Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Gol Telat Marouane Fellaini, Bukti Kejeniusan Jose Mourinho yang Terbatas

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
30 April 2018
A A
mourinho-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tahukah pembaca, bulan Januari lalu, Jose Mourinho hendak menjual Marouane Fellaini. Sungguh jenius.

Pertandingan tandang terakhir Arsene Wenger bersama Arsenal di Old Trafford rumah Manchester United berakhir dengan kekalahan. Namun, ini jenis kekalahan yang sudah direlakan, terutama setelah komposisi pemain dirilis oleh Arsenal. Wenger memilih menurunkan tim lapis kedua untuk menghadapi Setan, Merah.

Iklan

Keputusan Wenger untuk menurunkan tim lapis kedua memang masuk akal. Jumat (4/5) dini hari esok, Arsenal akan tandang ke rumah Atletico Madrid. Leg kedua babak semifinal Liga Europa tersebut menjadi prioritas Arsene Wenger. Oleh sebab itu, kekalahan dari United di hari Minggu (30/4) tidak terasa sebagai kekalahan.

Ketika komposisi pemain dirilis, tidak ada nama-nama pemain utama Arsenal. Tidak ada Laurent Koscielny, Shkodran Mustafi, Jack Wilshere, Aaron Ramsey, Mesut Ozil, dan Alexandre Lacazette. Nacho Monreal dan Danny Welbeck pun baru masuk di babak kedua. Monreal masuk setelah Sead Kolasinac cedera dan Welbeck bermain hanya untuk menjaga kebugaran saja. Hitung-hitung jogging untuk menjaga kesehatan.

Wenger sendiri membuat kejutan dengan memainkan bek belia yang baru datang di bulan Januari lalu, yaitu Konstantinos Mavropanos. Bek berusia 20 tahun asal Yunani ini menjalani debut dengan sangat brilian. Salah satu hasil karyanya adalah “mengantongi” Romelu Lukaku dan terlihat matang ketika menguasai bola.

Catatan statistik Mavropanos juga sangat menjanjikan. Dicatat Squawka, umpan akurat Mavropanos mencapai 92 persen, dengan 4 kali sapuan, 3 intersep, 2 kali blok, dan tidak membuat pelanggaran satu kali pun. Kesempatan untuk pemain muda inilah yang sebenarnya diincar Wenger, di samping memberi waktu ngaso yang lebih panjang untuk pemain-pemain utama.

Tak hanya Mavropanos, beberapa pemain muda seperti Ainsley Maitland-Niles juga memuaskan. Pengalaman bermain sebagai bek kiri, lalu bek kanan membuat pemain muda asal Inggris ini matang dengan cepat. Ia tidak terlihat canggung ketika berduel dengan Paul Pogba atau Nemanja Matic. Mavropanos dan Ainsley inilah calon tulang punggung Arsenal di masa depan, selepas era Wenger berakhir.

Fellaini dan kesadaran terlambat Jose Mourinho

Sebagai tuan rumah, Manchester United sebetulnya tidak bermain sempurna. Hasil imbang 1-1 akan lebih adil, meskipun kekalahan dengan skor 2-1 ini tidak mampu melukai Arsenal. Di atas lapangan, jika pembaca menonton jalannya pertandingan dengan pikiran yang jernih dan logika yang waras, tim lapis kedua Arsenal bisa mengimbangi.

Ketika Romelu Lukaku digantikan Marcus Rashford, United kehilangan “titik vokal” untuk beradaptasi dengan jalannya pertandingan. Arsenal bertahan dengan skema dasar 4-4-1-1 dan 4-5-1 dengan kerapatan yang terjaga. Akibatnya, di depan kotak penalti terjadi penumpukan pemain. Padat.

Oleh sebab itu, di sepertiga babak kedua, United hanya bisa menyerang dari sisi lapangan. Tiadanya Lukaku membuat kerja lini pertahanan Arsenal menjadi lebih mudah. Penetrasi dari sisi lapangan adalah satu-satunya ancaman. Sementara itu, umpan silang bisa diatasi oleh Mavropanos dan Calum Chambers yang unggul secaa fisik ketimbang Rashford.

Seturut pertandingan yang hampir saja monoton, Jose Mourinho tersadar bahwa ia membutuhkan pemain di dalam kotak penalti untuk menyambut satu-satunya cara yang bisa terpikirkan oleh dirinya. Taktik jenius yang sungguh brilian dan sungguh tiada bandingannya diambil Mourinho. Ia memasukkan Marouane Fellaini.

Mourinho memang mengejar kolektivitas lini serangnya yang diisi Alexis Sanchez, yang di babak kedua menghilang entah ke mana, Jesse Lingard, dan Rashford. Ditambah Anthony Martial, keempat pemain ini pernah bermain cair dan menjanjikan. Namun, Mourinho tak menyadari, ketika melawan tim yang bertahan cukup dalam dengan kerapatan yang terjaga, kolektivitas keempatnya menjadi tumpul.

Mourinho gagap menghadapai taktik bertahan. Ia menelan sendiri racun yang ia sering ia semburkan.

Oleh sebab itu, Fellaini masuk, dengan tugas khusus untuk merangsek masuk ke kotak penalti. Dan tiba juga hujan umpan silang itu. Meski terlambat, taktik jenius Mourinho terbukti berhasil. Gol sundulan yang jenius, berasal dari umpan silang yang jenius, lahir dari pemikiran jenius Mourinho. Kita kasih tepuk tangan yang meriah untuk taktik jenius ini.

Taktik jenius yang sungguh berguna ketika menghadapi tim lapis kedua Arsenal. Sungguh luar biasa.

Sementara itu, taruhan Arsene Wenger untuk menginstirahatkan banyak pemain inti dan melepas laga melawan United harus terbukti ampuh ketika menghadapi Atletico Madrid nanti. Jika gagal, ya kekalahan ini jadi sia-sia. Kasihan Mourinho, yang sudah memikirkan taktik jenius ini.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2018 oleh

Tags: Arsene WengerfellainijeniusJose MourinhomanchesterManchester Unitedmarouane fellainimourinhounitedWenger
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
andre onana mojok.co

Kota Depok Jadi Bagian dari Perjalanan Karier Andre Onana, Calon Kiper Baru MU

12 Juli 2023
fans manchester united mojok.co

Menjadi Orang Penyabar dalam Sudut Pandang Fans Manchester United

5 Februari 2023
ronaldo mojok.co

Ronaldo dan Sederet Kontroversinya Musim Ini

14 November 2022
Menelusuri Sumber Uang yang Dimiliki Oleh Manchester United!

Menelusuri Sumber Uang yang Dimiliki Oleh Manchester United!

1 September 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.