Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Bonek Writer Forum Menularkan Keberanian dan Foo Fighters Bernyanyi di Belakangnya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Mei 2020
A A
Bonek Writer Forum Menularkan Keberanian persebaya pandemi virus corona MOJOK.CO

Bonek Writer Forum Menularkan Keberanian persebaya pandemi virus corona MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bonek Writer Forum menularkan keberanian lewat Tolak Bala Sepak Bola. Sebuah pengingat akan bencana, bukan untuk ditangisi, tetapi dijadikan pelajaran penting di hidup ini.

Fandom.id mengingatkan kita kalau sepak bola tak pernah selesai meski 90 menit berlalu. Pada titik tertentu, sepak bola berlanjut, bersalin muka menjadi sebuah kehidupan. Dan seperti layaknya kehidupan, di dalamnya terjadi “proses manusia”; berbahagia, mencinta, menikmati hidup, hingga tangis dan lara dari sebuah bencana.

Artinya, semua perasaan itu berkelindan, membelit satu sama lain menjadi satu kesadaran. Kamu tidak akan mengenal makna kebahagiaan ketika tidak mau menerima kegagalan. Kita tidak akan tahu makna berjuang, ketika belum pernah jatuh dan kecewa. Kamu tidak akan mengenal rasa ikhlas ketika belum pernah ditinggal pergi yang terkasih untuk selamanya.

Bonek Writer Forum mengumpulkan keberanian dari setiap individu. Untuk menulis rentetan kesedihan yang terjadi di sepak bola menjadi sebuah buku. Menjadi sebuah pengingat bahwa kesedihan justru tidak boleh dilupakan. Terkadang, meski rasa pahit akan hadir, kesedihan harus selalu dirayakan. Samar-samar, teriakan “WANI!” terdengar mengiringi.

Di belakang teriakan “WANI!”, suara Dave Grohl terdengar sayup. “It’s times like these you learn to live again. It’s times like these you give and give again. It’s times like these you learn to love again.”

Pandemi menghajar manusia dari segala sisi. Ekonomi, mental, masa depan. Tidak ada yang bisa menghindar dari pandemi ini. Angka kejahatan melonjak, ketidakpedulian kepada sesama sudah terasa. Pada saat seperti inilah, keberanian untuk bersatu harus terus dijaga. Bahwa inilah saat untuk belajar kembali caranya hidup bersama. Saat yang tepat untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan. It’s times like these you learn to love again, meski perut meronta lapar.

Bonek Writer Forum merangkum berbagai kesedihan yang melingkupi sepak bola di sepanjang sejarahnya. Mulai dari kecelakaan pesawat, akibat peperangan, kekerasan yang terjadi di tengah suporter, kematian yang tidak terduga, hingga sebuah kesimpulan bahwa, pada titik tertentu, sepak bola adalah bencana itu sendiri.

Terutama ketika sepak bola dihidupi oleh orang-orang dengan ego sedalam palung. Ego yang akan menelan manusia dan menjerumuskannya ke dalam kematian. Ego, yang memandang enteng pandemi dan memalingkan muka dari masukan para ahli.

Bonek Writer Forum merangkumnya ke dalam sebuah judul: “Tolak Bala Sepakbola”. Sebuah harapan bahwa sepak bola, yang dicintai miliaran penduduk dunia terhindar dari kesedihan lagi.

Bagi saya, Tolak Bala Sepak Bola dari Bonek Writer Forum adalah sebuah “cara memberi”. Semua pemasukan dari penjualan buku ini akan disumbangkan untuk aksi kemanusiaan. It’s times like these you give and give again. Memberi kepada sesama banyak wujudnya. Dan yang terbaik adalah sesuatu yang berasal dari diri dan ikhlas ketika melakukannya.

Ada 23 penulis dengan latar belakang berbeda. Mulai dari jurnalis, pegawai pemerintah, “ahli nujum”, dosen, hingga saya, pendekar paruh waktu pengganyang mie ayam. Bersama-sama, kami mengingat kembali rentetan kesedihan di sejarah sepak bola. Bukan untuk ditangisi, tetapi menjadi rangkaian pelajaran penting bahwa bencana tidak mungkin dilawan, tetapi “dipahami”: mitigasi.

Fajar Junaedi, Bonek, salah satu penulis di Tolak Bala sepak bola menegaskan seperti ini: “Indikatornya kurangnya papan dan panduan mitigasi di stadion saat pertandingan. Akibatnya ketika terjadi bencana, terutama yang pernah terjadi karena faktor manusia, jatuh korban. Pertandingan sepak bola melibatkan banyak orang yang mencapai ribuan sehingga perlu ada mitigasi. Yang menarik justru suporter sepak bola yang punya concern pada mitigasi. Padahal seharusnya panitia pelaksana yang paling aware tentang mitigasi.”

Mitigasi. Ada berapa banyak dari kamu, pembaca tulisan ini, yang mengenal akrab kata “mitigasi”? Salah satu harapan yang coba disampaikan oleh Bonek yang menulis adalah meningkatnya kewaspadaan akan bencana. Jangan dilawan, tetapi dipahami, supaya kelak tidak jatuh korban.

Buku ini akan didedar oleh empat seri diskusi yang diberi nama Cangkrukan Online Kita (COK). Seri pertama akan dilakukan pada Kamis (5/7). Diskusi COK 1 akan dipantik oleh Agnes Santoso dan R.N Bayu Aji. Fajar Junaedi akan menjadi pemandu sekaligus penengah ben gak malah tawur, cok.

Iklan

Kamu bisa mengikuti empat seri COK lewat zoom. Jadwal dan keterangan lebih lanjut, silakan simak poster di bawah ini.

 

Menghilangkan ketakutan bukan perkara mudah. Apalagi kalau kamu berjuang sendirian. Berbagai ingatan akan rasa sakit itu tampak sangat awet. Kami, Bonek Writer Forum, berusaha menjadi teman yang baik. Menemanimu di tengah kesulitan akan pandemi dan berbagai ketakutan yang mengiringi.

Mari berbagi. It’s times like these you give and give again. Terkadang, kasih bukan semata materi, tetapi cukup sekadar peduli. It’s times like these you learn to love again. Kembali, suara Dave Grohl sayup-sayup terdengar, membayangi teriakan “WANI!” melawan pandemi. Saling menemani dan menjaga.

BACA JUGA Bonek, Ras Terkuat di Muka Bumi, Mengajari Jogja Mengatasi Klitih atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2020 oleh

Tags: bonekbuku sepak bolapandemi virus coronapersebayaSurabayatolak bala sepak bolavirus corona
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.