau menikah sama Mas? Aku takut kamu kecewa,” ujar Rambat sendu.

“Lho, kecewa kenapa, Mas? Aku sayang sama Mas, nggak ada alasan bagiku untuk kecewa jika harus menikah sama Mas,” jawab Midah mantap. Jawaban yang cukup bikin Rambat lega, walau ia masih tetap menyimpan kekhawatiran.

“Anu… Dek, ehmm, burungku ini…” kata Rambat sembari menunjuk arah di bawah perutnya, “tidak besar-besar amat, bahkan tergolong kecil.”

Midah terkekeh kecil, “Ya ampun, Mas… aku pikir apa. Itu bukan masalah buatku, Mas. Bagiku yang penting kita saling sayang. Mau ukuran besar pun, kalau memang tidak disertai cinta, percuma belaka.”

Rambat sumringah. Kekhawatirannya selama ini akhirnya teredam dengan sempurna. Ia makin mantap menikah dengan Midah, perempuan yang ia cintai, yang mau mengerti dengan segala keterbatasan dirinya.

Tepat setelah menikah, di malam pertama, Rambat tak canggung untuk membuka celana dan memperlihatkan burungnya kepada Midah.

“Ini punyaku, Dek. Kamu nggak kecewa, kan?” kata Rambat tepat setelah memelorotkan celana dalamnya.

Midah agak terkejut dengan pemandangan di depannya. Maklum, itu adalah kali pertama Midah melihat barang lelaki dewasa. Keterkejutan itu hanya bertahan beberapa saat, sebab setelah itu, Midah mulai bisa mengendalikan keadaan.

“Enggak bakal kecewa, Mas. Ukuranmu ini nggak kecil-kecil amat, kok” kata Midah membesarkan hati suami tercintanya.

Begitulah. Keduanya kemudian menuntaskan malam dengan pergumulan rohani dan kebahagiaan yang full, nggak setengah-setengah.

Iklan

Setahun menikah, keluarga baru itu kemudian dikaruniai momongan. Seorang anak perempuan yang lucu dan menggemaskan, yang semakin membikin bahagia Rambat dan Midah.

Dua tahun berlalu dan Rambat sudah lupa dengan kekhawatiran soal ukuran burungnya yang kecil itu. Hingga kemudian, kekhawatiran itu muncul lagi. Sebabnya tak lain dan tak bukan adalah Sronto, sahabat karibnya satu kampung.

Kejadiannya bermula saat keduanya bekerja bersama sebagai laden tukang bangunan di sebuah proyek pembuatan ruko tak jauh dari rumah mereka.

Nah, saat istirahat rolasan, Rambat tanpa sengaja melihat burung Sronto yang sedang kencing tak jauh dari tempatnya ngaso. Rambat kaget dengan ukuran burung Sronto yang, bahkan saat tidak berdiri pun, terlihat sangat besar. Jika dibandingkan dengan ukuran burung miliknya, Rambat tentu saja kalah telak, sebab ukuran miliknya hanya setengah dari ukuran milik Sronto.

Ia kemudian bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, apa benar selama ini Midah puas dan tidak kecewa dengan ukuran burung miliknya?

Kejadian singkat tersebut kemudian memunculkan tekad kuat pada diri Rambat untuk memperbesar ukuran burung miliknya. Dan tentu saja, sasaran konsultasi yang pertama dan utama adalah Sronto, si empunya burung besar yang membuat Rambat merasa inferior itu.

“To, aku nggak sengaja lihat burungmu kemarin pas kencing, dan aku kaget lho, ternyata burungmu itu gedhe juga ukurannya.”

Sronto tertawa dan kemudian pasang tampang jumawa. “Lha yo jelas gedhe, Srontoooo!” ujarnya meninggi. “Memangnya, punyamu nggak segedhe punyaku, po?”

“Enggak, mangkanya itu aku mau nanya sama kamu, gimana rahasianya biar bisa punya burung gedhe kayak punyamu itu.” Ujar Rambat serius.

Demi melihat raut wajah serius Rambat, Sronto yang tadinya cuwawakan pun kemudian menjadi ikut serius. “Jadi begini, Mbat…”

Rambat mulai memasang telinga baik-baik.

“Ini sebenarnya rahasia yang tidak pernah aku kasih tahu sama siapa pun, tapi karena kamu sebagai sahabat karibku, yang sudah banyak membantuku, maka aku rela untuk membagi rahasia ini sama kamu.”

Rambat sumringah, sebentar lagi, ia akan mendapatkan rahasia bagaimana cara punya burung yang mantap, “Wah, matur suwun, To. Apa rahasianya?” kata Rambat tak sabar.

“Rahasianya simpel, hanya dengan teknik sederhana. Jadi, setiap kali kamu mau main, cobalah untuk memukul-mukul burungmu secara perlahan dengan penggaris besi selama lima menit. Ingat, lima menit, jangan lama-lama. setelah itu, basahi burungmu dengan air, lalu urut perlahan selama satu menit. Lakukan teknik ini rutin, nanti kalau sudah dua atau tiga bulan, pasti akan terasa hasilnya.”

“Waaaaah, jadi itu rahasianya, To?”

“Iya, itu rahasianya. Itu teknik yang ampuh dan tokcer. Sampai sekarang, aku masih sering memukulkan penggaris ke burungku setiap kali aku mau main.”

Rambat pulang dengan wajah yang cerah. Ia sudah membayangkan betapa bahagiannya Midah nanti jika ukuran barangnya sudah sebesar ukuran barangnya Sronto.

Malam harinya, ketika Rambat dan Midah akan main, sesuai dengan arahan Sronto, Rambat langsung mengambil penggaris dan kemudian memukulkannya ke burung miliknya.

Midah yang melihat suaminya bukannya langsung naik ke kasur tapi malah sibuk memukul-mukul burungnya dengan penggaris kemudian menjadi jengkel. Hingga kemudian, keluarlah kalimat itu dari mulut Midah.

“Sudah sini, langsung naik kasur, jangan malah bertingkah aneh memukul-mukul burung pakai penggaris kayak si Sronto!”

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2018 oleh

Tags: burungrambatrumah tangga
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO
Esai

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
burung migrasi.MOJOK.CO
Jagat

Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi

9 Mei 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga
Pojokan

Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga

28 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

30 Juni 2026
Transisi salon dari sistem pencatatan buku kucel ke aplikasi praktis MOJOK.CO

Generasi Baru Aplikasi Salon: Penunjang Salon UMKM dengan Harga Masuk Akal, Sistem Mudah, dan Berkesan bagi Pelanggan

30 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.