Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Percayalah, Hidup di Indonesia Itu Benar-benar Menyenangkan

Tiara Uci oleh Tiara Uci
6 November 2022
A A
Percayalah, Hidup di Indonesia Itu Benar-benar Menyenangkan

Percayalah, Hidup di Indonesia Itu Benar-benar Menyenangkan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak hal menjengkelkan dan kerap membuat kita sambat sebagai warga negara Indonesia. Mulai dari kebijakan publik yang nggak pro dengan rakyat kecil, banyaknya pejabat korup, sistem keamanan yang buruk, harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik tapi upah minimum jalan di tempat. Berbagai masalah hidup tersebut (dan lain-lainnya) membuat banyak di antara kita berpikir pindah ke negara lain kayaknya enak.

Namun, di antara banyaknya keburukan yang mudah sekali kita temukan di negeri ini, yang membuat kita gampang mengumpat dan sambat, ada banyak pula hal-hal lain yang menyenangkan dan membuat kita patut bersyukur hidup di Indonesia.

Sebagai orang yang nggak bisa dibilang jarang pergi ke luar Indonesia, rasanya saya perlu membagi ini.

#1 Hanya ada dua musim

Percayalah, hidup di negeri tropis dengan dua musim adalah hal yang menyenangkan dan patut disyukuri. Kita bisa menikmati suhu yang relatif stabil dan nggak perlu repot sering cek ramalan cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah. Lantaran hanya memiliki dua musim, kita juga bisa lebih hemat.

Lho, kok bisa?

Ya iyalah, kita nggak perlu membeli baju dan sepatu yang berbeda di setiap musim. Kalau musim hujan datang, mentok-mentoknya membeli jaket dan jas hujan. Nggak jarang, jaket musim panas dan musim hujan pun sama.

Bayangkan jika hidup di negara empat musim. Kita harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli baju yang sesuai dengan musimnya. Baju musim panas nggak mungkin bisa kita gunakan untuk musim salju karena bisa membuat tubuh kita membeku. Begitu pula sepatu, nggak mungkin dong sepatu musim semi digunakan ketika musim salju.

Hidup di negeri tropis juga memuat pengeluaran rumah tangga kita berkurang. Sebab, kita nggak perlu membeli penghangat ruangan, jadi lebih hemat listrik. Palingan kita hanya butuh AC kalau tinggalnya di kota besar yang panas seperti Surabaya, itupun sebenarnya nggak urgent banget. Kalau nggak punya uang, pakai kipas angin juga masih bisa.

Baca Juga:

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

Meskipun kadang melihat salju adalah impian banyak orang Indonesia. Tapi, hal tersebut tampak indah karena kita melihat salju untuk liburan. Coba kalau kita tinggal di negara yang setiap tahunnya ada musim salju. Bakalan ribet juga, ha wong tumpukan salju bisa menggunung sampai menutup jalan dan memendam mobil. Kita harus selalu membersihkan tumpukan salju tersebut ketika hendak beraktivitas.

Jika Anda muslim, hidup di Indonesia adalah keberkahan. Sebab, kita bisa wudu kapan pun dengan persediaan air yang cukup dan suhu air yang nyaman. Saya pernah datang ke Turki di saat musim dingin dan merasakan sendiri bagaimana repotnya wudu saat temperatur udaranya sekitar 4 derajat celcius. Dingin banget, Gaes. Rasanya ingin mencari kran air hangat, sementara hal seperti itu tentu saja sulit ditemukan di tempat umum, kan?

#2 Memiliki banyak gunung dan pantai

Indonesia memiliki kurang lebih 17.000 pulau dan memiliki garis pantai lebih dari 50.000 km. Di Indonesia, per 100 km nya bisa kita temui keindahan alam seperti gunung, pantai, hutan, dan spot-spot wisata alami yang menarik. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara paling indah di dunia pada tahun 2022 menurut Money UK mengalahkan negara terkenal di dunia seperti Selandia Baru, Swiss, Jepang dan Norwegia.

Tinggal di Indonesia membuat kita punya banyak pilihan tempat berlibur. Nggak perlu repot berlibur ke tempat yang jauh atau ribuan kilometer. Kalau kita tinggal di Surabaya, pergi ke Bromo sudah bisa melihat keindahan. Bahkan, kalau cuma ingin melihat pantai saja, ada Pantai Kenjeran, Rek. Hidup di Indonesia, semenyenangkan itu.

Kehadiran gunung meskipun terpapar risiko erupsi yang besar, tapi letusan gunung juga yang membuat tanah di negeri ini subur. Fair trade, eh?

#3 Banyak orang dermawan

Indonesia juga memiliki penduduk paling dermawan di dunia. Ada banyak orang baik yang siap membantu orang lain yang kesusahan. Sampai ada taglinenya “Fakir miskin dan anak terlantar dibiayai KitaBisa”. Meskipun pemerintah Indonesia kadang nggak peduli dengan rakyat miskin, tapi Indonesia memiliki warga yang punya jiwa sosial yang cukup tinggi dan mau membantu orang lain.

