ceballos

Ceballos ke Arsenal: Ketika Emery Mengadopsi Arsene Wenger

MOJOK.COKebijakan Arsenal meminjam Dani Ceballos adalah usaha Emery “mengakali bursa transfer”. Strategi yang diadopsi dari Arsene Wenger.

Seni menjual dan membeli pemain di pasar transfer sepak bola itu ibarat kata membuat yang tidak berjodoh menjadi berjodoh dan demikian juga sebaliknya. Makanya, terkadang, proses negosiasi untuk membeli maupun menjual bisa berjalan sangat lama. Kalau sudah berjodoh sih, bisa terjadi dalam hitungan jam saja.

Nabi Fekir misalnya, ketika resmi menjadi milik Real Betis. Ketika kabar ketertarikan sebuah klub kelas melati dari London kepada Gio Lo Cesco datang, manajemen Betis sudah ancang-ancang mencari pengganti. Bahkan ketika Lo Celso belum sepenuhya pergi (atau sebetulnya sudah, tapi belum diumumkan), Betis resmi mengikat Fekir, salah satu gelandang serang paling diburu di jendela transfer dua musim belakangan ini.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari langkah cepat Betis? Satu hal penting yang disebut “mengakali bursa transfer”. Ohh, fans Arsenal pasti paham betul dengan kalimat itu. Toh manajemen sempat bilang begitu. Lantaran dana belanja yang terbatas, yang bisa dilakukan Arsenal adalah “mengakali bursa transfer”. Dan Dani Ceballos (mungkin) akan jadi bukti.


Kenapa Real Betis mengincar Fekir sebagai pengganti Lo Celso? Karena banyak tim besar yang fokus ke beberapa nama saja. Pun, pemberitaan hanya berkutat ke pemain “itu-itu saja”. Paling cuma Liverpool yang pernah dikabarkan punya niat mengakadkan Fekir. Namun, kesembuhan Alex Oxlade-Chamberlain dan keberadaan Xherdan Shaqiri membuat The Reds berpikir dua kali.

Baca juga:  Belanda yang Stabil vs Kekuatan Kuda Hitam Ceko: Stabil tapi Rapuh?

Betis datang dengan angka konkret. Sebuah langkah yang pastinya disukai oleh Aulas, Presiden Lyon, yang sengit betul sama Arsenal itu. Kembali, itulah contoh “mengakali bursa transfer”. Bagaimana dengan Ceballos? Kenapa cara yang sama tidak dilakukan untuk membeli Kieran Tierney atau Everton Soares, misalnya?

Arsenal mengakali bursa transfer ala Emery, seperti Arsene Wenger

Sebagai pengantar, terutama Gooners, pastinya tahu betul soal beban gaji pemain yang tidak ideal dan kesulitan menjual pemain. Membeli dan menjual itu harus beriringan. Ya sama kayak orang pacaran, jalan beriringan. Bukan yang cowok ada di belakang kayak supir saja. Atau cewek yang di belakang cowok, macam babysitter.

Mayoritas Gooners berharap kalau di tahun kedua Unai Emery, Arsenal berani belanja banyak. Atas nama perbaikan skuat, borong saja pemain-pemain bagus. Namun, yang kita dapatkan adalah dana belanja yang terbatas. Untuk tahu sebabnya, kamu harus mundur beberapa tahun ke belakang, ke salah satu kesalahan Arsene Wenger.

Faktanya adalah, Emery “mengadopsi” kekurangan dan kelebihan Wenger. Pelatih asal Spanyol itu mendapat tinggalan skuat yang sudah bergaji tinggi, underperform pula. Pembenahan sudah dilakukan ketika Theo Walcott dijual, Jack Wilshere dilepas. Menyusul kemudian Petr Cech, Danny Welbeck, dan Aaron Ramsey. Yang masih sulit dijual adalah suporter Arsenal kelas satu, Carl Jenkinson, Mo Elneny, Laurent Koscielny, dan Shkodran “back on top” Mustafi.

Mempertimbangkan keadaan seperti itu, Emery “mengadopsi” kelebihan Wenger ketika membeli pemain. Ketika Dani Ceballos tersedia di pasar transfer, Emery sendiri yang bergerak. Konon, ia menelepon Ceballos, meyakinkannya untuk bergabung, alih-alih pergi ke bagian lain Kota London untuk bermain bersama klub kelas tiga itu.

