MOJOK.CO Seakan menjadi versi upgrade Realme 3 Pro, Realme X hadir dengan tambahan fitur-fitur penting bagi hape masa depan.

Ketika Realme 3 Pro rilis, hape ini cukup menarik perhatian saya walau pada akhirnya tidak saya beli. Ada satu faktor penting yang membuat hape ini tidak cukup layak untuk saya beli: Masih menggunakan I/O Port Micro USB, belum menggunakan Type C. Buat sebagian orang yang biasa pakai flagship, USB Type C adalah kunci dalam memilih ponsel.

Mungkin karena anggapan semacam itulah kemudian Realme (((akhirnya))) menggunakan interface Type C di ponsel terbaru mereka. Seakan menjadi versi upgrade Realme 3 Pro, Realme X hadir dengan tambahan fitur-fitur penting bagi hape masa depan. Dengan segala fitur dan spesifikasi kelas menengah terbaik, saya berani bilang kalau ini adalah hape Mid Range terbaik yang ada di pasar Indonesia saat ini.

Pertama, mari kita bahas yang mirip-mirip dulu. Realme X masih menggunakan chipset Snapdragon 710 (10nm) dan GPU Adreno 616. Persis sama seperti Realme 3 Pro. Yang berbeda hanya ketidaktersediaan SD Card Slot yang tergantikan dengan penyimpanan internal 128GB dan variasi RAM yang mencapai 8GB. Memang tidak ada upgrade berarti pada sisi jeroan, tapi skor Antutu Realme X yang mencapai 164 ribu sedikit lebih tinggi ketimbang 3 Pro di angka 155 ribu.

Angka-angka tadi hanyalah angka dasar yang belum ditambah performanya dengan fitur Hyper Boost 2.0 dan Game Engine 2.0. Bermodal chipset kelas menengah terbaik ditambah fitur tersebut, sudah pasti game-game berat macam PuBG bisa dilibas walau belum bisa mendapat setting gragis rata kanan.

Sementara pada sektor baterai, Realme X mendapatkan pemangkasan kapasitas hanya menjadi 3765 mAh—sedikit berkurang ketimbang 3 Pro yang memiliki kapasitas 4045 mAh. Untungnya, hape ini tetap membawa fitur Vooc Flash Charge 3.0 yang menyuplai pengisian daya hingga 20W. Fitur ini dapat membuat kecepatan pengisian daya dari 0% ke 50% hanya memakan waktu 30 menit.

Baca juga:  Samsung Galaxy A50: Hape Terbaik yang Samsung Berikan di Level Menengah

Upgrade signifikan dari hape ini justru hadir dari sisi fitur. Seakan mengejar ketertinggalan dari beberapa merek lainnya, Realme X kini menggunakan desain layar penuh tanpa poni atau tompel dengan screen to body ratio hingga 91.2%. Walaupun, ya, sisi dagunya masih memiliki bezell yang lumayan tebal. Hehe.

Tidak hanya itu, kini layar depannya menggunakan panel Super Amoled beresolusi 1080 x 2340 pixels. Memiliki dimensi 19,5:9 plus layar (hampir) tanpa bezell, plus panel Super Amoled, membuat layar Realme X yang lega itu semakin menyenangkan untuk kebutuhan multimedia.

Satu lagi, karena sudah pakai layar Super Amoled, Realme X bisa menghadirkan fitur in display fingerprint dengan sensor optik yang pemindaiannya terbilang cepat.

Selain didukung layar dengan warna yang tajam, kebutuhan multimedia kita semakin dimanjakan dengan kehadiran fitur Dolby Atmos untuk kualitas suara yang lebih baik. Kalian bisa mengatur ambience sound sesuai kebutuhan, entah itu movie, gaming, atau music. Jarang-jarang ada hape selain Samsung yang memiliki duo Super Amoled plus Dolby Atmos untuk pengalaman multimedia yang menyenangkan, kan?

Karena sudah menggunakan in display fingerprint, body belakang Realme X (khususnya yang berwarna putih) benar-benar mulus dan cantik. Kekurangannya paling hanya di Build Quality yang terasa biasa saja karena masih menggunakan material body plastik (pollycarbonate). Mungkin juga, karena masih pakai material seperti inilah Realme X tetap tidak menghadirkan fitur NFC.

Ketiadaan poni di layar depan membuat Realme X menggunakan kamera depan beresolusi 16 MP f/2.0 dengan model Pop Up. Tak hanya itu, berdasar klaim Realme, kaca di kamera depan hape ini menggunakan Sapphire yang membuatnya lebih aman dan terlindungi dari benturan. Selain itu, kamera Pop Up Realme juga memiliki sensor yang membuatnya menutup secara otomatis jika terbentur atau akan jatuh.

Untuk kualitas, bagaimana? Ya standar kelas menengah, lah.

Baca juga:  Realme C2 & Realme 3 Pro: Dua Ponsel Anyar Realme yang Siap Bertarung di Kelas Low-Budget

Satu lagi keunggulan kamera depannya, yakni kecepatan motorized kamera yangn membuatnya dapat terangkat dalam waktu 0.74 detik. Hal ini membuatnya unggul dari kamera pop up beberapa merek sebelah, terutama untuk penggunaan fitur pemindai wajah. Selama ini, fitur pemindai wajah terbilang tidak efektif bagi hape dengan kamera depan pop up karena kecepatannya. Kini, dengan kecepatan 0.74 detik, Realme X menawarkan kecepatan bagi mereka yang ingin menggunakan fitur pemindai wajah.

Untuk kamera belakangnya, kekurangannya mungkin hanya ada di ketidaktersediaan lensa ultra wide. Sisanya, salah satu yang terbaik di kelas menengah: Menggunakan konfigurasi dua kamera beresolusi 48 MP f/1.7 untuk kamera utama dan kamera depth sensor 5 MP f/2.4.

Meski memiliki resolusi 48MP, sensor Sony IMX 586 di kamera utamanya mengatur pengambilan gambar 12MP dengan kualitas terbaik. Selain itu, kamera belakang Realme X masih memiliki fitur Chroma Boost untuk image procesing yang kaya warna dan Night Scape untuk pengambilan gambar malam hari lebih baik.

Dijual dengan harga Rp3,8 juta untuk varian 4/128GB dan Rp4,2 juta untuk varian 8/128GB, hape ini tergolong murah jika dibandingkan hape-hape sekelasnya yang memiliki fitur serupa. Bahkan, Vivo V15 Pro yang belum menggunakan USB Type C saja harganya masih di atas Rp 5jt. Jadi, ini adalah hape yang sangat layak untuk kalian beli, mengingat spesifikasi dan fitur yang beragam.

Melihat semua hal di atas, sekali lagi, saya sih berani klaim bahwa ini adalah hape Mid Range terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Daripada beli Vivo V15 Pro seharga Rp5 juta yang masih belum pakai Type C, atau Samsung Galaxy A80 yang lebih bagus dari Realme X tapi harganya kelewat mahal di angka Rp9,5 juta, atau menyadari bahwa Xiaomi masih belum berani masukin Mi 9 T ke Indonesia, ya jelas mending pilih Realme X, lah!



Tirto.ID
Loading...

No more articles