Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dikit-Dikit Projo, Dikit-Dikit Prowo, Dikit-Dikit Cebong, Dikit-Dikit Kampret

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
12 Desember 2018
A A
cebong kampret
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Twitter, setelah melalui serangkaian rute sekrol-sekrol yang random, saya menemukan postingan satu akun (ehm, sebut saja nama akunnya Yanto) yang menuliskan kegelisahan dan keprihatinannya karena banyak koran yang tidak menjadikan berita tentang reuni akbar alumni 212 sebagai headline.

Katanya, peristiwa sebesar reuni akbar selayaknya menjadi headline, karena ia punya nilai berita yang besar.

“Saya makin prihatin dengan media mainstream kayak Kompas, Tempo dkk. Apakah mereka tidak sadar jika keberpihakan mereka pada Jokowi turut memperbesar perasaan jengkel pada kekuasaan? Peristiwa sebesar reuni 212 buat mereka ngga ada nilai beritanya. Apa ngga bikin sakit hati?” begitu tulisnya.

Sebagai seseorang yang bekerja di media, saya tentu saja tak sependapat dengan apa yang ditulis oleh Yanto.

Bagi saya, semua media punya segmentasi pasar sendiri-sendiri, sehingga mereka berhak untuk menentukan isu apa yang layak untuk mereka angkat sebagai headline.

Koran lampu kuning, misalnya, tentu saja tidak terlalu tertarik mengangkat isu reuni akbar alumni 212 sebagai headline, sebab memang pangsa pasar mereka adalah para pekerja kasar seperti tukang becak atau supir angkot, sehingga headline yang diangkat ya biasanya tak jauh-jauh dari isu kriminalitas jalanan atau isu-isu sub-urban lainnya, yang memang disukai dan dekat dengan dunia jalanan.

Kembali ke cuitan Yanto.

Kalimat “Apa nggak bikin sakit hati?” yang ia tulis di akhir twitnya itu menggelitik saya. Saya pun kemudian membalas twit tersebut.

“Lah, sakit hati kenapa, Mas? Kan niat yg ikut reuni 212 memang pengin silaturahmi, bukan pengin diliput… Hehehe…” begitu balas saya.

Tak dinyana, balasan saya tersebut mendapatkan banyak respon.

Salah satu dari sekian banyak komentar yang muncul secara lucu menuduh saya sebagai seorang Projo alias Pro-Jokowi.

“Buat projo iyain aja deh,” begitu balas dia.

Nah, sampai di sini, saya mulai tertarik.

Saya buka profil dia, dan memang ternyata dia memang seseorang yang berada di kubu #2019GantiPresiden. Tagar tersebut bahkan ia tulis sebagai bagian dari bio.

Iklan

Saya selalu tak habis pikir dengan justifikasi model begini. Tentu saja ini bukan soal projo-nya, namun lebih pada sikap mudahnya seseorang menganggap orang lain sebagai lawan politik hanya karena punya pandangan yang berbeda dengannya.

Di facebook, saya menemukan banyak kejadian seperti itu. Tentu ini bukan hanya terjadi dalam lingkup projo, namun juga prowo. Dalam lingkup (so called) cebong, maupun lingkup (so called) kampret.

Hanya karena tidak setuju dengan pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa peserta reuni akbar alumni 212 sebanyak 11 juta orang, dia bisa langsung dianggap sebagai cebong.

Begitu pun sebaliknya, hanya karena mengkritisi janji-janji Jokowi semasa Pilpres yang sampai sekarang belum juga tunai, ia bisa langsung dianggap sebagai kampret.

Atmosfer politik dalam beberapa tahun terakhir, utamanya setelah Pilpres 2014 yang berlanjut dalam Pilgub DKI 2017 lalu benar-benar memunculkan polaritas politik yang sangat dahsyat dan menyebalkan.

Hidup seolah menjadi hanya tentang Jokowi dan Prabowo. Tentu ini bikin kita muak. 

Lebih menyebalkan lagi, ia juga melebar pada persoalan agama. Siapa yang tidak pro Prabowo bisa dengan mudah dianggap tidak pro umat islam, begitu pula sebaliknya, siapa yang mendukung Jokowi langsung dituduh sebagai pembela penista agama.

Ah, Politik sungguh membuat kita menjadi manusia bermental zebra cross, yang hanya tahu hitam dan putih.

Di hadapan politik, pelangi tak pernah tampak sama sekali.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2018 oleh

Tags: jokowiprabowo
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.