Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Subway: Sandwich Overhype yang Rasanya Kurang Cocok sama Lidah Orang Indonesia

Tiara Uci oleh Tiara Uci
19 April 2022
A A
Subway: Sandwich Overhype yang Rasanya Kurang Cocok sama Lidah Orang Indonesia Terminal Mojok.co

Subway: Sandwich Overhype yang Rasanya Kurang Cocok sama Lidah Orang Indonesia (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Brand sandwich dari Amerika Serikat bernama Subway baru-baru ini kembali membuka gerai di Indonesia. Sebelumnya, Subway pernah ada di negara kita pada 1990-an, tapi kemudian tutup pada 2005. Setelah hengkang cukup lama dari bumi pertiwi, kembalinya Subway di negara ini disambut riang gembira oleh banyak orang. Gerai pertama yang dibuka di Jakarta selalu dipenuh pengunjung dengan antrean mencapai satu kilometeran.

Di Surabaya juga terjadi hal serupa. Saat dibuka pertama kali pada bulan Maret 2022, gerai Subway yang berlokasi di Pakuwon Mall Surabaya dan di Gubeng Street diserbu pengunjung dengan antrean mengular. Ia sudah mirip dengan antrean orang-orang yang berburu minyak goreng murah.

Outlet Subway (Shutterstock.com)

Saking ramainya, pihak Subway sampai harus membatasai jumlah pembelian. Setiap satu customer, maksimal hanya boleh pesan dua sandwich. Nggak hanya itu, banyaknya antusiasme orang terhadap Subway ini sampai membuka lapangan pekerjaan baru yaitu jastip khusus membeli produk Subway.

Melihat betapa banyaknya orang Indonesia yang antusias, saya jadi penasaran. Memang, seenak apa sih Subway Indonesia? Kok sampai banyak orang rela berdiri mengantre beberapa jam demi sepotong makanan?

Subway di Indonesia menawarkan sandwich dengan roti yang dibagi dalam tiga jenis yaitu wheat, white, dan honey oat. Untuk roti wheat yaitu roti gandum, dengan teksturnya yang keras layaknya roti baguette yang biasa dipakai sarapan orang Prancis. Pokoknya, jenis roti yang nggak cocok untuk lidah orang Indonesia.

Lalu untuk roti white, rasanya mirip roti tawar biasa dan teksturnya lebih empuk dibandingkan dengan roti yang wheat. Sementara untuk honey oat rasa rotinya mirip gandum, tapi teksturnya lebih empuk dan lapisan luar rotinya diberi taburan oat. Dari ketiga roti yang ditawarkan Subway, menurut saya jenis roti white yang paling enak dan pas dijadikan sandwich.

Untuk sausnya, Subway memberikan kita pilihan saus mayones, sweet onion, honey mustard, BBQ, thousand island, chipotle southwest, tomatoes, dan chili. Sementara pilihan sayurannya ada pickle, cucumber, white onion, tomato, green paper, olive, dan lettuce. Sayurannya sih nggak ada masalah ya, lidah orang Indonesia sudah familier dengan semua sayuran tersebut kecuali olive. Subway menggunakan olive hitam, bukan olive hijau, dan rasa olive-nya ada kecut-kecutnya.

Sandwich Subway (Shutterstock.com)

Cara membeli sandwich di sini sebenarnya customizes. Pertama-tama, kita pilih jenis rotinya. Kedua pilih isian daging atau ayamnya. Ketiga, pilih isian sayurannya dan terakhir pilih sausnya. Akan tetapi, kalau males ribet dan bingung milihnya, mereka sudah memberikan pilihan menu yang langsung jadi. Ada sepuluh menu yang ditawarkan yaitu Italian BMT, steak and cheese, tuna mayo, egg mayo, spicy Italian, roasted chicken, chicken slice, BBQ chicken, chicken teriyaki, dan veggie delights.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Di antara sepuluh menu yang ditawarkan tersebut, ada tiga menu yang paling banyak direkomendasikan orang yaitu Italian BMT, chicken teriyaki, dan tuna mayo.

Menu Italian BMT terdiri dari roti wheat dengan isian beef salami, pepperoni, dan irisan daging ayam yang dicampur dengan sayuran dan diberi saus honey mushroom. Akan tetapi, jenis saus ini nggak cocok untuk kebanyakan orang Indonesia yang terbiasa makan burger dengan saus sambal pedas. Italian BMT yang ditambah saus honey mushroom akan membuat rasa sandwich-nya asam, gurih, sedikit manis, dan sangat kecut. Jika lidah kita Jowo tulen, agar sandwich-nya nggak kita muntahkan karena rasanya terlalu kecut, sebaiknya membeli Italian BMT dengan tambahan chili sauce.

