Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Ceballos ke Arsenal: Ketika Emery Mengadopsi Arsene Wenger

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
23 Juli 2019
A A
ceballos
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kebijakan Arsenal meminjam Dani Ceballos adalah usaha Emery “mengakali bursa transfer”. Strategi yang diadopsi dari Arsene Wenger.

Seni menjual dan membeli pemain di pasar transfer sepak bola itu ibarat kata membuat yang tidak berjodoh menjadi berjodoh dan demikian juga sebaliknya. Makanya, terkadang, proses negosiasi untuk membeli maupun menjual bisa berjalan sangat lama. Kalau sudah berjodoh sih, bisa terjadi dalam hitungan jam saja.

Iklan

Nabi Fekir misalnya, ketika resmi menjadi milik Real Betis. Ketika kabar ketertarikan sebuah klub kelas melati dari London kepada Gio Lo Cesco datang, manajemen Betis sudah ancang-ancang mencari pengganti. Bahkan ketika Lo Celso belum sepenuhya pergi (atau sebetulnya sudah, tapi belum diumumkan), Betis resmi mengikat Fekir, salah satu gelandang serang paling diburu di jendela transfer dua musim belakangan ini.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari langkah cepat Betis? Satu hal penting yang disebut “mengakali bursa transfer”. Ohh, fans Arsenal pasti paham betul dengan kalimat itu. Toh manajemen sempat bilang begitu. Lantaran dana belanja yang terbatas, yang bisa dilakukan Arsenal adalah “mengakali bursa transfer”. Dan Dani Ceballos (mungkin) akan jadi bukti.

Kenapa Real Betis mengincar Fekir sebagai pengganti Lo Celso? Karena banyak tim besar yang fokus ke beberapa nama saja. Pun, pemberitaan hanya berkutat ke pemain “itu-itu saja”. Paling cuma Liverpool yang pernah dikabarkan punya niat mengakadkan Fekir. Namun, kesembuhan Alex Oxlade-Chamberlain dan keberadaan Xherdan Shaqiri membuat The Reds berpikir dua kali.

Betis datang dengan angka konkret. Sebuah langkah yang pastinya disukai oleh Aulas, Presiden Lyon, yang sengit betul sama Arsenal itu. Kembali, itulah contoh “mengakali bursa transfer”. Bagaimana dengan Ceballos? Kenapa cara yang sama tidak dilakukan untuk membeli Kieran Tierney atau Everton Soares, misalnya?

Arsenal mengakali bursa transfer ala Emery, seperti Arsene Wenger

Sebagai pengantar, terutama Gooners, pastinya tahu betul soal beban gaji pemain yang tidak ideal dan kesulitan menjual pemain. Membeli dan menjual itu harus beriringan. Ya sama kayak orang pacaran, jalan beriringan. Bukan yang cowok ada di belakang kayak supir saja. Atau cewek yang di belakang cowok, macam babysitter.

Mayoritas Gooners berharap kalau di tahun kedua Unai Emery, Arsenal berani belanja banyak. Atas nama perbaikan skuat, borong saja pemain-pemain bagus. Namun, yang kita dapatkan adalah dana belanja yang terbatas. Untuk tahu sebabnya, kamu harus mundur beberapa tahun ke belakang, ke salah satu kesalahan Arsene Wenger.

Faktanya adalah, Emery “mengadopsi” kekurangan dan kelebihan Wenger. Pelatih asal Spanyol itu mendapat tinggalan skuat yang sudah bergaji tinggi, underperform pula. Pembenahan sudah dilakukan ketika Theo Walcott dijual, Jack Wilshere dilepas. Menyusul kemudian Petr Cech, Danny Welbeck, dan Aaron Ramsey. Yang masih sulit dijual adalah suporter Arsenal kelas satu, Carl Jenkinson, Mo Elneny, Laurent Koscielny, dan Shkodran “back on top” Mustafi.

Mempertimbangkan keadaan seperti itu, Emery “mengadopsi” kelebihan Wenger ketika membeli pemain. Ketika Dani Ceballos tersedia di pasar transfer, Emery sendiri yang bergerak. Konon, ia menelepon Ceballos, meyakinkannya untuk bergabung, alih-alih pergi ke bagian lain Kota London untuk bermain bersama klub kelas tiga itu.

