Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kita Semua Punya Jatah “Tidak Tahu”, Kebetulan Jatahnya Pak Prabowo Diambil Pas Debat

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
19 Februari 2019
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo tidak tahu apa itu unicorn, dan banyak dari kita sejatinya juga tidak tahu apa itu unicorn. Kita tahu setelah Prabowo dihujat.

– – – – – – – – – –

Debat Pilpres edisi kedua yang membahas tema infrastruktur, energi, pangan, dan sumber daya alam anara Jokowi dan Prabowo memang sudah selesai diselenggarakan sejak Minggu malam, 17 Februari 2019 kemarin. Namun sampai sekarang, lanjutan edisi perdebatannya masih saja terus menggema. Tentu saja bukan oleh Prabowo dan Jokowi, melainkan oleh sobat netizen kita yang baik lagi bijaksana.

Salah satu hal yang cukup ramai diperbincangkan tentu saja soal ketidaktahuan Prabowo tentang istilah unicorn.

“Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?” Kata Prabowo ketika ditanya oleh Jokowi tentang unicorn.

Unicorn sendiri merupakan istilah untuk startup yang sudah punya nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar. Di Indonesia, sejauh ini sudah ada 4 startup berstatus unicorn, yakni Tokopedia, Bukalapak, Gojek, dan Traveloka.

Ketidaktahuan Prabowo akan unicorn tentu saja menjadi senjata tersendiri bagi banyak pendukung Jokowi untuk menyerang Prabowo.

“Halah, gimana mau membangun ekosistem teknologi yang bagus jika unicorn saja nggak ngerti”, kira-kira begitulah narasi yang dibangun oleh para pendukung Jokowi untuk menyerang Pak Prabs.

Nah, lantas apakah salah jika Prabowo tidak tahu apa itu unicorn?

Bagi banyak orang mungkin salah, namun bagi saya, ketidaktahuan Prabowo adalah hal yang biasa dan wajar-wajar saja. Semua orang tentu punya titik di mana ia tidak paham dengan sesuatu. Ada banyak faktor, bisa karena ia memang bukan ahlinya, atau bisa juga karena ia sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan dunia tersebut.

Jokowi tahu soal unicorn karena ia memang menjadi sosok yang dekat dengan regulasi bisnis digital, sehingga, mau tak mau, ia mendapatkan banyak insight dan pemahaman tentang startup, termasuk unicorn.

Lain halnya dengan Prabowo, baginya, dunia startup tentu saja masih cukup asing.

Lain halnya kalau yang dibahas adalah tentang dunia pertahanan militer, tentu Prabowo akan banyak paham istilah-istilah di dalamnya ketimbang Jokowi.

Dalam dunia debat, ketidaktahuan ini menjadi hal yang lebih wajar. Saya jadi ingat dengan debat cagub Sumatera Utara beberapa waktu yang lewat. Kala itu, Cagub Djarot Saiful Hidayat menanyakan tentang “stunting” pada Edy Rahmayadi. Dan Edy menjawab bahwa dirinya tidak tahu apa itu stunting.

Iklan

Tidak tahu apa itu unicorn adalah hal yang biasa. Yang luar biasa adalah banyak orang-orang yang menghujat Prabowo atas ketidaktahuannya tentang unicorn padahal dirinya sendiri juga sebelumnya tidak tahu apa itu unicorn.

Banyak orang yg baru tahu apa itu Unicorn justru setelah Prabowo diejek karena nggak tahu unicorn itu apa. Sama halnya seperti banyak orang baru tahu kalau Soekarno lahir di Surabaya justru setelah Jokowi diejek karena nyebut Bung Karno lahir di Blitar.

Kita semua punya jatah untuk tidak tahu akan sesuatu. Lha wong Jokowi aja masih sering nggak bisa bedakan anaknya jualan pisang goreng biasa atau pisang goreng nugget.

Kebodohan dan ketidaktahuan itu kelihatannya memang soal giliran. Dengkinya yang abadi…

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2019 oleh

Tags: prabowounicorn
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
OTT Wali Kota Madiun

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
indonesia masters, badminton, bulu tangkis.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora

20 Januari 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

20 Januari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.