Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

10 Makanan yang Sering Bikin Salah Paham karena Namanya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
16 November 2025
A A
10 Makanan yang Sering Bikin Salah Paham karena Namanya Mojok.co

10 Makanan yang Sering Bikin Salah Paham karena Namanya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Salah paham tidak melulu soal hubungan antar manusia. Salah paham juga sering terjadi dalam dunia kuliner. Banyak makanan yang namanya terdengar seperti berasal dari suatu daerah, padahal lahirnya dari tempat lain. Ada juga yang dikira terbuat dari bahan tertentu, eh ternyata tidak sama sekali. 

Lucunya, kesalahpahaman ini sudah berlangsung lama. Sampai-sampai, banyak orang kadang nggak berupaya mencari kebenarannya sehingga kesalahpahaman pun terus berlanjut. Di bawah ini beberapa makanan yang kerap disalahpahami. 

#1 Bika ambon: makanan yang sering dikira dari Ambon, padahal dari Medan

Penamaan makanan yang diikuti nama daerah asal memang jamak terjadi di dunia kuliner. Contohnya, sate kambing Tegal, gudeg Jogja, coto Makassar, dan masih banyak lagi. Penamaan ini, umumnya dimaksudkan supaya orang awam bisa langsung ngeh dari daerah manakah kuliner tersebut berasal.

Akan tetapi, pada kasus bika ambon, pola tersebut tidak berlaku. Si manis legit bertekstur lembut ini, ternyata berasal dari Medan. Perkara kenapa dinamakan bika ambon, ada banyak versi yang bisa kamu baca di tulisan saya sebelumnya Bika Ambon, si Manis Legit yang Ternyata Berasal dari Medan.

#2 Bandeng presto dan wingko babat, oleh-oleh khas Semarang yang aslinya bukan dari Semarang

Sebagai dua ikon oleh-oleh khas Semarang, siapa sangka jika ternyata bandeng presto dan wingko babat ini bukanlah berasal dari Semarang?

Untuk bandeng presto, produksinya justru dari Juwana, Pati. Namun karena distribusinya besar dan Semarang menjadi pusat perdagangannya, akhirnya banyak wisatawan keliru mengira Semarang sebagai daerah asal bandeng presto. 

Sementara itu, wingko babat ternyata berasal dari Babat, Lamongan. Tapi, hanya gara-gara makanan ini banyak banget dijual di tiap sudut Jalan Pandanaran Semarang, orang-orang jadi percaya bahwa wingko babat adalah asli Semarang.

#3 Nasi gandul, makanan yang mengkhianati namanya

Orang Jawa Tengah menyebut pepaya sebagai gandul. Itu mengapa, ketika pertama kali mendengar nasi gandul, di dalam kepala langsung terbayang makanan dengan bahan dasar pepaya. Ealah, setelah mencicipinya langsung, makanan yang satu ini nggak ada pepayanya sama sekali, malah menggunakan daging sebagai isiannya.

Baca Juga:

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Ternyata, kata gandul pada nasi gandul merujuk pada cara penyajiannya yang seperti menggantung di atas piring beralas daun pisang. Mereka yang berasal dari Jawa Tengah kerap salah paham.

#4 SilverQueen dikira cokelat impor, padahal asli produk  Garut

Makanan atau merek dengan nama kebarat-baratan kerap disalahpahami sebagai produk dari luar negeri atau impor. Misalnya, merek cokelat SilverQueen. Kemasan modern dan citra “western” pada namanya membuat banyak orang yakin SilverQueen adalah produk impor. Padahal merek satu ini berasal dari Garut, Jawa Barat. 

Sedikit gambaran, SilverQueen adalah merek cokelat yang diproduksi oleh PT Petra Food. Perusahaan yang berdiri sejak 1950 itu juga memproduksi Ceres dan Delfi. 

#5 Pecel, nama makanan yang bikin bingung

Pecel juga termasuk kategori makanan yang bikin orang salah paham. Pecel yang bagaimana dulu nih? Ayam atau lele goreng yang disajikan dengan sambal dan lalapan, itu namanya pecel. Tapi, aneka sayuran rebus dengan siraman bumbu kacang pun disebut juga dengan pecel. Nah, loh. Bingung, kan?

Dulu banget, ketika ada orang bilang mau makan pecel ayam, saya juga ngiranya orang itu bakal makan aneka sayuran rebus dengan siraman bumbu kacang, terus dikasih ayam goreng sebagai pelengkap. Batin saya, “Apa enak?” Ealah, ternyata pecel yang dimaksud adalah ayam goreng sama sambal dan lalapan.

