Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Judul Bohemian Rhapsody Lebih Baik Ganti Jadi Bohemian Freddie Mercury Saja

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
1 November 2018
A A
Bohemian Rhapsody dan Freddie Mercury MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – “Bohemian Rhapsody” adalah sebuah playlist. Sebuah kamar karaoke low budget ketika kamu bisa sing along bersama Freddie Mercury dan penonton bioskop lainnya.

Sore itu, secara spontan, empat kru Mojok memutuskan untuk menonton film biopik berjudul “Bohemian Rhapsody”. Lagu lintas generasi itu merupakan salah satu karya monumental dari Queen, grup band dari Inggris.

Iklan

Film dibuka dengan tampilan 20th Century Fox Fanfare. Namun, bukan dengan perpaduan drum dan terompet yang khas itu. Untuk “Bohemian Rhapsody”, 20th Century Fox memberikan kejutan yang menyenangkan, terutama untuk fans Queen di seluruh dunia. Aksi pembuka itu diisi dengan petikan suara gitar Brian May yang “Queen banget” itu. Tahu dong dengan suara gitar Queen.

Sontak, pembukaan itu membuat kami tersenyum bahagia. Saya melihat sekilas wajah Ega Balboa yang bercahaya. Bahkan, ia sampai duduk tegak ketika mendengar suara gitar Brian May. Suara gitar itu seperti menghinoptis. Sudah hampir mirip ketika lagu “Sayang” dari Via Vallen diputar, jempol rasanya ingin digoyang. Menghinoptis.

Ekspektasi sedikit terangkat setelah menyimak pembukaan yang “Queen banget” itu. “Bohemian Rhapsody” berlanjut dengan sebuah prolog yang cantik. Sebuah potongan beberapa adegan ketika Queen, dipimpin Freddie Mercury bersiap naik panggung untuk tampil di konser Live Aid London. Sebuah konser penggalangan dana untuk melawan kelaparan di Afrika.

Live Aid London adalah salah satu konser terbesar di dunia. Line-up konser tersebut sungguh membuat iri Generasi Milenial dan bikin kangen generasi Baby Boomer, Generasi X, dan Generasi Y. U2, The Who, David Bowie, Elton Jhon, Paul McCartney, Sting, Phil Collins, dan tentu saja Queen.

Live Aid London adalah klimaks yang didaki oleh “Bohemian Rhapsody”. Fragmen-fragmen tiap adegan dijejali proses perkenalan tiap-tiap anggota Queen dan proses kreatif mereka ketika membuat lagu. Mulai dari “Killer Queen”, “Fat Bottomed Girl”, Love of My Live”, “Somebody to Love”, “Another One Bites The Dust”, “We Will Rock You”, dan yang mendapat porsi sedikit lebih banyak adalah “Bohemian Rhapsody”.

Tidak semua lagu dibuatkan peta konflik. Lagu-lagu yang dipilih adalah hits yang membawa Queen mendobrak skena musik Britania, kemudian Amerika Serikat, yang didominasi nama-nama yang sudah paten seperti Led Zeppelin.

Bahkan, jika mata kamu cukup awas memelototi tempelan-tempelan komentar dari media atau kritikus musik, salah satu serangan menyebut Queen berusaha menyerupai Led Zeppelin, dan gagal. Sangat pedas, karena saat ini kita tahu skala ledakan Queen lebih besar ketimbang Led Zeppelin. Hayo, jujur saja.

Kritik ini muncul ketika Queen merilis lagu “Bohemian Rhapsody” lewat radio. Pihak rekaman sendiri enggan merilis lagu ini karena durasinya terlalu panjang. Lagu ini punya durasi 5 menit 55 detik. Di dalam film, disederhanakan menjadi “six minutes long” demi memudahkan dan menyederhanakan dialog.

Pihak rekaman berkata bahwa, kurang-lebih, “Tidak ada radio yang mau memainkan lagu sepanjang enam menit. Apalagi lagu ini mencampurkan banyak genre. Apalagi ada unsur opera di sana. Tidak ada yang mau mendengarkan opera.” Pihak rekaman bahkan meminta Queen merilis lagu “You Are My Best Friend” saja. Lagu hits Queen lainnya.

Namun, semua personal bersikeras. “Bohemian Rhapsody” adalah identitas mereka dan mewakili citra Queen itu sendiri. Bohemian adalah orang yang hidup bebas seperti kebanyakan seniman. Kebebasan itu diterjemahkan secara keras lewat lagu ini. Selain unsur opera, ada perpaduan balada, hard rock, dan bahkan tidak punya chorus. Sesuatu yang aneh untuk masa itu.

Begitulah “Bohemian Rhapdsody” diproduksi dan digunakan sebagai judul karena mewakili identitas Queen. Namun, meski penjelasan saya cukup panjang, porsi konflik pembuatan lagu ini sangat sedikit. Universe film ini terlalu berpusat kepada Freddie Mercury. Pesonanya, kharisma, kejeniusan, keanehan, kenakalan, dan AIDS. Kita menyaksikan fragmen hidup Freddie Mercury yang begitu cepat, namun tidak melegakan. Seperti bercinta yang tak sukses mendaki klimaks.

Betul, sebagai lead singer, beliau adalah pusat dari konflik dan karier Queen. Bahkan menurut Brian May, “Bohemian Rhapsody” adalah sebuah konsep yang hidup hanya di dalam kepala Freddie Mercury. Berbeda dengan semua lagu Queen yang ditulis, didiskusikan, dan diproduksi di dalam studio secara bersama-sama. Lagu ini sifatnya sangat pribadi untuk Mercury.

Oleh sebab itu, meski memang mewakili, judul film ini dibuah saja jadi “Bohemian Freddie Mercury”. Sebagai bentuk penghormatan dan prasasti untuk warisan lagu-lagu grande Queen untuk masa depan.

Film biopik ini tidak begitu sukses karena berusaha menghindari kompleksitas konflik dan narasi dalam dialog. Namun, sebagai sebuah film musik, “Bohemian Rhapsody” sangat menghibur. Kapan lagi kita bisa sing along di dalam studio bersama penonton lainnya. Pun jika durasinya ditambah dengan jejalan penampilan live Queen, tidak akan ada yang protes.

Nikmati saja film playlist ini. Itung-itung karaoke low budget di dalam bioskop.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2018 oleh

Tags: Bohemian RhapsodyFreddie MercuryQueen
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bob Geldof, Konser Live Aid, dan Kisah Pembajakan Kaset yang Memalukan di Indonesia

Bob Geldof, Konser Live Aid, dan Kisah Pembajakan Kaset yang Memalukan di Indonesia

24 Juni 2024

Kita Sambut Istiqomah Sativa, Artisnya OM Tralala!

24 Desember 2018

Dari Freddie Mercury sampai Nike Ardila, Fenomena Ganti Nama bagi Para Pesohor

22 November 2018

Dangdut Koplo Via Vallen di Tanah Anarki Jerinx

17 November 2018

Seperti Freddie, Seperti Bowie

15 November 2018

Lima Sertifikasi Halal MUI yang Harus Segera Diterbitkan Sebelum Lebaran

4 Juni 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.