Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Pinang, Si Palem Spesialis Lomba Agustusan

Redaksi oleh Redaksi
2 Juli 2017
A A
pinang
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak tanaman di dunia, namun hanya satu yang akan selalu disebut pada saat hari peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia. Yak, tul. Pinang.

Pinang adalah sejenis palem yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia, dan Afrika bagian timur. Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, sebab ia punya banyak khasiat sebagai obat cacingan, disentri, dan diare. Selain itu, bijinya juga kerap dimanfaatkan sebagai campuran orang untuk makan sirih.

Pinang memang tanaman yang populer oleh sebab batangnya, ia sering digunakan sebagai ajang lomba panjat pinang, sebuah lomba yang namanya menyalahi norma budaya ketimuran, sebab harusnya pinang dulu baru dipanjat, bukan malah sebaliknya.

Saking populernya panjat pinang, sampai-sampai, lomba panjat yang menggunakan bambu pun namanya tetap panjat pinang, bukan panjat bambu.

Tanaman ini cukup mudah ditemukan, terutama di area pertamanan, karena ia memang banyak ditanam sebagai pohon hias.

Hampir semua bagian dari pohon pinang bisa dimanfaatkan, mulai dari bijinya, daunnya, kulitnya, sampai batangnya. Tak heran jika ia menjadi pesaing berat kelapa sebagai logo Pramuka. Andai dulu Tuhan tidak menciptakan kelapa, niscaya, logo Pramuka sekarang bukanlah tunas kelapa, melainkan tunas pinang.

pohon pinang

Terakhir diperbarui pada 8 November 2017 oleh

Tags: panjat pinangpinangsirih
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Resahnya Anak Petani di Pekanbaru Akibat Harga Pinang Tak Kunjung Naik MOJOK.CO
Kilas

Resahnya Anak Petani di Pekanbaru Akibat Harga Pinang Tak Kunjung Naik

10 November 2023
List

Lomba Tujuhbelasan dan 5 Cerita Sedih di Balik Sejarahnya

16 Agustus 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa

21 Februari 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.