Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Halo TV One, HIV Itu Lebih Banyak Ditularkan Para Hetero Ketimbang Gay Atau LGBT

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Desember 2019
A A
HIV Itu Lebih Banyak Ditularkan Para Hetero Ketimbang Gay Atau LGBT MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gay atau LGBT bukan yang paling banyak menyebarkan HIV. Tahukah kamu kalau hetero yang justru paling banyak menyebarkan HIV?

Untuk sebuah segmen bernama Apa Kabar Indonesia Pagi, TV One membuat sebuah poster acara yang salah betul. Begini wujud posternya:

Awas, gay dan HIV mengintai.
Nantikan Apa Kabar Indonesia Pagi, Sabtu, 7 Desember 2019 jam 06.30 WIB di tvOne & di tvOne Connect, android https://t.co/QUKHwwqFtx & ios https://t.co/KYtjpK3p7O #AKIPagitvOne pic.twitter.com/z5GPohB50f

— tvOneNews (@tvOneNews) December 6, 2019

TV One memberi judul: “Awas, Gay dan HIV Mengintai”. Segmen itu tayang pada Sabtu (7/12) pagi dan rekamannya belum bisa ditemukan di Youtube pada siang harinya. Terlepas dari apa isi diskusi TV One soal gay dan HIV, poster tersebut sudah menyiratkan informasi yang salah.

Pertama, gay atau bisa juga disebut LGBT, merupakan penyebab persebaran virus HIV. Kedua, gay atau LGBT adalah sosok-sosok yang berbahaya. Ditandai dengan paparan kata “mengintai”. Mau diterjemahkan kayak apa, kata “mengintai” tidak pernah bermakna positif.

Menurut KBBI, kata “mengintai” punya dua makna. Satu, mengamat-amati dari jarak jauh atau dari tempat tersembunyi (gerak-gerik dari orang yang dicurigai, musuh, dan sebagainya). Dua, mengintip; melihat melalui lubang kecil, sela semak-semak, dan sambil bersembunyi. Betul-betul tidak ada yang positif.

Kita bahas dari poin pertama, dari gay atau LGBT sebagai penyebar HIV. Agung Rheza, Dermatology dan Venereology RSCM mengunggah sebuah infografis yang seharus dipelajari oleh TV One sebelum membuat poster dan segmen sesat itu. Berikut infografisnya:

Faktor risiko penularan STI terbanyak melalui hubungan seksual berisiko heteroseksual (70.3%), alat suntik tidak steril (8.4%), homoseksual (6.6%), dan ibu ke janin (2.9%) pic.twitter.com/LTf6LwhVKS

— ????? (@agungmrheza) December 6, 2019

Terbaca dengan jelas kalau Sexually Transmitted Infection (STI) dan HIV banyak disebarkan oleh kamu-kamu semua yang hetero, bukan gay atau LBGT! Perbandingannya, STI dan HIV disebarkan oleh 70,3 persen hetero dan 6,6 persen homoseksual. Perbandingan yang jauh sekali. Bahkan homoseksual kalah besar dibandingkan penggunaan alat suntik yang tidak steril (8,4 persen).

TV One dan kamu semua tentunya tahu istilah hetero, bukan? Hetero adalah pasangan beda jenis kelamin. Pasangan yang distigmakan sebagai pasangan yang paling benar, sementara gay atau LBGT itu paling salah. Bahkan berbahaya. Terbukti dengan penggunaan kata “mengintai” itu.

Pasangan hetero menyebarkan STI dan HIV hingga 70,3 persen. Penyebaran nomor satu adalah karena hubungan seks yang tidak aman. Tahukah kamu, RUU PKS menyarankan adanya pendidikan seks sejak dini dan penggunaan kondom. Namun, poin itu dipermasalahkan karena dianggap akan melegalkan seks bebas.

Halooo, tanpa RUU PKS, seks bebas sudah lumrah, Pakdhe! Lha wong itu terbukti dari hubungan seks yang tidak aman. Saya juga yakin nggak semuanya pelaku hubungan tidak aman itu pasangan suami dan istri. Maka dari itu, pendidikan seks sejak dini dan penggunaan kondom menjadi penting. Malah nyalahin LGBT secara brutal.

