Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arteta dan Arsenal Itu Mirip Ember Bocor yang Tak Tertolong Lagi

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
14 Agustus 2021
A A
Arteta dan Arsenal Itu Mirip Ember Bocor MOJOK.CO

Arteta dan Arsenal Itu Mirip Ember Bocor MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dear Mikel Arteta dan Arsenal, hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan dimenangkan, bukan?

Mas Rossi F. Noor memang benar. Saat ini, Arsenal mirip seperti Manchester United era Jose Mourinho. Tidak ada kohesi, disjointed, dan seperti tidak dijalankan dengan benar. Piala FA yang didapat beberapa tahun yang lalu cuma sebatas “tambalan”. Padahal masalah yang ditambal itu tidak pernah benar-benar selesai diperbaiki.

Ibarat kata ember plastik yang bocor. Kamu berusaha menambalnya dengan lakban khusus atau lem korea. Semua usaha itu sifatnya sementara. Tidak mengatasi masalah yang lebih besar, yaitu kebutuhan membeli ember baru yang lebih awet.

Ember plastik itu, pada titik tertentu, seperti keramik. Sekali rusak, tidak akan pernah sama lagi. Jepang punya seni memperbaiki keramik yang pecah. Seni yang membuat kerusakan terlihat indah. Namun, meskipun indah, hakikatnya tidak berubah, yaitu keramik itu rusak.

Ember plastik sama seperti itu. Menambalnya dengan lakban khusus memang pertolongan pertama. Namun, kebocoran itu hanya ditutup sementara. Ketika tekanan di dalam ember semakin kuat, sementara bahan yang digunakan terlalu murahan, kebocoran akan berubah menjadi sobek. Tidak akan ada air (baca: manfaat) yang bisa ditampung.

Saya sadar kalau kalimat di atas akan menyakiti hati fans Arsenal. Apalagi untuk mereka yang masih berharap kepada Mikel Arteta. Namun, sebuah kenyataan tetap harus disampaikan meski bakal terasa menyayat hati.

Saya pribadi tidak membenci Arteta. Jujur saja, saya juga masih berharap Arteta sukses bersama Arsenal. Saya berharap dia bisa memperbaiki skuat, mengubah ide cara bermain, dan mengembalikan The Gunners ke telatah papan atas seperti seharusnya.

Saya tidak keberatan Arteta dipertahankan asal dua syarat terpenuhi. Pertama, manajemen mendukung pelatih asal Spanyol itu sepenuhnya. Bukan soal membeli pemain, tetapi memperkuat struktur gaji juga. Kedua, dia tidak lagi keras kepala dan mau mengubah cara bermain tim secara keseluruhan.

Jika dua syarat itu tidak terlihat menjelang penutupan jendela transfer musim panas, analogi ember bocor di atas bakal menemui kebenarannya. Manajemen Arsenal bekerja seperti siput. Terlalu lamban untuk segera menjual pemain. Akibatnya, Arteta dan tim perekrutan pemain baru tidak bisa bekerja dengan leluasa.

Lantaran tidak bisa menjual pemain yang terlalu medioker, Arsenal tidak bisa melonggarkan gaji. Selain itu, kuota pemain untuk didaftarkan juga terlalu besar. Perampingan skuat ini seharusnya sudah selesai dikerjakan sejak musim lalu. Namun, sekali lagi, manajemen bekerja seperti siput. Lamban.

Di luar sana, masih banyak yang “memaafkan” Arteta karena kondisi skuat yang jauh dari kata seimbang. Saya setuju dengan sikap ini. Namun, di sisi lain, tidak ada perubahan nyata dari cara bermain.

Perlu pembaca catat bahwa ide pelatih dengan kondisi skuat tidak selalu linier. Jurgen Klopp, misalnya. Pelatih Liverpool itu butuh tiga musim untuk memberi hasil. Ketika komposisi pemain yang dia butuhkan sudah komplet, Liverpool memetik buah manis dari kesabaran itu.

Namun, dalam perjalanan menuju kesuksesan, ide Klopp di atas lapangan sudah terlihat jelas. Pressing dengan intensitas tinggi menjadi fokus. Dia berani mencoba ide ini dengan pemain seadanya. Jelas, dia gagal. Namun, fans bisa melihat arah Klopp itu mau ke mana.

Berbeda dengan Arteta yang seperti tidak belajar dari musim lalu. Sisi pertahanan memang membaik. Namun, sebaliknya, lini depan menjadi bahan meme paling laris sampai sekarang.

Iklan

Cara bermain Arsenal di bawah Arteta itu sederhana: membangun serangan dari bawah, alirkan bola ke dua sisi lapangan untuk memecah konsentrasi blok pertahanan lawan, kalau mendekati kotak penalti, arahkan bola ke kiri ke kaki Kieran Tierney, lalu lepas crossing. Tidak ada variasi. Tidak mempan melawan tim-tim yang bermain disiplin.

Iya, saya tahu, skuatnya tidak mendukung. Namun, bukankah keberanian untuk mencoba itu dibutuhkan semua pelatih? Semua peneliti pasti melewati fase trial and error. Dari sana, peneliti bisa mencatat mana saja yang berhasil dan mana yang gagal. Catatan itu membuat penelitian menjadi efektif.

Mengapa Arteta tidak berani mencadangkan Aubameyang tapi malah memaksanya bermain di sisi kiri? Mengapa Pepe tidak dijajal sebagai striker karena dua penyerang utama Arsenal tengah mandul? Mengala Saliba tidak diberi kesempatan? Dan masih banyak “mengapa” lainnya.

Inti dari racauan saya adalah: klub dan pelatih sama-sama punya dosa. Perbaikan harus menyeluruh. Tidak ada salahnya membeli “ember baru” kalau kebocoran ember yang lama sudah tidak bisa diperbaiki. Kalau mau cuan besar, bukankah investasi yang disiapkan juga besar?

Saat ini, keberanian untuk bertindak secara radikal mungkin jadi satu-satunya pilihan. Pada fase tertentu, sebuah insan bisnis memang harus merugi. Toh fans sendiri sudah bertaruh dan merugi sejak lama. Kini giliran klub untuk berkorban demi pertaruhan kebahagiaan fans.

Lagipula, dear Arteta dan Arsenal, hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan dimenangkan, bukan?

BACA JUGA Doa Terbaik untuk Mikel Arteta dan Semua Manusia di Sekitar Arsenal dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2021 oleh

Tags: Arsenalartetaember bocorhasil liga inggrisJose MourinhoJurgen KloppLiverpoolManchester United
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
andre onana mojok.co
Olah Raga

Kota Depok Jadi Bagian dari Perjalanan Karier Andre Onana, Calon Kiper Baru MU

12 Juli 2023
NGGAK MASUK AKAL! MU KALAH 7-0 DAN ALASAN KENAPA SEKOLAH HARUS JAM 5 PAGI!
Video

Nggak Masuk Akal! MU Kalah 7-0 dan Alasan Kenapa Sekolah Harus Jam 5 Pagi

8 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.