Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Tolak Penjara Anak, Apa pun Alasannya!

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
21 November 2022
A A
Tolak Penjara Anak, Apa pun Alasannya!

Tolak Penjara Anak, Apa pun Alasannya! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apakah Anda sepakat dengan penjara anak? Apakah Anda muak dengan kenakalan remaja, dan ingin mereka semua mendekam di penjara? Maka artikel ini wajib Anda baca.

Isu tentang pentingnya penjara anak makin santer dibicarakan. Apalagi semenjak kasus bullying dan kenakalan remaja makin sering didengar. Klitih misalnya, di mana anak dan remaja menjadi algojo jalanan. Mereka berebut untuk melukai bahkan membunuh demi eksistensi diri. Lalu berbagai kasus bullying yang sampai memakan korban jiwa, baik cedera sampai meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Penjara anak dinilai akan memberi efek jera. Menjadi teror yang akan menakuti calon pelaku kenakalan remaja dan kekerasan jalanan. Diharapkan hadirnya penjara anak akan menekan perilaku destruktif tersebut.

Tapi, benarkah begitu?

Penjara tidak pernah menjadi solusi

Banyak dari kita yang menilai penjara sebagai solusi dari kejahatan. Idealnya, penjara menjadi ruang rehabilitasi bagi pelaku kejahatan. “Sekolah” yang akan mendidik pesakitan agar layak untuk hidup berdampingan di masyarakat. Sekaligus menjadi alat teror untuk menakuti “calon” pelaku kejahatan.

Berhasilkah? Buka mata, buka telinga, dan lihat di sekitar Anda.

Penjara justru tidak memenuhi seluruh peran di atas. Banyak pelaku kejahatan malah “belajar” lebih jadi penjahat di penjara. Banyak maling dan perampok bisa menemukan sindikat baru di penjara. Bahkan upgrade, dari maling TV bisa jadi maling kartu kredit. Dari begal independen sampai jadi jaringan begal di jalan antarprovinsi. Wajar sih, toh apa yang bisa diharapkan dari ruang isolasi yang berisi pelaku kriminal?

Hierarki sosial juga menempatkan mantan pesakitan sebagai masyarakat kelas bawah. Catatan kriminal akan terus melekat, termasuk dalam SKCK. Para mantan pesakitan tidak pernah dipandang layak menjadi bagian dari masyarakat. Jadi penjara telah gagal sebagai fungsi lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Menjadi Mahasiswa Rantau di Jogja ketika Motor Scoopy Saya Disangka Motornya Pelaku Klitih

Jogja dan Lamongan Itu Saudara Kembar: Sama-sama Punya Masalah Upah Rendah, dan Sama-sama Susah Jadi Pemimpin!

Terakhir, kejahatan dan perilaku kontra sosial masih ada kan? Padahal penjara sudah hadir setua peradaban. Jika fungsi teror tadi berhasil, harusnya angka kejahatan bisa ditekan dari tahun ke tahun. Tapi kejahatan yang dibenci masyarakat memang tidak terjadi karena kurangnya penjara. Tapi karena masalah sosial yang menyebabkan seseorang melakukan apa yang dilarang oleh masyarakat.

Apakah penjara anak akan berakhir sama seperti penjara pada umumnya?

Jauh panggang dari api

Apa yang terjadi ketika seorang anak dipenjara? Mereka akan berkumpul dengan sesama narapidana, dan jauh dari kehidupan sosial. Jauh dari pendidikan konvensional yang sejatinya mencetak mereka jadi anggota masyarakat ideal.

Dari situ saja, sudah terlihat bahwa penjara anak tidak menjawab kebutuhan anak dan remaja. Justru mereka diasingkan dari lingkungan yang seharusnya mendidik mereka. Lebih buruk, penjara anak akan menghapus kesempatan seseorang untuk menjadi “baik”.

Ingat salah satu efek yang diterima narapidana? Mendapat catatan buruk. Bayangkan seseorang yang sedang membangun jati diri langsung mendapat catatan buruk di masyarakat. Maka seluruh perkembangan dirinya akan mengikuti catatan itu. Apakah ini yang diharapkan dari eks narapidana penjara anak?

Hal terburuk adalah terbentuknya kelompok kriminal baru dari penjara anak. Bahkan kecenderungan ini lebih tinggi daripada penjara orang dewasa. Mental kerumunan dan pencarian jati diri menjadi alasan utamanya.

Mereka yang menyuarakan penjara anak sering tidak berlandaskan perbaikan generasi muda. Mereka menilai seorang pelaku kenakalan remaja sebagai misfits di masyarakat. Dan mengasingkan siapa pun yang dipandang tidak layak menjadi bagian dari masyarakat. Mereka tidak akan pernah setuju dengan opsi rehabilitasi, karena penjara anak adalah tempat ideal bagi “bibit kriminal”.

Rehabilitasi adalah satu-satunya jawaban

Saya berdiskusi tentang ini dengan Mas Wisnu, salah satu kepala panti asuhan di Jogja. Ia memandang yang dibutuhkan pelaku kenakalan remaja adalah rehabilitasi. Jangan sampai dijauhkan dari masyarakat, dan justru dibimbing untuk menyesuaikan diri di dalam masyarakat. Menurut Mas Wisnu, penjara anak malah membangun mental kriminal yang lebih kuat.

Seperti klitih, penjara anak malah berpotensi membentuk kelompok klitih baru. Menjadikan label “penjahat” sebagai alasan mereka melakukan klitih. Pelaku bullying juga sama, akan keluar dari penjara sebagai sosok menyeramkan. Sangat besar kemungkinan bagi mereka untuk jadi bully yang lebih mengerikan.

Tapi kenapa opsi rehabilitasi malah dipandang sebelah mata? Karena masyarakat ingin menghukum, bukan memperbaiki. Anda bisa lihat di berbagai opini warganet yang pro penjara anak. Mereka ingin pelaku kejahatan mendapat posisi sangat rendah di masyarakat. Bahkan setelah keluar dari penjara.

Dan lebih dari rehabilitasi, ada opsi untuk memperbaiki lingkungan masyarakat. Apa yang jadi sumber kenakalan remaja, itulah yang diperbaiki. Baik sosial, ekonomi, sampai budaya yang dipelihara selama ini. Tapi banyak yang tidak rela untuk mengakui situasi sosial kita adalah sumber kejahatan.

Kini, semua tinggal pilihan Anda, menghakimi tanpa solusi, atau memperbaiki dan mereduksi kejahatan. Jika Anda memilih yang kedua, Anda akan menolak penjara anak.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kehidupan di Penjara dan Cara Narapidana Menghabiskan Masa Hukuman agar Tidak Bosan Setengah Mampus

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2022 oleh

Tags: klitihKriminalpenjara anakrehabilitasi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Orang yang Mematikan Centang Biru WhatsApp Pasti Punya Alasan terminal mojok.co

Modus Penipuan via SMS yang Kian Membosankan

14 Juni 2019
Memiliki Berewok Ternyata Sering Bikin Orang Lain Salah Sangka

Punya Berewok Ternyata Sering Bikin Orang Lain Salah Sangka

4 April 2020
anak preman high&low crows zero gangster mojok

Privilese dan Ironi yang Saya Dapat sebagai Anak Preman

11 Januari 2021
Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

5 Februari 2024
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR

10 April 2020
Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

12 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.