Sementara untuk menu chicken teriyaki adalah roti white yang berisi ayam bumbu teriyaki, lalu diisi sayuran dan diberi tambahan saus thousand island. Mendengar kata teriyaki, kita pasti kebayang rasa sausnya ada manis-manisnya gitu, kan? Tapi kenyataannya nggak gitu, teriyaki-nya Subway bukan jenis teriyaki yang biasa dimakan orang Indonesia. Namun, teriyaki yang rasa jahenya kuat banget dan aromanya powerful. Bagi yang nggak terbiasa makan teriyaki asli Jepang, akan terasa eneg banget makan chicken teriyakinya Subway.

Lalu untuk menu tuna mayo, sandwich-nya berisi ikan tuna, sayuran, dan diberi saus mayo. Melihat komposisinya, kita pasti mengira rasanya gurih dan enak banget. Kenyataannya, rasa tuna mayonya lebih ke asin banget, Gaes. Maaf sebelumnya, tapi jujurly, rasa sandwich tunanya Bon Ami dan Starbucks lebih enak dari pada sandwich tunanya Subway.

Pokoknya, jika kalian tipe orang yang makan piza nggak ada saus cabenya nangis, saya jamin 99% kalian nggak bakalan cocok dengan tuna mayonya Subway. Saran saya, kalau ingin mencoba sandwich tuna mayo di sini, belilah tambahan chilli sauce, agar rasa sandwich-nya familier di lidah ndeso kita ini.

Secara keseluruhan, hampir semua menu Subway Indonesia nggak dimodifikasi agar cocok dengan lidah orang Indonesia. Saya mengatakan demikian karena rasa sandwich Subway yang saya makan di Surabaya sama persis dengan Subway yang saya makan di Don Muang, Thailand.

Sandwich yang masih di dalam bungkus (Shutterstock.com)

Semua sausnya juga terasa berbeda dengan saus yang biasa kita nikmati di Indonesia. Bahkan nih ya, rasa chili sausnya di sini bukan seperti saus cabe yang biasa kita gunakan. Namun, ia lebih ke chili sauce ala Mexico yang rasa pedasnya itu menyebar di mulut dengan aroma paprika.

Satu-satunya menu Subway yang menurut saya lumayan cocok dengan lidah orang Indonesia saat gigitan pertama adalah yang varian steak & cheese dengan tambahan saus honey mushrooms dan chili. Saya nggak bilang sandwich Subway nggak enak ya, tapi kurang cocok saja dengan lidah Indonesia. Kalau lidah kalian sudah westerns food mungkin nggak masalah dan cocok-cocok aja. Tapi tetap saja, untuk selembar sandwich yang diperoleh dengan cara berdiri selama satu jam sih, menurut saya rasanya nggak sebanding dengan lamanya antrean.

Namun, untuk harga, harus diakui, Subway ini memang terbilang murah dibandingkan dengan sandwich sejenis dari brand lainnya. Harga rata-ratanya Rp25-45 ribu untuk ukuran six inch dan Rp47-87 ribu untuk ukuran footlong. Dengan harga segitu, Subway memberikan kita isian daging dan ayam yang banyak banget. Pokoknya, makan satu sandwich Subway tuh jaminan kenyang maximum, lah.

Jadi gimana, apakah kalian berminat ikutan antre sandwich di Subway?

Penulis: Tiara Uci
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Inilah Alasan Belum Ada Outlet Subway di Indonesia walau Kita Udah Pengin Banget!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2022 oleh

Tags: IndonesiasandwichSubway
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Di Indonesia, Ganti Nama Klub Itu Semudah Membalik Telapak Tangan

19 Desember 2020
Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

Jepang Bikin Standar Transportasi Umum Jadi Terlalu Tinggi

5 November 2022
livi zheng

Mewawancarai Livi Zheng Before It Was Cool

28 Agustus 2019
4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia Terminal Mojok

4 Perbedaan Wisuda di Jepang dan Indonesia

20 April 2022
Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia Mojok.co

Episode Upin Ipin yang Sebaiknya Tidak Tayang di Indonesia

2 April 2025
nama daerah paling cantik bagus di indonesia mojok

7 Nama Daerah di Indonesia Rasa Luar Negeri, dari Boalemo sampai Yahukimo

23 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.