#6 Semar mendem, nyatanya nggak bikin mendem

Jajanan pasar satu ini juga nggak kalah bikin salah paham gara-gara namanya yang nyentrik: semar mendem. Asal tahu saja, dalam bahasa Jawa, mendem berati mabok. Itu sebabnya, orang awam bisa salah mengira semar mendem sebagai makanan yang memabukkan. Dalam benak mereka, mungkin semar mendem ini terbuat dari bahan yang kalau dikonsumsi banyak-banyak bisa bikin kliyengan. 

Padahal, semar mendem itu cuma lemper berbalut telur dadar. Tidak ada unsur mabok-maboknya. Makanan ini juga tidak ada kaitannya dengan Semar dengan tokoh punakawan yang terkenal dengan kebajikannya itu.

#7 Roti Bagelen makanan dari Purworejo, bukan dari Belanda

Gara-gara nama dan bentuknya, banyak yang mengira kalau roti bagelen ini berasal dari Belanda. Padahal, nama Bagelen ini bukan plesetan dari kosakata dalam bahasa Belanda, tapi merujuk pada nama daerah yang ada di Purworejo: Bagelen. Konon, roti kering ini sudah ada sejak tahun 1900-an dan jadi camilan khas karena banyak warga Bagelen yang memproduksinya.

#8 Bajingan Magelang, namanya yang terdengar kasar kerap disalahpahami

Entah siapa yang pertama kali memberi nama makanan ini. Yang jelas, nama bajingan memang terdengar kasar sebagai nama makanan. Sebenarnya, bajingan adalah hidangan singkong yang dimasak dengan gula aren dan santan. Rasa manis legitnya justru bertolak belakang dengan namanya yang terdengar garang.

#9 Pepaya California, bibitnya tidak berasal dari California

Sepintas, nama pepaya California ini memang sangat menjual. Orang awam, pasti mengira jika bibit buah pepaya ini berasal dari California. Bentuk buahnya yang lebih cantik dan rasanya yang lebih enak dari pepaya biasa juga menguatkan anggapan tersebut. 

Padahal, pepaya california ini bukan bibit impor. Nama aslinya adalah pepaya “calina”, varietas yang dikembangkan oleh ilmuwan IPB, Prof. Sriani Sujiprihati. Cuma, pedagang lebih suka menyebutnya sebagai Pepaya California karena dianggap lebih menjual. Dan, jadilah salah paham se-Indonesia. 

#10 Sate kalong, bahan dasarnya bukan dari daging kelelawar

Pertama kali mendengar nama makanan ini,  bukan tidak mungkin perut jadi mual. Ditawari untuk makan pun nggak mau. Jijik. Pasalnya, dalam bahasa Jawa, kalong ini berarti kelelawar. Jadi kalau ada makanan namanya sate kalong, berarti satenya terbuat dari daging kelelawar. Hiii…

Nyatanya, sate kalong tidak menggunakan daging kelelawar sama sekali. Namanya muncul karena dulu hanya dijual di malam hari, seperti kalong. Sedangkan daging yang dipakai biasanya adalah daging kerbau atau sapi.

Wah, ternyata banyak juga ya makanan yang jadi korban kesalahpahaman. Tapi, justru disitulah letak menariknya. Bahwa, makanan tidak hanya soal rasa, tapi juga soal cerita yang ada di baliknya. Tentu kalau kalian ingin mengulik lebih jauh ya. 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Pekerjaan yang Punah karena Perkembangan Zaman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2025 oleh

Tags: Bajingan Magelangbandeng prestobika ambonKulinerm nasi gandulMakananpecelPepaya CaliforniaRoti Bagelensalah pahamsate kalongsemar mendemsilverqueenwingko babat
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Nasi Rames, Menu Makanan Paling Populer di Jawa Tengah jogja

Nasi Rames, Menu Makanan Paling Populer di Jawa Tengah

31 Agustus 2023
Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

Nasi Krawu, Makanan Khas Gresik yang Seringnya Dilupakan Orang

8 Maret 2024
5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora Mojok

5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora

24 Desember 2023
10 Makanan Khas Karyawan Resign: Dari Donat sampai Tumpeng Mojok.co

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

22 November 2023
5 Kuliner Klaten yang Rugi Dilewatkan oleh Pelancong Jogja-Solo terminal mojok.co

5 Kuliner Klaten yang Rugi Dilewatkan oleh Pelancong Jogja-Solo

22 Juli 2023
5 Makanan Starbucks yang Rasanya Gagal Mojok.co

5 Makanan Starbucks yang Rasanya Gagal

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan Mojok.co bakmi jogja gudeg tegal

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

15 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.