Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Nabati

Menyembuhkan Gondongan dengan Kalung Mengkudu

Redaksi oleh Redaksi
30 Juli 2017
A A
kalung mengkudu
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak jenis penyakit yang pernah tercatat dalam sejarah dunia kedokteran. Namun, hanya sedikit yang efeknya bisa sampai mengubah tata letak wajah. Dari jumlah yang sedikit itu, gondongan adalah salah satunya.

Gondongan adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar parotid (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan karena infeksi virus. Kelenjar ini terletak tepat di bawah telinga di samping wajah. Oleh sebab itulah orang yang mengalami gondongan, bagian sisi wajahnya, terutama di bagian atas leher dan di bawah pipi, akan terlihat membesar. Persis seperti musuhnya Stephen Chow di film Kungfu Hustle yang pakai jurus katak itu.

Konon katanya, sampai saat ini belum ada obat yang diklaim secara pasti bisa mengobati penyakit gondongan ini. Namun, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya hanya dengan istirahat yang cukup, sebab proses penyembuhan pada penyakit gondongan ini adalah melalui pemulihan sistem kekebalan tubuh.

Nah, uniknya, banyak orang tua zaman dulu, utamanya yang tinggal di desa, punya metode ampuh untuk menyembuhkan penyakit gondongan ini. Selain dengan menggunakan blau, orang tua zaman dulu sering memakaikan kalung mengkudu kepada anak-anak mereka yang terkena gondongan.

Lantas, apakah kalung mengkudu ini benar-benar bisa menyembuhkan penyakit gondongan?

Usut punya usut, ternyata mengkudu tidak punya efek sama sekali terhadap penyakit gondongan. Penggunaan kalung mengkudu rupanya memang tidak dimaksudkan untuk mengobati gondongan, sebab orang tua zaman dulu sudah paham betul bahwa gondongan bisa sembuh dengan sendirinya. Jadi, memakai kalung mengkudu atau tidak, si anak yang terkena gondongan pasti akan sembuh dengan sendirinya.

Lantas, untuk apa kalung mengkudu tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah agar si pemakai kalung mengkudu merasa malu terhadap kawan-kawannya karena harus memakai kalung mengkudu, sehingga ia tak berani keluar rumah dan hanya menghabiskan waktu di kamar saja. Hal ini ternyata punya dua maksud. Pertama, agar si anak yang terkena gondongan bisa istirahat dengan maksimal. Dan yang kedua, agar virus gondongan ini tidak menular kepada kawan-kawannya.

Nah, itulah unik dan ampuhnya orang tua zaman dulu. Walaupun jadul, tapi pemikiran mereka visioner. Mereka bisa dengan sangat tepat mengimplementasikan jargon “mencegah lebih baik daripada mengobati” hanya dengan kalung mengkudu, tanpa harus mengikuti pelatihan dan penataran kesehatan terlebih dahulu.

kalung mengkudu

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2017 oleh

Tags: gondongankalungmengkuduorang tua
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO
Urban

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
lowongan kerja, kerja di kota, lebaran.MOJOK.CO
Catatan

Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong

10 Maret 2026
Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami para Caregiver MOJOK.CO
Esai

Ibuku Demensia dan Aku Seorang Sandwich Generation yang Kecewa Absennya Negara Bagi Kami Para Caregiver

4 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Campus Leagu: kompetisi olahraga kampus untuk masa depan atlet mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial

22 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.