MOJOK.COKalau serius ingin mengonversi Paul Pogba menjadi bek tengah, Jose Mourinho bisa studi banding dengan Jajang Mulyana dan Bhayangkara FC.

Masalah musim lalu yang nampaknya masih akan menular ke musim ini bagi Manchester United adalah hubungan Jose Mourinho dengan Paul Pogba. Pelatih asal Portugal tersebut dianggap gagal mengeluarkan kemampuan terbaik Pogba. Masalahnya adalah, ketika bermain untuk timnas Prancis, Pogba berhasil menjadi juara dunia.

Memang, situasi bermain untuk klub dan timnas akan sangat berbeda. Namun, jika Pogba mampu membuktikan diri bahwa dirinya bisa beradaptasi dengan keinginan pelatih Prancis, masalahnya bukan pada taktik semata. Ada masalah yang lebih besar yang berkaitan dengan hubungan personal. Ya intinya, sih, mau bilang kalau ada masalah dengan sosok Mourinho.

Musim lalu, dalam semua skema dasar Mourinho, Pogba banyak sebagai gelandang yang berposisi sangat dalam. Maksud mantan pelatih Real Madrid tersebut adalah memanfaatkan kualitas umpan sang pemain dalam proses membangun serangan. Masalahnya jika bermain dengan sistem penguasaan bola, si pemain menjadi lebih baik ketika bermain berdekatan dengan kotak penalti.

Cara Manchester United menyerang sendiri tidak optimal. Sebuah situasi yang membuatnya seperti “tertelan” oleh situasi yang tidak menguntungkan dirinya. Situasi berbeda terjadi di timnas Prancis yang bermain dengan sistem counter-based, atau sering menunggu lawan untuk kemudian menyerang balik dengan cepat. Jangkauan umpan dan akurasi mantan pemain Juventus tersebut memang sangat baik.

Baca juga:  Apa yang Terjadi Jika Jose Mourinho Menggantikan Unai Emery Sebagai Pelatih Arsenal?

Menjelang musim baru, Mourinho malah mengeluarkan pernyataan yang sontak menjadi bahan tertawaan netizen. Pelatih berusia 55 tahun tersebut mengungkapkan bahwa Pogba bisa bermain sebagai bek tengah. Betul, kamu tidak salah membaca. Mourinho memandang kualitas pemain berusia 25 tahun tersebut bakal mendukungnya ketika bermain sebagai pemain bertahan.

“Pogba adalah pemain top dan saya pikir dia bisa menjadi bek tengah yang fenomenal. Dengan kualitas umpan, penguasaan udara, dan kelincahan meskipun berpostur besar, mempertimbangkan caranya bertahan, kemampuan membawa bola dari belakang, dia akan menjadi bek tengah yang luar biasa,” ungkap Mourinho kepada Sky Sport.

Ucapan ini seperti menjadi ungkapan orang putus asa. Maklum, permintaan Mourinho kepada manajemen United untuk mendatangkan pemain sejak bulan Maret yang lalu tak kunjung dituruti. Mantan pelatih Inter Milan tersebut mengajukan daftar berisi lima nama pemain. Di antaranya terdapat nama bek tengah.

Hingga saat ini, United tak kunjung membuat kemajuan positif terkait usaha mereka menambah bek tengah lagi. Dari nama Yerry Mina, Harry Maguire, hingga Jerome Boateng. Belum ada yang nampaknya semakin merepat ke United. Oleh sebab itu, ketimbang pening tak bisa membeli pemain, Mourinho memandang Pogba saja yang dijadikan bek tengah.

Menarik juga membayangkan Pogba dikonversi menjadi bek tengah. Supaya lebih sukses, Mourinho bisa studi banding ke Bhayangkara FC untuk melihat langsung cara Simon McMenemy menggunakan Jajang Mulyana sebagai bek tengah. Kamu harus tahu, Jajang Mulyana menjadi juara Liga 1 bersama Bhayangkara ketika dirinya menjadi bek tengah. Jangan main-main.

Baca juga:  Megawati seperti Sir Alex Ferguson, Dominan dan Sulit Digantikan

Bahkan Jajang mengungkapkan bahwa bermain sebagai striker atau bek itu sama saja. Pemain hanya perlu pintar membaca permainan. Ini pernyataan yang sungguh cerdas. Cocok untuk digunakan Mourinho sebagai bahan belajar Pogba musim depan. Siapa tahu, dengan ilmu yang didapat dari Jajang, Pogba bisa menjadi sehebat Jajang.

Toh dari sisi postur, keduanya mirip. Tinggi, besar, dan (cukup) lincah. Yang membedakan Pogba dengan Jajang hanyalah nasib saja. Kalau soal kualitas, keduanya mirip, kok.



Tirto.ID
Loading...

No more articles