Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Tiara Uci oleh Tiara Uci
3 Desember 2025
A A
Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini kita terbiasa melihat kualitas bandara dari desain dan fasilitas umum yang disediakan (kebersihan toilet, ruang entertainment, dan keramahan petugas). Kalau ada bandara yang desainnya megah, toilet bersih, dan memiliki fasilitas entertainment yang komplit, sebagian besar dari kita akan bilang bandara tersebut bagus.

Padahal selain memberikan pelayanan yang maksimal dan fasilitas yang berkualitas, sudah waktunya bandara di Indonesia tak hanya berfungsi sebagai tempat transit yang nyaman, tetapi juga menjadi tempat promosi makanan atau kuliner daerah setempat.

Belum ada yang aktif mempopulerkan makanan khas daerah di area bandara Indonesia

Selain menjadi pintu gerbang transportasi udara, bandara adalah area strategis yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya lokal dan kuliner khas daerah di mana bandara tersebut berada. Sayangnya, mayoritas bandara di Indonesia belum ada yang serius menggarap hal tersebut. Kalau saya amati, bandar udara berskala internasional di Indonesia baru sebatas mempopulerkan oleh-oleh khas daerahnya. Bukan secara khusus menjual makanan khas daerah.

Sebagai contoh, di Bandara Juanda (Surabaya) yang berlokasi di Sidoarjo, tidak ada yang menjual rujak cingur (makanan khas Surabaya) dan lontong kupang (makanan khas Sidoarjo). Di Soekarno-Hatta (Jakarta) pun tak ada yang menjual ketoprak yang menjadi makanan khas Betawi.

Lalu di Sultan Hasanuddin (Makassar) saya juga tidak menemukan coto dan konro (makanan khas Makassar). Saya malah menemukan soto Lamongan dan bebek Madura di sana. Padahal yang saya sebutkan di atas berstatus bandar udara internasional. Jumlah pengunjungnya mencapai ribuan setiap harinya.

Nggak jauh berbeda dengan bandara besar, bandara domestik skala kecil di Indonesia juga tidak terlihat memiliki stand makanan khusus daerahnya. Sebagai contoh, saya tidak menemukan gohu atau pisang mulu bebe di Bandar Udara Sultan Babullah Ternate. Saya pun tidak bertemu papeda kuah kuning di Bandar Udara Ilaga Papua Pegunungan.

Kondisi di luar negeri

Sebagai perbandingan, bandara di negara lain biasanya menyediakan makanan khas negaranya untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Sebagai contoh, Changi Singapura memiliki banyak kedai yang menjual kaya toast, chicken rice, dan Hainan chicken rice yang merupakan kuliner khas negaranya.

Atau, jika kita pergi ke KLIA Malysia, di setiap area nyaris selalu ada penjual nasi lemak (kuliner khas Malyasia). Contoh lainnya, saat saya pergi ke Jepang, di Haneda Airport dan Narita International Airport juga mudah sekali menemukan sushi (kuliner ikonik dari Negeri Sakura).

Baca Juga:

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

Pengelola bandara di luar negeri sadar kalau bandara adalah area stategis tempat di mana banyak orang dari luar daerah bahkan luar negeri singgah. Untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan, mereka tak hanya fokus pada pelayanan, hiburan, dan kebersihan, tetapi juga makanan. Sebab mereka tahu bahwa kuliner bisa menciptakan memori yang sulit dilupakan.

Kuliner lokal menarik bagi wisatawan

Sebagai orang yang sering bepergian, saya—dan kemungkinan orang lain juga—tentu lebih suka mencicipi kuliner khas daerah setempat saat sedang bepergian ke luar kota. Saat sedang di Makassar, saya akan memilih menyantap konro ketimbang rawon. Sebab, saya ingin mencicipi hal yang berbeda dari makanan yang biasa saya makan.

Selain itu, tidak semua penumpang pesawat terbang datang untuk berkunjung ke daerah tersebut. Bisa jadi hanya transit. Nah, kalau hanya transit, kita tidak memiliki kesempatan untuk eksplor kota dan kulinernya. Oleh karena itu kita akan senang jika ada kuliner khas daerah tersebut dijual di bandara dengan rasa yang enak dan harga sewajarnya.

Biasanya penumpang pesawat malas membeli makanan di bandara lantaran harganya melambung tinggi (bisa tiga kali lipat dari harga normal). Kalau bandara di Indonesia bersedia membuka ruang untuk kuliner lokal (khas daerah) dengan pajak yang lebih murah sehingga penjual bisa menyediakan makanan dengan harga sewajarnya, saya yakin penumpang akan lebih suka membanjiri kedai makanan lokal ketimbang makan di Yoshinoya atau A&W.

Penumpang memilih makanan familier saat berada di bandara

Jika pihak bandara tidak menyediakan restoran khusus kuliner lokal, penumpang seperti saya ini akan memilih kedai yang familier. Hal tersebut bukan karena saya tidak suka dengan makanan lokal (khas daerah). Tetapi karena memang tidak ada restoran makanan lokal yang disediakan dengan beragam daya tariknya.

Saya berharap pengelola bandara bisa membaca artikel sederhana ini dan tertarik untuk mulai memikirkan restoran yang ada di dalam bandara. Cobalah untuk meniru strategi Singapura dan Malaysia dalam mempopulerkan hidangan kebanggaan mereka.

Penulis: Tiara uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2025 oleh

Tags: bandar udarabandarabandara internasionalKulinerkuliner khasmakanan khas
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu Terminal mojok

Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu

16 Februari 2021
Menelusuri Paket Nasi Dada Ayam Paling Enak di Jogja olive chicken popye chicken crush Jogchick terminal mojok.co

Inilah 5 Merek Fried Chicken Paling Enak di Tembalang

3 September 2020
Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

8 Maret 2024
nasi uduk betawi

Nasi Uduk: Kuliner Identitas Budaya Betawi dan Penyelamat Kelas Pekerja

25 Oktober 2021
Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

20 Januari 2026
Pengalaman Table Manner dan Alasan Restoran Mahal Porsinya Sedikit terminal mojok.co

Menyaksikan Liciknya Restoran All You Can Eat, Licin Macam Politisi

22 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.