Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Ahmad Dani Fauzan oleh Ahmad Dani Fauzan
26 Februari 2026
A A
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin (23/2/26), masyarakat Bondowoso dihebohkan dengan berita amblesnya Jembatan Sentong. Jembatan tersebut adalah yang menjadi penghubung vital Bondowoso-Jember. Dari berbagai berita yang berseliweran di media sosial, dapat diketahui kalau akses antara 2 kabupaten tersebut harus ditutup sementara, dan dialihkan ke jalur alternatif.

Yang menjadi masalah, jembatan tersebut jauh-jauh hari sudah dikabarkan retak, pertanda bahwa butuh diperbaiki. Akan tetapi, tak ada respons dari Pemkab, hingga akhirnya jembatan tersebut ambles. Padahal, kalau mau Pemkab Bondowoso bisa saja melakukan tindakan pencegahan supaya akhirnya nggak perlu nutup akses.

Sebagai masyarakat Bondowoso, saya sudah cukup kenyang sehari-hari membaca berita tentang bobroknya fasilitas infrastruktur Kota Bondowoso, terutama persoalan jalan. Bukan hanya dari berita saja, bahkan saya sendiri juga merasakan.

Melalui tulisan ini, saya ingin menyalurkan amarah saya yang terpendam, karena persoalan jalan saja Pemkab Bondowoso belum benar-benar menyeriusinya.

Pemkab harusnya bergerak dari awal, bukan saat sudah terjadi apa-apa

Asal tau saja, Jembatan Sentong ini ambles bukan tanpa tanda-tanda sebelumnya. Retakan sudah muncul, dan kabar pun sudah banyak beredar. Tetapi, respons Pemkab tak kunjung tiba. Sampai akhirnya benar-benar ambles dan salah satu akses vital Bondowoso-Jember harus ditutup total. Ironisnya, setelah ambles, barulah muncul kesigapan dan sok-sokan grusa-grusu.

Yang saya bingungkan, kenapa mesti nunggu rusak total dulu baru dianggap genting?

Kalau saja sejak retakan pertama muncul langsung ada evaluasi teknis, atau minimal pembatasan tonase kendaraan, mungkin masyarakat nggak perlu nanggung risiko sebesar ini. tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Memang, sih, sepertinya pemerintah kita sudah terbiasa dengan pola biarin dulu, nanti diperbaiki kalau sudah parah. Ini parah, sih!

Respons semacam ini tentu saja blunder. Infrastruktur itu bukan sekadar urusan kosmetik yang cuma asal tambal saja. Ada keselamatan pengguna yang dipertaruhkan. Kalau cara kerjanya selalu nunggu krisis, yah, krisis terus dong, yang datang. Masak warga mau terus-terusan dijadikan pihak pertama yang merasakan dampaknya?

Baca Juga:

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

BACA JUGA: Bondowoso, Kota yang Nggak Kenal Macet, Nggak Bisa Macet, dan Aneh kalau Macet

Pembukaan jalur alternatif yang rusak adalah bukti bahwa daerah pinggiran Bondowoso tak terurus dengan baik

Amblesnya jembatan penghubung Bondowoso-Jember menyebabkan para pengendara mesti melewati jalur alternatif. Tentu saja, jalur alternatif ini nggak sama dengan jalur utama, biasanya sering disebut dengan jalan tikus. Ruasnya lebih sempit, dan kapasitas tebal aspalnya nggak seperti jalan provinsi.

Ironisnya, jalan alternatif yang disediakan rupanya mengalami kondisi yang tak kalah mengenaskan daripada fenomena jembatan ambles. Nggak sampai 2×24 jam, kondisi jalan alternatif sudah mulai terdampak lantaran memuat beban yang lebih daripada biasanya. Maklumlah, aspal tipis.

Sialnya, perbaikan jembatan penghubung Bondowoso-Jember diperkirakan menghabiskan waktu 8 bulan. Tentu saja masyarakat perlu khawatir dengan kondisi jalan alternatif yang digunakan, mengingat dalam satu hari pakai saja sudah blepotan. Sebetulnya ada jalan alternatif lain, tetapi kondisinya nggak mungkin digunakan. Bisa sih dilewatin, tapi mungkin cuma motor trail atau mobil offroad.

