MOJOK.CO Menjual banyak pemain bukan perkara mudah dan bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Pekerjaan Arsenal di musim panas bakal berat.

Belum ada kabar yang pasti terkait aktivitas transfer Arsenal di musim panas nanti. Semuanya masih sebatas perkiraan dan analisis dari berbagai media. Kecuali satu berita yang nampaknya paling mendekati kenyataan, yaitu perihal hengkangnya David Luiz di akhir musim nanti.

Sebelum kabar potensi perpisahan David Luiz dan Arsenal nanti, konon katanya, ada 5 pemain senior yang sudah pasti dijual. Ketika nama bek tengah asal Brasil itu akhirnya muncul di berita transfer, saya kira kabar 5 pemain senior akan “dibuang” memang benar adanya. Siapa 5 pemain senior yang dimaksud?

Jika melihat dari sisi usia saja, selain David Luiz, ada 3 pemain senior yang masuk dalam daftar tersebut. Mereka adalah Alexandre Lacazette, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Willian. Siapa lagi yang sudah berusia 30 tahun ke atas? Tidak ada.

Namun, jika meruju kepada sisi senioritasnya di dalam skuat, potensi penjual pemain menjadi lebih luas. Selain nama-nama  di atas, mereka yang bisa masuk katetori senior adalah Hector Bellerin, Rob Holding, Calum Chambers, Granit Xhaka, Mo Elneny, Bernd Leno, dan Cedric. Mereka yang sedang dipinjamkan, seperti Kolasinac dan Torreira juga masuk ke dalam daftar tersebut.

Intinya, Arsenal sudah sampai di sebuah titik di mana mereka harus mengambil keputusan krusial. Yang saya maksud adalah dengan tega “menendang pergi” mereka yang sudah seharusnya pergi. Semuanya demi skuat yang seimbang dan jawaban atas ambisi sebagai tim besar.

Baca juga:  5 Panduan Memahami Kemungkinan Thomas Tuchel Menggantikan Arsene Wenger Sebagai Pelatih Arsenal

Arsenal, menjual pemain itu tidak mudah

Kalau tidak salah ingat, hampir di setiap akhir musim, saya selalu mengingatkan bahwa menjual pemain itu lebih sulit ketimbang membeli. Terutama menjual mereka yang tidak lagi dalam performa terbaik, berusia senja, dan bergaji besar.

Celakanya, pemain-pemain senior Arsenal, yang katanya mau dijual, masuk ke dalam 3 kategori tersebut. Sudah performanya buruk nan tiada konsisten, sudah masuk usia akhir karier, dan bergaji besar. Bagi saya, kondisi ini yang selalu menyulitkan Arsenal di beberapa musim terakhir.

Yah, ujungnya kita tahu, kalau Arsenal harus menderita kerugian besar ketika aksi “cuci gudang” ini berjalan. Jenis kerugian yang tidak boleh mereka sesali atau jadi penahan langkah revolusi. Toh semuanya dimulai dari kebijakan manajemen. Kerugian adalah bagian dari bisnis yang tidak bisa dihindari.

Manajemen sendiri katanya sudah menegaskan bahwa mereka akan mendukung penuh Mikel Arteta untuk perombakan skuat. Namun, fans Arsenal tidak boleh meninggalkan akal sehat bahwa janji manis itu memang sulit diwujudkan selama tidak ada kenyataan di balik kampanye soal ambisi.

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengobrol di podcast Mas Jan, admin Chelsea Indonesia. Saya menegaskan bahwa owner yang ambisius itu bagus di satu sisi. Apa yang ada di sisi lain? Yaitu kemampuan untuk mewujudkan ambisinya. Roman Abramovic yang jatuh cinta dengan sepak bola berkat menonton laga magis antara Manchester United vs AC Milan, punya kemampuan yang dibutuhkan untuk mewujudkan janji dan ambisi.

Baca juga:  Menghitung Kekayaan Mathieu Flamini, Pemain Sepakbola Terkaya di Dunia

Mau Kroenke, mau Daniel Ek, tanpa kemampuan mewujudkan ambisi, Arsenal tak akan pernah melangkah maju. Atau jika bisa maju satu langkah, mereka tetap tertinggal karena para rival sudah berlari menempuh ratusan langkah.

Oleh sebab itu, semuanya dimulai dari menjual pemain. Meski pada akhirnya tidak bisa membeli pemain yang dibutuhkan, di mata saya, ketika berhasil menjual para deadwood, Arsenal sudah berhasil menyelesaikan satu misi penting. Ketika musim depan gagal bermain di Eropa, The Gunners bisa melirik pemain-pemain akademi untuk menjadi penggawa baru.

Satu hal yang perlu dicatat adalah menjual pemain itu juga butuh waktu. Jendela musim panas, secara efektif, cuma berjalan 3 bulan. Bukan waktu yang lapang untuk menjual banyak pemain dan membeli pengganti. Ini titik krusial dalam revolusi Arsenal. Gagal melakukannya, musim depan, status badut masih akan mereka sandang.

BACA JUGA Arsenal dan Cara Terbaik untuk Bertahan Hidup dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.