Rekomendasi Playlist untuk Hibur Kopites atas Tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions

Artikel

Gusti Aditya

Malang betul nasib Liverpool. Setelah jerseynya dijadikan lap air kencing, dikalahkan Watford di ajang Liga, Chelsea di FA Cup, dan kini mereka dihancurkan di kandang sendiri oleh Atletico Madrid. Kekalahan ini praktis membuat sang juara bertahan harus menyerahkan title Champions League kepada sisa peserta. Juga, kekalahan ini meruntuhkan angkernya Anfield yang sempat tidak tersentuh sama sekali oleh kekalahan.

Mungkin terpacu layaknya melawan Barcelona musim lalu, Liverpool kalap di perpanjangan waktu. Sempat memimpin 2-0, Liverpool dijungkirbalikkan oleh Atleti dengan skor akhir 2-3. Llorente menceploskan dua gol, sisanya adalah Morata sebagai penutup.

Pendukung Liverpool seakan dibagi menjadi dua. Pertama, mereka yang santai-santai saja karena tujuan utama mereka adalah tittle Premier League yang sudah tidak dicicipi selama 30 tahun. Kedua, bagaimanapun, piala lain adalah sebuah keharusan menengok namanya juga manusia, selalu tidak puas dan tidak melihat komposisi Liverpool musim ini tidak dalam-dalam amat.

Mengatasi semua itu, tenang saja, saya sudah siapkan playlist yang sekiranya bisa menyelamatkan minggu Liverpool Fans agar nggak sedih-sedih amat. Bisa didengarkan kapan saja. Baik di kuliahan untuk mengalihkan bully-an fans klub lain, atau di indekos untuk meratapi seraya ngalamun melihat cat indekos yang berwarna hijau. Berikut rekomendasi dari saya:

Satu: Jangan Menyerah – D’masiv

Kekalahan bisa menimpa siapa saja, kok. Wagu malah kalau menang terus. Tidak bisa dijadikan sebuah patokan kekuatan sesungguhnya. Dan lagu yang ditawarkan oleh D’masiv yang satu ini, pas untuk menghangatkan suasana yang sekiranya panas.

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugrah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Memang kalah, ya, mau bagaimana lagi, kan? Masih ada hari esok. Masih ada Premier League, masih ada fans yang setia menunggu sampai kapan pun juga. Ayolah, Liverpool Fans, kita pasti pernah, dapatkan cobaan yang berat.

Dua: Evaluasi – Hindia

Ragamu

Hanya kau sendiri

Mereka tak mampu

Liverpool memang sedang seksi-seksinya, ditinggal cidera Allison Becker, munculah celah yang menganga. Tapi tak apa, seperti lirik lagu ini, yang bisa menyelamatkan Liverpool adalah Jurgen Klopp itu sendiri. Pun hatimu dan perasaanmu, yang bisa menyelematkan ya dirimu sendiri.

Baca Juga:  Liverpool dan Sebuah Persembahan Terbaik untuk Almarhum Ayah Saya

Ayolah, bilas muka, gosok gigi dan evaluasi. Karena menang terus tidak enak walau pengennya sih ya menang terus. Evaluasi juga untuk Jurgen Klopp agar tidak kepala batu.

Tiga: Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti – Banda Neira

Meranggas merapuh

Berganti dan luruh

Bayang yang berserah

Terang di ujung sana

Hampir tak terkalahkan di Liga Inggris dan akhirnya patah oleh Watford, hampir treble dan akhirnya kandas oleh Chelsea di FA Cup dan kini kalah oleh Atleti dalam ajang Champions League. Hanya satu obat mujarabnya, dendangan lagu Mbak Rara Sekar yang selalu tidak wagu mengucap kata senja.

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Yang hancur lebur akan terobati

Yang sia-sia akan jadi makna

Yang terus berulang suatu saat henti

Empat: Happiness – Red Velvet

Lawan semua dengan Happiness-nya Red Velvet. Lagu yang berisikan tentang proses beranjak dewasa dan tidak takut melakukan apa yang kamu mau, seolah hendak berkata bahwa kekalahan Liverpool ini adalah proses menuju sebuah taktik Jurgen Klopp. Sekaligus menyandarkan Klopp agar mengembangkan taktiknya, jangan itu-itu saja.

Kan kata Red Velvet begini;

고민은 blow up

꿀꿀한 기분 change up

힘을 내려고 이제 wind up

방에 멋진 일이 가득 straight up

Nggak tau juga sih artinya apa. Pokoknya nadanya enak dan dijamin buat mood para Kopites jadi berubah begitu cepat.

Lima: You’ll Never Walk Alone – Gerry & The Pacemakers

Hey, Liverpool Fans, bukankah kalian pernah mengalami situasi yang lebih buruk ketimbang satu kekalahan? Steven Gerrard kepeleset, kalah di final UEL melawan Sevilla, kalah di final UCL melawan Madrid bahkan pernah paceklik piala dari tahun 2005-2012 dan 2012-2019. Itu adalah proses yang panjang.

Baca Juga:  Berkali-Kali Ditikung Chelsea, Liverpool Tetap Juara

When you walk through a storm

Hold your head up high

And don’t be afraid of the dark

Walk on through the wind

Walk on through the rain

Though your dreams be tossed and blown

Walk on, walk on

With hope in your heart

And you’ll never walk alone

Well, saya rasa cukup lima itu. Pun sebenarnya masih banyak lagi, tapi cukuplah dihimpun oleh lima lagu tersebut dan sudah menghimpun segenap perasaan para Kopites. Mengutip seperti apa yang dikatakan Bill Shankly, pelatih Liverpool yang melegenda, jika kamu tidak bisa mendukung kami ketika kami imbang atau kalah, maka jangan dukung kami ketika kami menang.

BACA JUGA Sulitnya Jadi Fans Liverpool, Menang atau Kalah Tetap Jadi Bahan Olokan atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
4


Komentar

Comments are closed.