Kegusaran masyarakat tersebut membuktikan satu hal, bahwa jalan di daerah-daerah pinggiran Bondowoso kurang mendapat perhatian serius dari Pemkab. Padahal, jalan adalah fasilitas umum yang amat penting untuk diperhatikan karena masyarakat menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari.

RRI mencatat bahwa Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso menyebut jalan rusak di Bondowoso mencapai kurang lebih 100 titik, dengan variasi kerusakan yang berbeda. Bahkan dikabarkan banyak pengendara yang menjadi korban dari lubang-lubang menganga. Lebih-lebih, cuaca yang memasuki musim hujan ini menjadikan jalanan rusak makin menyeramkan.

Di sinilah seharusnya Pemkab Bondowoso merealisasikan janjinya yang akan gerak cepat. Genap satu tahun menjabat, kok rasa-rasanya nggak ada perubahan sama jalan-jalan di daerah pinggiran, ya?

Jalan rusak itu persoalan hidup dan mati

Mungkin ada yang mengira kalau jalan rusak itu cuma bikin perjalanan nggak nyaman. Paling-paling ban bocor, atau motor oleng. Padahal, kalau mau lebih cermat lagi, dampaknya nggak main-main.

Jalur Bondowoso-Jember merupakan salah satu urat nadi ekonomi. Ada petani yang mengirim hasil panennya, pedagang yang distribusi barang, dan para pekerja bolak-balik mencari nafkah. Ketika akses utama ditutup dan dialihkan ke jalan alternatif yang kondisinya nggak kalah memprihatinkan, otomatis biaya transportasi naik, bahkan risiko kecelakaan meningkat..

Kalau perbaikan jembatan memakan waktu hingga 8 bulan, berarti 8 bulan pula ekonomi warga harus berjalan pincang. Bagi saya, itu amat mengerikan. Karena lagi-lagi, kita-kita ini, warga, yang kena dampaknya.

Itu mengapa Pemkab harus berbenah diri untuk senantiasa melakukan tindakan preventif, pencegahan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi, jauh sebelum kepada tindakan pencegahan, harusnya diperbaiki dululah ya. Bukan cuma sekadar diperbaiki, tapi juga diseriusi. Pak Bupati, ada banyak loh, jalan rusak yang menanti buat Anda perbaiki!

Penulis: Ahmad Dani Fauzan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Siasat yang Bisa Diambil Bondowoso supaya Naik Kelas dan Tidak Jadi Kabupaten Medioker 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2026 oleh

Tags: bondowosojalan rusak di bondowosojembatan ambles di bondowoso
Ahmad Dani Fauzan

Ahmad Dani Fauzan

Pemuda asal Kota Tape Bondowoso. Tertarik memotret dan merenungi isu sosial. Bercita-cita punya Baitul Hikmah pribadi.

ArtikelTerkait

Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

2 Agustus 2022
Bondowoso Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah (Unsplash)

Bondowoso dalam 3 Rupa: Tape, Kopi, dan Konser Dangdut di Tengah Sawah

5 Desember 2024
Puncak Megasari Adalah Korban Ambisi Tak Bertanggung Jawab Pemkab Bondowoso. Kalau Nggak Diurus, Mending Ditutup Saja!

Puncak Megasari Adalah Korban Ambisi Tak Bertanggung Jawab Pemkab Bondowoso. Kalau Nggak Diurus, Mending Ditutup Saja!

29 September 2025
Bondowoso Tidak Semaju Jember, tapi Lebih Nyaman untuk Ditinggali Mojok.co

Bondowoso Tidak Semaju Jember, tapi Lebih Nyaman untuk Ditinggali

11 Desember 2024
Siasat yang Bisa Diambil Bondowoso supaya Naik Kelas dan Tidak Jadi Kabupaten Medioker Mojok.co

Bondowoso, Kota yang Nggak Kenal Macet, Nggak Bisa Macet, dan Aneh kalau Macet

23 Juni 2025
Supra X 125 Andalan Petani Kecamatan Ijen Bondowoso (Unsplash)

Supra X 125, Motor Tangguh Andalan Petani Kecamatan Ijen Bondowoso

29 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.