Baca juga:  Manchester United dan Arsenal Membutuhkan David Alaba dan Odsonne Edouard

Ceballos cuma bisa dipinjam? Justru ini kesempatan yang bagus. Ceballos adalah salah satu gelandang serba-bisa dengan potensi tinggi. Bahkan Real Madrid enggan memasukkan klausul pembelian di masa depan. Madrid, dalam hal ini Zinedine Zidane, artinya masih punya harapan bisa memaksimalkan servis Ceballos di masa depan.

Lantaran skuat Madrid sudah disesaki pemain lain yang juga bagus, peminjaman Ceballos itu langkah pintar. Jika memaksa membeli, Arsenal harus membayar biaya transfer yang tidak kecil. Bisa jadi, harga Ceballos mencapai 40 juta paun, atau lebih. Maka, meminjam adalah usaha “mengakali bursa transfer” itu.

Masih ingat ketika Arsene Wenger berhasil mendapatkan Mesut Ozil, Alexis Sanchez, Petr Cech? Mundur ke belakang ada Fabregas, Andrey Arshavin, dan yang paling fenomenal: Sol Campbell? Semuanya itu disebut “mengakali bursa transfer”. Wenger bergerak cepat dan senyap. Kecepatan yang coba “diadopsi” oleh Emery. Pun dengan kecerdikan menekan pengeluaran. Sebuah warisan manis dari Wenger.

Ketika bisa mendapatkan Ceballos tanpa keluar biaya, Arsenal bisa fokus ke target lain. Sesederhana itu. Lantas, kenapa strategi yang sama tidak dilakukan ke Tierney dan Everton Soares, atau Zaha, kamu bertanya.

Pertama, tentu situasinya berbeda. Masing-masin klub pemilik punya platform berbeda ketika mau menjual pemainnya. Pembeli, tidak serta-merta bisa memaksa. Terkadang, “mengikuti arus”, mengamati, dan menunggu juga salah satu seni transaksi. Asal jangan terlalu lama menunggu, tahu-tahu jendela transfer sudah tutup.

Baca juga:  Hasil Piala Dunia 2018 Swedia vs Korea Selatan Skor 1-0

Kedua, Arsenal punya pendekatan berbeda. Untuk Tierney misalnya, proses pendepatan berbeda dengan Ceballos. Celtic mau melepas asal sebagian besar dari keseluruhan nilai transfer diberikan dalam wujud cash keras. Sementara itu, lantaran keterbatasan dana, Arsenal ingin sebagian besar nilai transfer terwujud dalam add-ons dan cicilan.

Kamu mencibir pilihan mencicil pemain? Coba sana Juventus itu dicerca juga. Mereka beli Cristiano Ronaldo dan Matthijs de Ligt dengan cara dicicil dan semua orang mengakui kalau itu langkah pintar. Di sepak bola modern dengan inflasi harga pemain, mencicil itu sebuah strategi untuk “mengakali bursa transfer”. Paham, ya, nder?

Kenapa Ceballos?

Untuk musim depan, Emery mengisyaratkan akan menggunakan dua skema; 3-5-2 dan 4-3-1-2. Selain Granit Xhaka, Lucas Torreira, dan Matteo Guendouzi, para gelandang tim utama, tidak ada lagi yang punya kemampuan progresi positif. Maksudnya, rajin dan mampu melepas umpan-umpan vertikal ke blok pertahanan lawan.

Semenjak Santi Cazorla pergi, Arsenal tak lagi punya pemain dengan spesifikasi seperti ini. Padahal, kemampuan seperti Cazorla dan Ceballos sangat dibutuhkan dalam proses membangun serangan. Supaya seimbang, Ceballos bisa bermain bersama Xhaka-Torreira dalam bentuk tiga gelandang. Seimbang antara controller, destroyer, dan creator. Keseimbangan yang dibutuhkan Mesut Ozil di depan.


Jadi, kesimpulanya, meminjam Ceballos, meski tanpa klausul pembelian, adalah langkah yang bijak. Pun, kualitas si pemain bakal melengkapi skuat Arsenal. Solusi praktis untuk jangka pendek.