• 400
    Shares

MOJOK.CODavid De Gea, juru selamat Manchester United, punya reflek satu level dengan sopir-sopir militan awak bus Sugeng Rahayu, reinkarnasi Sumber Kencono.

Kamu pernah nonton film The Matrix? Ingat dengan salah satu adegan ketika Neo menghentikan ratusan peluru yang ditujukan kepadanya? Ya lihat ilustrasi artikel ini kalau kamu nggak ingat betul.

Adegan itu adalah analogi yang paling pas untuk menggambarkan betapa heroiknya David De Gea ketika menjaga gawang Manchester United tetap perawan ketika dijamu Tottenham Hotspur. Seperti sosok Neo dalam film The Matrix, kiper asal Spanyol itu menjadi juru selamat “dunia” Setan Merah ketika mengalahkan Spurs dengan skor 1-0.

Total, di laga tersebut, David De Gea membuat 11 kali penyelamatan. Menggunakan tangan dan kaki, bola tak pernah bisa mencapai jala gawang United sebelah dalam. Lebih gila lagi, mantan kiper Atletico Madrid tersebut melakukan 11 kali penyelamatan hanya di satu babak.

Hebat sih, sekaligus menggambarkan betapa lini pertahanan United nggak solid amat. Cuma musuhnya saja yang cupu, seperti biasanya. Menjadi medioker paripurna ketika ekspektasi makin berat.

Spurs, seperti dijelaskan oleh Nuran Wibisono, kontributor rubrik TEKEL, adalah klub yang serba nyaris. Nyaris juara saja masih terlalu jauh, ini baru sebatas nyaris bikin gol. Tingkat delusinya sudah satu level dengan sebuah klub yang belum pernah juara Liga Inggris selama 28 tahun.

Kegemilangan De Gea yang membuat 11 kali penyelamatan adalah catatan kedua terbaiknya selama berseragam Manchester United. Penyelamatan paling banyak yang dicatatkan De Gea di satu laga adalah ketika melawan Arsenal pada musim 2017/2018 dengan 14 kali save. Catatan terbaik ketiga ada di musim 2011/2012 dengan sembilan save. Lawannya? Spurs!

Baca juga:  3 Alasan Mengapa Arsenal Harus Mempertahankan Aaron Ramsey

Peningkatan performa De Gea juga menjadi gambaran United yang semakin bagus di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Caretaker United pengganti Jose “petugas valet” Mourinho itu mencatatkan enam kemenangan dari enam laga terakhir Manchester United.

Memang, di enam laga terakhir, United terhindar dari jadwal bertemu klub besar. Mereka baru akan bertemu klub besar di laga Piala FA melawan Arsenal. Sebagai pemegang status juara Piala FA terbanyak, dan sempat bermain imbang 2-2 di Liga Inggris, Arsenal bakal memberi arti big match sesungguhnya bagi United setelah pemanasan melawan Spurs.

Ketika melawan Spurs, Ole Solskjaer juga mencatatkan sebuah pencapaian unik. Ketika masih aktif bermain untuk United, Solskjaer menderita kekalahan untuk kali pertama di Wembley (8 Agustus 1998), rumah singgah Spurs untuk sementara waktu. Ole juga menderita kekalahan kali pertama di sebuah laga final di Wembley (19 Mei 2007). Dan pada 13 Januari 2019, akhirnya Ole merasakan kemenangan untuk kali pertama di Wembley.

Catatan unik ini tidak akan terjadi tanpa kerja keras juru selamat, David De Gea. Jujur saja, di babak kedua, setelah unggul 0-1 di babak pertama, United kehilangan kendali atas bola. Spurs menunjukkan inisiatif untuk mengejar ketinggalan.

Memang ironis. Heroiknya 11 kali penyelamatan De Gea, tidak bakal bisa mengaburkan fakta bahwa pemain-pemain Spurs mudah menemukan jalur masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan. Gol, awalnya dari peluang. Peluang, berawal dari kerja tim dan renggangnya pertahanan lawan.

Baca juga:  Silap Mata Chelsea Bantu Lionel Messi Pecah Telur dan Ekspedisi AS Roma di Eropa Timur

Oleh sebab itu, bisa kamu bayangkan apabila pada tahun 2015 yang lalu mesin faks Real Madrid tidak rusak, United bisa menjadi penghuni papan tengah untuk waktu yang lama. Tahun 2015 silam, De Gea sudah di ambang pintu cabut dari Old Trafford untuk pindah ke Santiago Bernabeu. Namun, insiden rusaknya mesin faks Madrid di detik-detik akhir penutupan jendela transfer menggagalkan kepindahan kiper yang dianggap terlalu ringkih ketika awal bergabung bersama United.

Saking berjasanya mesin faks Madrid yang rusak, sebaiknya United segera membuatkan patung di luar Old Trafford, di samping patung Sir Alex Ferguson sebagai bentuk penghormatan. Jika mesin itu tidak rusak, “legenda” 11 kali save di satu babak tidak akan terjadi.

United dikenal sebagai “tim parkir bus”. Terima kasih kepada Jose “petugas valet” Mourinho untuk sebutan itu. Melawan Spurs pun, citra itu masih terasa. Meskipun tidak serapat dulu, United masih terlalu mudah mundur ke belakang untuk bertahan dan membiarkan lawan menjadi lebih dominan.

Tanpa performa ciamik dari sopir bus yang militan, United masih akan kesulitan mengejar posisi enam besar klasemen Liga Inggris. Tanpa reflek super, tangan lincah, dan kaki yang cekatan, kebangkitan United bakal tertunda. Tanpa gerak reflek super dari sopir bus ketika membanting stir menghindari aspal berlubang, United bakal terjerembab ke bibir jurang (degradasi).

Pada akhirnya, sudah sepatutnya fans Manchester United memuja sang juru selamat David De Gea. Kiper kelas dunia, pesaing sopir bus Sugeng Rahayu, reinkarnasi Sumber Kencono the legend.

Nggir ora minggir, sleding!