Ceballos cuma bisa dipinjam? Justru ini kesempatan yang bagus. Ceballos adalah salah satu gelandang serba-bisa dengan potensi tinggi. Bahkan Real Madrid enggan memasukkan klausul pembelian di masa depan. Madrid, dalam hal ini Zinedine Zidane, artinya masih punya harapan bisa memaksimalkan servis Ceballos di masa depan.

Lantaran skuat Madrid sudah disesaki pemain lain yang juga bagus, peminjaman Ceballos itu langkah pintar. Jika memaksa membeli, Arsenal harus membayar biaya transfer yang tidak kecil. Bisa jadi, harga Ceballos mencapai 40 juta paun, atau lebih. Maka, meminjam adalah usaha “mengakali bursa transfer” itu.

Masih ingat ketika Arsene Wenger berhasil mendapatkan Mesut Ozil, Alexis Sanchez, Petr Cech? Mundur ke belakang ada Fabregas, Andrey Arshavin, dan yang paling fenomenal: Sol Campbell? Semuanya itu disebut “mengakali bursa transfer”. Wenger bergerak cepat dan senyap. Kecepatan yang coba “diadopsi” oleh Emery. Pun dengan kecerdikan menekan pengeluaran. Sebuah warisan manis dari Wenger.

Ketika bisa mendapatkan Ceballos tanpa keluar biaya, Arsenal bisa fokus ke target lain. Sesederhana itu. Lantas, kenapa strategi yang sama tidak dilakukan ke Tierney dan Everton Soares, atau Zaha, kamu bertanya.

Iklan

Pertama, tentu situasinya berbeda. Masing-masin klub pemilik punya platform berbeda ketika mau menjual pemainnya. Pembeli, tidak serta-merta bisa memaksa. Terkadang, “mengikuti arus”, mengamati, dan menunggu juga salah satu seni transaksi. Asal jangan terlalu lama menunggu, tahu-tahu jendela transfer sudah tutup.

Kedua, Arsenal punya pendekatan berbeda. Untuk Tierney misalnya, proses pendepatan berbeda dengan Ceballos. Celtic mau melepas asal sebagian besar dari keseluruhan nilai transfer diberikan dalam wujud cash keras. Sementara itu, lantaran keterbatasan dana, Arsenal ingin sebagian besar nilai transfer terwujud dalam add-ons dan cicilan.

Kamu mencibir pilihan mencicil pemain? Coba sana Juventus itu dicerca juga. Mereka beli Cristiano Ronaldo dan Matthijs de Ligt dengan cara dicicil dan semua orang mengakui kalau itu langkah pintar. Di sepak bola modern dengan inflasi harga pemain, mencicil itu sebuah strategi untuk “mengakali bursa transfer”. Paham, ya, nder?

Kenapa Ceballos?

Untuk musim depan, Emery mengisyaratkan akan menggunakan dua skema; 3-5-2 dan 4-3-1-2. Selain Granit Xhaka, Lucas Torreira, dan Matteo Guendouzi, para gelandang tim utama, tidak ada lagi yang punya kemampuan progresi positif. Maksudnya, rajin dan mampu melepas umpan-umpan vertikal ke blok pertahanan lawan.

Semenjak Santi Cazorla pergi, Arsenal tak lagi punya pemain dengan spesifikasi seperti ini. Padahal, kemampuan seperti Cazorla dan Ceballos sangat dibutuhkan dalam proses membangun serangan. Supaya seimbang, Ceballos bisa bermain bersama Xhaka-Torreira dalam bentuk tiga gelandang. Seimbang antara controller, destroyer, dan creator. Keseimbangan yang dibutuhkan Mesut Ozil di depan.

Jadi, kesimpulanya, meminjam Ceballos, meski tanpa klausul pembelian, adalah langkah yang bijak. Pun, kualitas si pemain bakal melengkapi skuat Arsenal. Solusi praktis untuk jangka pendek.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2019 oleh

Tags: Arsenalceballosemeryliga inggris
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.