Lagian, pendidikan seks itu isinya bukan tutorial doggy style atau woman on top, kok. Isinya ya soal memahami perubahan fisik karena hormon ketika memasuki masa puber, bahaya seks anak-anak, bahaya perkawinan dini, mengenali alat kelamin masing-masing, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya soal seks yang aman.

Kalau pikirannya cuma ngeue, pasti anggap pendidikan seks sebagai kegiatan orientasi seks bebas. Titik. Itu saja. Dari kegagalan memahami soal pendidikan seks, terjadi hubungan seks tidak aman. Dari sana, terjadi persebaran STI dan HIV. Dan itu, 70,3 persen dilakukan oleh hetero, bukan gay atau LGBT. Datanya ada, kok. Bisa membaca, bukan?

Iklan

Nah, soal poin kedua, yaitu perihal penggunaan kata “mengintai” yang membuat gay atau LGBT sebagai makhluk berbahaya. Saya straight, sudah beristri, dan saya punya beberapa teman gay atau LGBT. Ada yang laki suka laki, ada juga yang lesbian.

Tahukah kamu, salah satu teman saya yang LGBT ini adalah salah satu orang yang asyik untuk diajak ngobrol. Dia jenaka, punya suara bagus. Dia menyanyi di pernikahan saya. Lebih dari dua kali dia memberi selamat kepada saya dan istri ketika menikah. Kami yang menikah, kayaknya dia yang paling bahagia.

Teman-teman LGBT saya dengan orientasi berbeda tidak pernah memaksakan pemikiran. Mereka tidak pernah kesal dengan hetero yang sok munafik. Sebaliknya, banyak kenalan saya yang hetero, yang punya lidah begitu lincah untuk menghakimi. Seakan-akan neraka hanya akan diisi mereka yang LGBT dan kena HIV.

Saya pun juga punya teman dengan HIV. Dia sudah saya anggap kakak perempuan sendiri, meski begitu jarang bertemu. Saya di Jogja, dia di Bandung. Sebagai wanita dengan HIV, dia begitu tegar menghadapi hari-hari. Dia, dengan HIV, justru menginspirasi. Mereka, yang konon sehat betul, malah bikin sakit hati.

Ketika ada gay atau LGBT yang berbuat jahat, bukan lantas mereka jahat karena oriestasi atau penyakitnya. Mereka jahat karena tabiat sebagai manusia. Tanpa punya orientasi seks tertentu atau menanggung HIV di dalam tubuh, kalau dasarnya jahat, ya jadilah jahat. Adil sejak dalam pikiran jadi barang mahal.

Mereka yang menghakimi, mereka yang sok suci, saya rasa hanya fobia homo saja. Tak masalah kamu homophobic. Namun, simpan itu di dalam hati saja. Jangan bikin sakit hati orang lain hanya mereka gay atau LGBT dan punya HIV. Mereka tetap manusia yang membutuhkan pelukan hangat, kasih sayang yang sama seperti yang kamu curahkan kepada sesama.

BACA JUGA Enam Argumentasi Sia-Sia Seputar Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2019 oleh

Tags: fobia homoGayHIVLesbianLGBTtv one
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Gym di Malang Jadi Incaran Cowok Gay MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Ngeri Nge-Gym di Malang, Jadi Incaran Cowok Gay Agresif hingga Dapat DM Membagongkan

7 Maret 2024
Dubes RI untuk Vatikan: Gereja Katolik Tidak Akan Mengakui Perkawinan Sejenis MOJOK.CO
Aktual

Dubes RI untuk Vatikan: Gereja Katolik Tidak Akan Mengakui Perkawinan Sejenis

21 Desember 2023
The 1975 mojok.co
Hiburan

Luapan Kekecewaan Fans The 1975: ‘Please Jangan Aneh-aneh, Orang tuh Nggak Segampang Itu Ketemu Kamu’

4 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.