• 14
    Shares

MOJOK.CO – #Gosip90an dan nostalgia adalah sebuah ruangan aman yang dibuat manusia untuk lari dari kesedihan dan keterpurukan. Hangat dan menyenangkan, meski hanya sementara.

“Nostalgia adalah perasaan hangat yang kita rasakan sewaktu kita memikirkan tentang kenangan-kenangan terindah dari masa lalu kita. “Seringkali nostalgia terasa campur aduk. Kebanyakan bikin bahagia dan nyaman, walau kadang ada perasaan sedih karena yang kita kenang itu beberapa sudah hilang,” kata Erica Hepper, dosen di School of Psychology, Universitas Surrey.

Hari ini, tagar #Gosip90an yang menjadi trending topic di Twitter. Akun-akun milenial menengah dan milenial paruh akhir bahagia betul. Mereka muncul ramai-ramai, menggunakan tagar #Gosip90an untuk berbagi kenangan masa lalu. Well, nggak lalu-lalu banget, sih. Beberapa kenangan itu masih bisa kita rasakan sampai saat ini.

Nuran Wibisono, jurnalis Tirto, mengungkapkan bahwa nostalgia membuat manusia masa sekarang menjadi lebih kuat menghadapai tantangan kekinian atau kekuatan yang dicemaskan dari masa depan. Nuran menambahkan: “Di masa lalu, saat masih muda, segalanya terasa menyenangkan. Andil utama kepusingan hanyalah PR dari sekolah. Atau tak punya uang untuk menelepon gebetal dari wartel.”

Nostalgia masa muda manusia masa sekarang yang tertangkap dan diperangkap di dalam otak. Seperti “dunia semu”, nostalgia itu menjadi sebuah ruang privat di mana manusia sekarang akan bergegas masuk ke dalamnya ketika hidup ini bergerak ke arah yang tidak menyenangkan. “Kalau dulu nggak seberat ini,” atau “Dulu, semuanya serba murah,” atau “Dulu tidak ada intoleransi di kampungku,” dan lain sebagainya.

Baca juga:  5 Skenario Reborn dari Band Populer Tahun 90-an, Mana yang Paling Mungkin?

Ketika didesak oleh situasi masa sekarang yang serba diwarnai oleh kekecewaan dan kehilangan, ingatan bahagia masa kecil muncul seketika.

“Nostalgia adalah kecenderungan alami manusia,” kata ahli psikologi, Hepper, juga Clay Routledge (profesor psikologi di North Dakota State University), mengatakan rata-rata orang bernostalgia sekali dalam seminggu. Nostalgia dipicu oleh berbagai hal: aroma, wangi, lagu, makanan, hingga foto.

Marcel Proust, sastrawan besar Prancis, membuat istilah involuntary memory dalam novelnya yang terkenal À la Recherche du Temps Perdu (In Search of Lost Time, atau Remembrance of Things Past). Orang-orang menerjemahkan involuntary memory dengan istilah: kenangan. Ia tak serta merta muncul, melainkan hadir karena pemicu khusus.

Dan terkadang, untuk kasus #Gosip90an, peristiwa yang menjadi nostalgia itu bukan sesuatu yang “luar biasa”.

Misalnya ketika manusia sekarang teringat betapa hidupnya begitu menyenangkan ketika hari-harinya diisi bermain karambol atau petak umpet. Ia membandingkan kehidupannya saat ini ketika smartphone menjadi media sebaran hoaks dan kebencian. Mungkin, ia, adalah salah satu manusia sekarang yang terdampak langsung oleh betapa negatifnya smartphone di tangan yang salah.

Atau misalnya betapa sederhananya rasa gregetan mencari huruf “N” permen karet Yosan yang seprerti mitos itu. Dibandingkan masa sekarang ketika ia gregetan kesulitan membayar cicilan KPR dan mahalnya susu bayi.

Atau ketika manusia sekarang bisa begitu bahagia sampai menangis tersedu ketika menonton sinetron Kera Sakti. Dibandingkan masa sekarang yang ketika menonton televisi hanya disajikan sinetron azab yang justru bikin stres. Atau ketika menonton televisi hanya berisi berita politik yang lama-kelamaan bikin jengah.

Baca juga:  Orang Tua Membuat Selera Musik Kita Sangat ‘70-an

Atau misalnya kesenangan dan keseruan masa kecil ketika mengejar layangan putus. Dibandingkan dengan kesenangan ketika mengejar gebetan yang tak kunjung sukses. Lha ya, lha wong kesenangan itu semu karena kamu sendiri malah bikin illfeel calon gebetan. Ini masih calon gebetan tapi kamu sudah bikin dia pingin segera pergi kalau kamu datang mendekat. Nasibmu.

Atau misalnya ketika kamu dibuat begitu penasaran, bahkan sampai melakukan penelitian lapangan terhadap hoaks rautan berkaca akan tumpul apabila bilahnya kamu tiup. Dibandingkan dengan hoaks yang mewarnai kehidupan politik dan beragamamu.

“Nostalgia membuat orang-orang merasa dicintai dan dihargai, meningkatkan persepsi kehangatan serta dukungan di saat kamu sedang kesepian,” kata Routledge pada Huffington Post.

Dan, semakin menyenangkan berbagi nostalgia lewat #Gosip90an karena banyak yang melakukannya. Manusia cenderung merasa aman ketika ia berada di tengah kawanan yang satu pandangan.

Oleh sebab itu, ada yang bilang bahwa ketika kamu punya banyak uang, jangan investasikan semuanya kepada barang. Investasikan uangmu kepada pengalaman. Cerita bahagia, penuh warna, dan terasa hangat itu akan berguna ketika kamu tengah terpuruk dan tiada yang di sekitarmu untuk mendengar keluh kesah.

Manusia itu rapuh ketika ia sendirian. Ketika ia tak bisa meluapkan kesedihan dan beban kesendiriannya. Nostalgia, setidaknya menjadi penawar sementara sebelum kamu menemukan cara membunuh kesedihan dan keterpurukan itu.

Jadi, sudah ikutan #Gosip90an? Sudah ketahuan betapa tua dirimu? Hiya hiya hiya…

  • 14
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles