Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

Muhammad Irfan Habibi oleh Muhammad Irfan Habibi
27 Juli 2026
A A
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berita pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menyita perhatian. Pada 2025, anggaran Perpusnas tercatat Rp721 miliar. Pada 2026, anggaran itu dipangkas jadi Rp377 miliar. Angka berkurang hampir setengahnya.

Fakta menyesakkan ini kembali mendapat sorotan setelah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Perpusnas dengan Komisi X DPR RI pada 16 Juli 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

Mengutip berbagai sumber, Kepala Perpusnas RI Aminudin Aziz mengatakan, pemangkasan mengakibatkan terhentinya pembagian buku ke desa-desa, taman bacaan masyarakat, hingga ke lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pemangkasan anggaran Perpusnas RI, kondisi yang benar-benar keliru

Saya pernah hidup dari buku, bagian dari komunitas pembaca, dan bekerja paruh waktu melayani pemustaka di perpustakaan. Sebagai seseorang yang hidupnya kerap beririsan dengan dunia literasi, berita pemangkasan ini benar-benar menyayat hati. 

Sebenarnya tidak perlu terlibat dengan dunia literasi pun kita seharusnya sadar kalau kondisi saat ini benar-benar keliru. Bagaimana tidak keliru, anggaran yang jelas-jelas menyangkut kepentingan orang banyak dialihkan untuk program-program tidak matang yang banyak mengundang pertanyaan. 

Asal tahu saja ya, perpustakaan itu bukan sekadar gudang tempat menyimpan buku-buku. Lebih dari itu, perpustakaan adalah ruang merdeka. Orang datang ke perpustakaan untuk memanfaatkan akses informasi dengan berbagai cara. Entah itu cuma numpang Wi-Fi gratis, hingga mereka yang butuh mengakses pangkalan data artikel ilmiah berbayar yang mahal itu secara cuma-cuma.

Perpustakaan begitu berguna, bisa memberikan akses informasi seluas-luasnya bagi warga. Namun, anggaran Perpusnas RI yang minim membuatnya tidak bisa memberikan layanan yang benar-benar maksimal. 

Ujung-ujungnya pustakawan lagi yang disalahkan, dianggap kurang serius dan inovasi. Padahal, boro-boro mau berinovasi menambah koleksi terbaru, hingga bikin acara bedah buku kalau keran anggarannya saja dicekik dari pusat. Perpustakaan dituntut berbuat banyak, tapi uangnya dari mana?

Baca Juga:

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

Teringat akan sebuah esai tajam karya Neil Gaiman

Kondisi ini mengingatkan saya pada esai tajam dari Neil Gaiman berjudul Kenapa Masa Depan Kita Bergantung pada Perpustakaan, Membaca, dan Melamun?

Dalam esainya, Gaiman menuliskan sentilan yang rasanya pas ditampar ke muka para pembuat kebijakan kita hari ini:

“Otoritas daerah mengambil kesempatan untuk menutup perpustakaan sebagai cara mudah menghemat uang, tanpa menyadari bahwa mereka tengah mencuri dari masa depan untuk membayar hari ini. Mereka menutup gerbang yang seharusnya terbuka.”

Pemangkasan anggaran Perpusnas RI ini persis seperti itu. Mencuri dari masa depan. Lantas, bagaimana ceritanya pemerintah berkoar-koar ingin menjemput Indonesia Emas kalau gudang ilmunya saja dibatasi dan digembok? 

Para pustakawan dan penggiat literasi sudah berjuang mati-matian mengubah citra perpustakaan agar tak terkesan kuno. Banyak perpustakaan yang sudah susah payah berbenah, dari segi program, layanan digital, hingga fasilitas fisik. Namun, semua itu akan mandek kalau disabotase oleh kebijakan anggaran yang ngawur. 

Mari warga rapatkan barisan

Bila kita tidak ikut berdiri memperjuangkan keberlangsungan perpustakaan, bagaimana kita bisa menuntut akses perpustakaan yang ideal? Apakah kita rela hanya menikmati perpustakaan yang koleksinya itu-itu saja, dengan fasilitas yang makin hari makin memprihatinkan?

Oleh karena itu, sebagai warga negara yang waras, kita perlu merapatkan barisan bersama para pustakawan dan pegiat literasi untuk menyelamatkan masa depan. Kita harus mulai meramaikan perpustakaan agar pejabat melihat bahwa ruang ini penting. Warga harus berani berisik ketika anggaran Perpusnas dipangkas seenak jidat. Kita wajib protes saat ada ruang baca yang ditutup karena kebijakan sepihak.

Tujuannya cuma satu, agar para pemangku kebijakan sadar bahwa perpustakaan adalah investasi masa depan, bukan beban APBN. Kalaupun nanti pihak eksekutif dan legislatif malah sibuk bertengkar sendiri dan ogah memprioritaskan literasi, biarkan saja mereka dengan kegaduhannya.

Di titik ini, kutipan Gaiman di esainya kembali relevan untuk kita terapkan: 

“Selagi politisi sibuk menyalahkan pihak lawannya atas hasil ini, sesungguhnya, kita perlu mengajari anak-anak kita membaca dan menikmati membaca.”

Sebab, pada akhirnya, kalau negara absen merawat ruang literasi, kitalah yang harus turun tangan menyalakan apinya.

Penulis: Muhammad Irfan Habibi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Logika Kacau Operasional Perpustakaan Daerah: Buka Saat Orang Sibuk, dan Tutup Saat Orang Punya Waktu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2026 oleh

Tags: anggaran Perpusnas RIapbnBukuperpusnasPerpusnas RIPerpustakaanpustakawan
Muhammad Irfan Habibi

Muhammad Irfan Habibi

ArtikelTerkait

Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan Terminal Mojok

Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan: Kumpulan Cerita yang Simpan Amarah, Luka, dan Perlawanan

15 September 2021
Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

Surat Terbuka untuk Pak Eri Cahyadi: Anak Muda Surabaya Butuh Perpustakaan 24 Jam, Pak!

16 Mei 2024
maksud politik jahat ben anderson joss wibisono review resensi gde dwitya arief metera mojok

Meneer Joss Wibisono dan Ben Anderson Melawan Orde Bau

29 April 2020
Perpustakaan Harusnya Jadi Contoh Baik, Bukan Mendukung Buku Bajakan

Perpustakaan di Indonesia Memang Nggak Bisa Buka Sampai Malam, apalagi Sampai 24 Jam

26 Desember 2025
Kalimat Yok bisa yok Bukan Toxic Positivity Sini Saya Jelasin motivasi

3 Alasan Buku Motivasi Selalu Laku di Pasaran

28 November 2020
5 Buku yang Bisa Dibaca untuk Menemanimu Kala PPKM Darurat terminal mojok

5 Buku yang Bisa Dibaca untuk Menemanimu Kala PPKM Darurat

3 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja Mojok.co

Liburan idaman orang dewasa itu sederhana, bisa rebahan tanpa diganggu notifikasi kerja

21 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan legen tuban

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

22 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
yang emosian jangan turun di Stasiun Pasar Turi Surabaya deh izin (Unsplash)

Stasiun Pasar Turi Surabaya bukan stasiun tapi wahana ujian mental buat para penumpang kereta api

23 Juli 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.