Di rumah nenek saya, daerah Bojonegoro, kalau ada orang kurang mampu atau kesusahan makan, umumnya tetangga akan mengirimi makan secara bergantian. Saya rasa, hal seperti ini masih banyak kita temukan di daerah lain di Indonesia.

#4 Nggak ada perang/tidak berkonflik dengan negara lain

Menjadi negara Non-Blok meskipun tampak pengecut, tapi ada untungnya juga. Kita harus bersyukur lantaran tidak berperang dengan negara mana pun dan bisa hidup relatif aman tanpa takut dengan serangan rudal. Bayangkan jika kita tinggal di negara konflik, yang bikin kita waswas.

Tak bisa dimungkiri, banyak orang di medsos yang punya gairah berperang tiap Indonesia tubir dengan Malaysia, terlebih ketika ada kesenian milik Indonesia yang dicolong Malaysia. Tapi, saya yakin, orang tersebut bakal bersembunyi dan terkencing-kencing ketika perang beneran. Wong damai wae enak kok ndadak sok-sokan meneriakkan perang.

#5 Orang Indonesia kepo

Mungkin ada beberapa orang yang kurang suka dengan kebiasaan orang Indonesia yang suka ikut campur masalah orang lain. Dikit-dikit ingin tahu keadaan orang lain atau bahasa gaulnya kepo. Namun, kekepoan ini kadang ada baiknya juga. Dengan begitu, kita punya lingkungan sosial yang update dengan kondisi orang lain.

Peduli dengan orang lain adalah sesuatu yang terlihat sepele, tapi sebenarnya penting. Ada banyak orang selamat dari kasus bunuh diri karena mereka punya teman kepo yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Meskipun kadang nggak bisa memberi solusi apa-apa, cukup jadi pendengar saja sudah luar biasa.

Kekepoan orang lain kadang kala juga ada faedahnya juga, asal keponya nggak kebangetan aja. Hehehe .

#6 Kuliner yang beragam

Indonesia memiliki banyak makanan lezat yang diakui dunia seperti sate, nasi padang, nasi goreng, Indomie, rawon, hingga rendang. Bahkan rendang pernah menjadi salah satu makanan terenak di dunia. Keanekaragaman dan kelezatan kuliner ini harus disyukuri, Gaes. Sebab, makanan enak meningkatkan hormon dopamin dan menjadikan kita lebih mudah good mood. Hidup di Indonesia, artinya, tak perlu kesusahan cari makan yang enak.

Banyak orang yang mengabaikan fakta bahwa ragam kuliner kita yang banyak bikin kita punya opsi. Selain itu, hal ini memancing orang untuk berbisnis kuliner. Coba kalian hidup di luar negeri, Eropa misal (kalau Asia, masih gampang soalnya), kalian bakal paham kalau hidup tanpa mamang-mamang kaki lima itu adalah kesengsaraan.

Itulah hal-hal menyenangkan tinggal di Indonesia. Meskipun terlihat sederhana, tapi penting untuk kita disyukuri. Mungkin, ada pengalaman lain yang membuat kalian merasa bersyukur tinggal di Indonesia. Silahkan berbagi cerita di kolom komentar dan semoga menginspirasi orang lain untuk mulai lebih banyak mensyukuri hidup.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Pulau Terluar Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2022 oleh

Tags: Kulinermusimtinggal di Indonesiaturki
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

perang makanan mencari makanan terenak raditya dika youtube review makanan kuliner tidak biasa absurd mojok.co

4 Kuliner Absurd yang Pernah Diulas Raditya Dika dalam Acara ‘Perang Makanan’

3 September 2020
5 Kuliner Palembang yang Saya Harap Tidak akan Punah Mojok.co

5 Kuliner Palembang yang Saya Harap Tidak akan Punah

11 Desember 2024
Nasi Goreng di Surabaya Salah Konsep Sejak Awal karena Pakai Topping Irisan Telur Rebus

Nasi Goreng di Surabaya Salah Konsep Sejak Awal karena Pakai Topping Irisan Telur Rebus

11 September 2025
Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan  Mojok.co

Gudeg Kaleng: Oleh-oleh Jogja yang Enak, tapi Punya Banyak Kekurangan 

3 Agustus 2024
6 Rekomendasi Kuliner Solo yang Bikin Menyesal Berat kalau Sampai Terlewat  Mojok.co

6 Rekomendasi Kuliner Solo yang Bikin Menyesal Berat kalau Sampai Terlewat  

26 Juli 2025
4 Perbedaan Ibadah di Masjid Indonesia dan Turki, Salah Satunya Pakai Sepatu ke Tempat Wudu

4 Perbedaan Ibadah di Masjid Indonesia dan Turki, Salah Satunya Pakai Sepatu ke Tempat Wudu

13 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang Mojok

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

20 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.