MOJOK.COSudah biasa tuh ada tuduhan ke cowok, “Halah, bilang kangen, aslinya sange kan?” Kalau menurut cowok, sange dan kangen itu bisa dikenali ciri-ciri perbedaannya kok. 

Beda tipis kangen dan sange paling terasa ketika ngana menjalani hubungan jarak jauh. Kamu di kosan, dia di rumah sama suaminya, misalnya. Astaga, jangan selingkuh, itu tidak baik. Ya, intinya hubungan jarak jauh itu berat banget sumpah. Menguras waktu karena kudu sering teleponan, plus jadi haus belaian kasih sayang.

Perkara teleponan inilah, dan chat juga sih, yang jadi ladang prasangka kangen disangka sange. Terus kami tim Mojok Insitute jadi khawatir coba, gimana kalau cewek-cewek jadi salah menghakimi. Kasihan cowoknya tahu. Udahlah, biar nggak berlarut-larut, kami putuskan bikin riset soal cara bedain sange dan kangen. Kayak gini hasilnya.

1. Mana kangen, mana sange terlihat dari cara memulai obrolan

Mereka yang kangen dan sange samap-sama akan memulai obrolan di chat dengan basa-basi. Biasanya mereka bertanya dulu, “Lagi apa? Bisa teleponan nggak?”

“Iya, bisa. Baru sampai kos nih.”

Kalau kangen, pertanyaan lanjutan bisa berupa: “Capek ya seharian kerja. Gimana tadi di kantor?”

Kalau sange, pertanyaan yang dilontarkan adalah sebuah “giringan”. Skenario dimulai dengan sebuah anjuran seperti: “Mandi dulu gih, biar seger.”

Terus ada chat masuk lagi: “Jangan males mandi. Apa perlu aku temenin?”

Wadiwaw.

Dan biasanya, pertanyaan jebakan itu diakhiri dengan emot tawa jahat. Biar dikira bercanda, padahal mah.

Nah, kalau pasangan “terjebak” dengan menjawab, “Ihh apa sih. Kamu itu mesum betul,” siasat lanjutannya akan dimulai dengan kalimat, “Nggak kok. Bercanda. Sambil keramas jangan lupa. Rambut kamu itu bagus kalau lagi basah. HAHAHAHAHA.”

Baca juga:  Long Distance Marriage di Masa Pandemi Bukan LDR dan Sekadar Menahan Sange

Nah, kelihatan kan polanya. Selalu ada tawa untuk menyamarkan kesangean yang bergejolak.

Ketika pasangan sudah betul-betul terjebak, langkah menanggulangi sange selanjutnya adalah minta foto. Latar waktunya setelah si cewek selesai mandi. “Fotoin dong. Kangen lihat muka kamu.”

Ketika sudah dikasih foto, mulai ngelunjak. “Kurang ke bawah fotonya. Fotoin rambut basah kamu sambil melet ya. Plis!” Setelah tawa jahat, kini diakhiri dengan “permohonan”. Biasanya pakai “plis”, “ayo dong”, “ya ya ya”, atau yang ekstrem: “Kamu sayang kan sama aku.”

2. Mana kangen, mana sange bisa diprediksi dari gestur bertelepon

Ketika kangen dan sangat pengin ketemu, tingkah cowok akan jadi gemas-gemas menjijikkan. Misalnya, ketika bertelepon sambil tiduran, si cowok akan naikin kaki buat disandarkan ke tembok. Terus kakinya itu digerak-gerakkan kayak wiper mobil. Setahun kayak gitu, itu tembok bisa kebentuk gambar pelangi bekas daki kaki.

Dalam kasus cowok yang sange, mereka bakal teleponan sambil memeluk guling atau boneka. Bahkan ada yang sambil gesek-gesekin guling itu ke “dedek” si cowok. Setahun begitu, gulingnya bisa kempes dan kebentuk sebuah pola di mana… pokoknya gitu lah.

3. Mana kangen, mana sange bisa dilihat dari isi pembicaraannya (ya iyalah!)

Ketika membina hubungan jarak jauh dan sudah pacaran lama, biasanya terjadi kekeringan tema obrolan. Dalam kondisi seperti ini, umumnya percakapan rutin dimulai dengan basa-basi dan ditengahi dengan gibah. Bergunjing itu, my love, enak betul.

Baca juga:  LDR Itu Sulit dan Penuh Risiko, Nggak Semudah Tips Suksesnya

Ini bukan menyarankan gibah ketika kehabisan bahan obrolan ya. Cuma orang udah tahu lah, gibah itu memancing tawa. Dan tertawa bersama ketika jarak memisahkan itu bikin lega :’) Setidaknya bisa sedikit mengobati rasa kangen :’) Tertawa di atas aib orang lain memang menyejukkan hati :’)

Nah, kalau sange, obrolannya dimulai basa-basi dan ditengahi topik-topik menjurus ke kondisi fisik. Misalnya secara tiba-tiba si cowok nanya:

“Kamu jadi potong rambut, nggak? Kamu itu nggak cocok lho kalau rambutnya kepanjangan.”

“Masak sih?”

“Iya, coba sekarang rambutnya diiket deh. Pasti kelihatan lebih cakep.”

Ketahuilah, ini sebuah pancingan, apalagi ketika video call, agar si cowok bisa melihat lekuk ketiak dan belahan dada. Yang ketika dipadukan dengan ekspresi cewek yang merem-merem karena kesulitan ngiket rambut, astaga itu bisa jadi fantasi tersendiri. Lalu secara diam-diam si cowok akan skrinsut layar.

***

Kangen itu manusiawi, sange apalagi. Kalau nggak ada sange di dunia ini, niscaya peradaban kita sudah mati. Walau di atas Mojok Instute menyiratkan sange dan kangen berdiri sendiri-sendiri dan bisa dibedakan, kami nggak akan menyangkal temuan baru lembaga riset lain kalau ternyata sange dan kangen bisa sepaket.

Buat para cewek, ketika kamu ngeh pacarmu ngontak karena sange, atas nama masa depan dan tidak bermaksud mengesampingkan cinta, mohon hati-hati ya kalau cowok sampai minta foto atau video call sambil telanjang. Jangan. Pernah. Mau. Telanjang. Di. Depan. Kamera. Foto begitu bisa jadi bahan revenge porn dan itu jahat banget.