Menebak Alasan Pizza Berbentuk Bulat, Dipotong Segitiga, dan Dibungkus Boks Kotak – Terminal Mojok

Menebak Alasan Pizza Berbentuk Bulat, Dipotong Segitiga, dan Dibungkus Boks Kotak

Artikel

Makanan khas Italia yang memiliki ciri khas tersendiri ini adalah makanan gurih berbentuk bulat dengan potongan bagian yang berbentuk segitiga dan digemari oleh orang banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Seiring berjalannya waktu, pizza yang sudah banyak dijual saat ini memiliki varian rasa dan bentuk yang berbeda-beda.

Termasuk dalam makanan terpopuler di dunia sejak berakhirnya Perang Dunia ke-2, di Amerika sendiri sampai ada beberapa hari nasional untuk memperingati pizza, yaitu National Cheese Pizza Day yang jatuh pada tanggal 5 September, National Pepperoni Pizza Day yang jatuh pada tanggal 20 September, National Pizza Month tiap bulan Oktober, dan National Sausage Pizza Day tiap tanggal 11 Oktober.

Kalau di Indonesia, pizza sering sekali dipesan untuk acara kumpul-kumpul lantaran cocok sekali dikonsumsi bersama-sama kerabat maupun sendiri. Pemesanannya pun termasuk mudah karena tidak sedikit restoran yang menjual makanan satu ini di lingkungan sekitar.

Makanan Italia ini dibuat berbentuk bulat karena adonan yang sudah dicampurkan tersebut dibentuk bulat menjadi satu sebelum akhirnya didiamkan agar adonan mengembang. Lantas, kenapa hasilnya juga tetap bulat? Seperti yang sering kita lihat, cara pembuatannya sering menggunakan teknik melemparkan adonan di udara untuk melebarkan adonan dan akhirnya memiliki bentuk lingkaran. Meski banyak koki yang menggunakan teknik lebih mudah daripada teknik melempar, tetap saja bentuk lingkaran adalah bentuk yang mendukung agar makanan satu ini tetap terlihat rapi dibandingkan dengan bentuk-bentuk lainnya.

Baca Juga:  3 Hal Nyebelin Saat Jualan di Instagram dan Facebook

Alasan pizza berbentuk bulat juga karena adanya tradisi dari Italia sendiri. Berasal dari kota Napoli, Italia, di sana ada aturan tertentu yang harus dipatuhi jika ingin disebut pizza sejati, yaitu harus berbentuk bulat. Karena tradisi itulah akhirnya makanan yang beredar luas di dunia ini berbentuk bulat.

Kembali ke cara pembuatan, setelah diberi topping yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah memanggang sampai matang. Fakta uniknya, topping yang populer di kalangan masyarakat dunia ternyata parutan keju mozzarella, lho.

Setelah selesai dipanggang, pizza ditaruh di dalam boks berbentuk kotak. Lalu dipotong menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya dibawa pulang oleh pembeli dan disantap di rumah. Makanan Italia ini dipotong menjadi beberapa bagian dan membentuk segitiga agar potongan itu terpotong secara merata.

Tapi, kenapa sih boksnya berbentuk kotak? Kenapa nggak bulat seperti bentuk pizza yang ada di dalamnya?

Boks yang berbentuk kotak diciptakan karena memiliki alasan tertentu. Boks berbentuk kotak yang terbuat dari kardus ternyata diciptakan untuk memudahkan orang memasukkan makanan khas Italia ini. Jika boks berbentuk bulat, maka hal itu akan mempersulit orang memasukkan pizza ke dalam boks karena tidak ada ruang kosong di boks tersebut. Jika boks berbentuk bulat, hal itu juga akan membuat banyak sisa kardus yang terbuang.

Di restoran pizza sendiri, boks ditumpuk secara rapi sebelum akhirnya diisi. Hal itu juga menjawab alasan kenapa boksnya berbentuk kotak, karena jika boks berbentuk bulat dan ditumpuk-tumpuk, sulit untuk membuatnya tersusun rapi dan bisa juga mengakibatkan banyak boks yang jatuh.

Baca Juga:  Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan

Semoga filosofi tentang makanan khas Italia yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di pikiran kalian. Pertanyaan di pikiran saya akhirnya juga terjawab, apalagi soal boks kotak~

BACA JUGA Pizza Hut dan Domino’s Pizza: Mana yang Memiliki Rasa Piza Lebih Unggul dan tulisan Salmaa Aura Fitri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.