Barcelona Terluka Lagi, Para Cules Dihimbau Tak Menampakkan Diri

Laga Liga Champions Eropa yang mempertemukan Barcelona melawan Liverpool baru saja saja usai. Liverpool yang awalnya kalah mampu membalikkan keadaan.

Artikel

Laga lanjutan Liga Champion Eropa yang mempertemukan Barcelona melawan Liverpool baru saja saja usai. Kejutan besar terjadi. Liverpool yang kalah agregat 0-3 saat menjamu Barcelona di Anfield stadium mampu membalikkan keadaan.

Terlihat seperti mustahil bagi Livepool untuk lolos ke putaran final Liga Champion. Semua memprediksi bahwa Liverpool tak akan mampu berbuat banyak walaupun bermain di kandang sendiri. Tapi seperti ingin mematahkan semua opini, Liverpool bermain dengan begitu baik.

Terbukti dengan skor telak yang meyakinkan, 4 gol tanpa balas. Masing-masing dicetak oleh Origi dan Wijnaldum yang sama-sama mencetak dua gol

Barcelona terluka lagi. Sama seperti musim lalu. Ketika Barcelona sudah di atas angin dengan kemenangan meyakinkan 4-1 di Camp Nou, tapi harus tumbang di Roma dengan skor 3-0. Sepertinya bagi Barcelona, Copa Del Rey memang lebih penting.

Di pertandingan melawan Liverpool, permainan Barcelona sebenarnya tidak begitu buruk. Mereka berhasil menciptakan beberapa peluang, namun tidak bisa berbuah gol. Pressing yang dilakukan oleh para pemain Liverpool sukses membuat Barcelona tidak mampu mengembangkan permainannya. Sang pemain terbaik, Lionel Messi pun (yang dijuluki sebagai the goat) tidak mampu berbuat banyak. Sangat disayangkan memang, begitulah sepakbola.

Karena kekalahan menyakitkan tersebut tersebut, dihimbau untuk para fans Barcelona untuk mengasingkan diri. Jangan muncul dulu di keramaian. Bukan apa-apa, hampir bisa dipastikan, para fans klub sepakbola seperti Real Madrid dan Manchester United barisan sakit hati yang dulu kalian bacoti siap membacoti kalian. Mereka sudah lama menunggu momen ini. Akhirnya merekea bisa keluar dari dalam gua. Sekarang saatnya fans Barcelona yang masuk gua.

Hindari keramaian yang terlihat bahagia. Biasanya ditandai dengan ngobrol dan ketawa-ketawa puas. Ada kemungkinan itu adalah para fans Madrid, Liverpool, dan juga MU. Tentu saja mereka sedang menertawai kekalahan Barcelona.

Baca Juga:  Liga Champions: Menikmati Second Coming Lukaku dan Performa Lautaro Martinez

Agar tidak terdeteksi sebagai Cules atau fans Barcelona, usahakan untuk memasang muka biasa saja. Jangan masang muka melas, anda akan mudah terdeteksi sebagai fans Barcelona.

Berbagai  macam bacotan akan kalian terima. Jadi bersiap-siaplah untuk menahan sakit hati. Karena kalian betul-betul akan “berdarah-darah” jika ketemu para fans barisan sakit hati ini.

Bacotan yang bakal kalian terima biasanya kayak gini. “Barcelona itu klub ampas, suruh main aja di Liga Gojek. Main lawan Madura United juga belum tentu menang”. “Si Messi suruh pensiun aja lagi. Gak guna”. “Bancilona mah jagonya di kandang doang”. Dan lain sebagainya. Mamam.

Sebenarnya ada beberapa tips untuk kalian para fans Barcelona agar tidak begitu malu. Atau setidaknya menunjukkan kalau kalian itu sebenarnya biasa saja, gak sakit hati amat walaupun cuma pura-pura.

Pertama, kalian bisa pakai alasan klasik. Kalian bisa bilang, “yah mau gimana lagi, bola itu bulat bro. Apapun bisa terjadi di  sepakbola”. Kurang lebih seperti itu. Itu adalah cara untuk menghibur diri agar tak terlalu sakit hati.

Kedua, kalian bisa nyalahin wasit. “Wasitnya gak bener nih, gak ngerti bola. Masa gitu gak offside”. “Wasitnya matanya sipit nih, pasti Cina”. “Wasitnya dibayar nih”. Kalian bisa mengmbangkan argumen kalian dengan mencari-cari kesalahan wasit sekecil apapun itu.

Ketiga, kalian bisa bilang kalau ini kerjaan mafia bola. Gak masuk akal nih, masa Liverpool bisa cetak sampai 4 gol. Tanpa balas lagi. Udah gitu, Barcelona mainnya kayak malas gitu. Messi aja keliatan nggak semangat. Malas ngejar bola. Pasti sudah di-setting ini.

Keempat, serang balik. Sebenarnya Barcelona bisa menang, cuma pemain Liverpool diving mulu. Jago acting. Nggak usah main bola dah, jadi aktor aja sanah. Nggak disentuh kok guling-guling. Lagian, Barcelona sebenarnya sengaja ngalah. Kasian sama Liverpool yang gak pernah juara. Ngebanggain kejayaan masa lalu mulu.

Baca Juga:  Bukan Kopites Tipikal Pacar Idaman, Tapi Juventini

Kelima, nyalahin analog. Stick-nya rusak ini. Analognya gak respon. Masa diarahin ke kiri malah ke kanan. Mencet kotak, malah ngoper. Hadoh, gimana mau menang kayak gini.

Keenam, cara terakhir adalah yang paling ampuh. Kalian bisa bilang, “halah, jangan percaya sama tivi. Media gak ada yang bisa dipercaya sekarang. Settingan. Isinya pesanan semua itu. Menang versi quick count aja bangga. Kita tunggu nanti hasil resminya dari UEFA”. Ehh.

Ngomong-ngmong, saya juga fans Barcelona. Jadi ayo kawan-kawan semua berbaris dengan rapi, kita masuk gua.
Jangan lupa bawa Autan, banyak nyamuk.

---
447 kali dilihat

5

Komentar

Comments are closed.