Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Membincangkan Aktivisme dan Tawa di Panggung Komedi ala Komika Punk Dodok Jogja

Redaksi oleh Redaksi
23 September 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tamu Sebat Dulu kali ini kedatangan Dodok Jogja, seorang aktivis, komika, sekaligus breeder ikan koi yang blak-blakan membicarakan isu sosial, hukum, dan lingkungan dengan gaya santai tapi penuh makna.

Dalam obrolan ini, Dodok mengkritik tajam pengelolaan sumber daya alam yang sering hanya menguntungkan segelintir orang, sementara rakyat kecil dibiarkan berjuang sendiri. Ia juga menyinggung dugaan hotel di Jogja yang mengeringkan sumur serta privatisasi air yang bertentangan dengan UUD 1945.

Baginya, UUD 1945 seharusnya jadi pedoman sumber daya publik, yang semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk menambah pundi-pundi investor.

Tak sampai disitu, dengan blak-blakan ia juga membicarakan problem struktural lain, mulai dari ketidakadilan hukum, hingga bahaya ketika sejarah yang ditulis hanya penuh glorifikasi. Ia merasa Indonesia kerap gagal memberi ruang belajar dari masa lalu, sehingga kita mudah mengulang luka yang sama.

Menariknya, di usia 46 tahun, Dodok Jogja justru memilih stand up comedy sebagai jalan baru untuk aktivitasnya. Menurutnya, komedi adalah media untuk menyampaikan keresahan tanpa harus menggurui. Penampilannya  bahkan sudah terekam dalam format digital, hal ini membuktikan keseriusan  menjadikan panggung komedi sebagai sarana kritik sosial.

Di balik gaya blak-blakan, Dodok Jogja adalah sosok yang hangat dan penuh refleksi. Ia berbagi cerita tentang rumah tangganya, bagaimana komitmen dengan pasangan menjadi  pondasi kehidupan. Bagi Dodok, hidup bukan hanya soal mengejar materi, tapi tentang menanam kesadaran dan mengisi waktu yang singkat dengan penuh kebaikan.

Episode Sebat Dulu kali ini terasa lengkap. Kritik sosial, refleksi diri, cinta, dan tawa berpadu lewat kejujuran. Dengan gaya yang lugas dan hangat, Dodok mengajak kita menjaga kesadaran, peduli lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial demi masa depan.

Tags: Dodo Jogjaglorifikasi sejarahsebatdulustand up comedy jogja

Terpopuler Sepekan

Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.