Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak

Arum Puspitorukmi oleh Arum Puspitorukmi
7 Maret 2021
A A
Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak terminal mojok.co

Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ayam masih jadi makanan favorit banyak orang. Tak hanya sebagai lauk, terkadang ayam disantap sebagai camilan. Ayam seolah dieksploitasi habis-habisan mulai dari daging, jeroan, kepala ayam, kulit ayam, bahkan pantat ayam sekalipun banyak yang suka.

Pernah suatu hari sebelum pandemi, saya jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan di Ring Road Utara bersama kawan lama saya. Dia mentraktir jajanan ala Taiwan berupa ayam goreng tepung dengan berbagai macam pilihan bumbu yang lezat. Bagi saya harganya cukup waw untuk sekadar camilan UMR Jogja. Walau saya akui itu enak, saat itu juga rasanya langsung pengin cari nasi. Maklum, lidah Jawa. Ketemu ayam goreng otomatis jodohnya nasi.

Beberapa waktu yang lalu, artikel liputan tentang Olive Fried Chicken cukup membangkitkan kenangan masa muda saya di Jogja. Di tengah menunggu jam kuliah selanjutnya, saya dan teman-teman pergi ke cabang Olive di dekat kampus. Dada lembut menu favorit saya. Nasi, ayam, dan es teh.

Olive juga hadir dalam bentuk nasi kotak saat rapat Asisten. Belum mulai acaranya, bau nasi hangat dan ayam goreng sudah menyeruak di sudut ruangan. Bungkus yang didominasi warna merah putih menggambarkan sambal yang sudah dituang di atas nasi panas dan siap disantap bersama kriuknya ayam. Ah, mengganggu konsentrasi saja.

Bagi sebagian besar orang, kulit ayam yang digoreng tepung merupakan kenikmatan paling HQQ. Hingga kerap dijadikan “gong” atau santapan di akhir ritual makan lauk ayam. Sampai ada yang mengatakan “Jika pacarmu rela ngasih kulit ayamnya ke kamu, nikahin!”

Padahal kulit ayam mirip alkohol. Kalau kata Mas Ojan vokalis band Sisitipsi, “Kamu jahat tapi enak.”

Ya, betul. Kulit ayam enak, tapi sangat berbahaya bagi tubuh. Dari seluruh bagian tubuh ayam, lemak terbanyak tepat berada di bawah kulit ayam. Apalagi yang digoreng tepung. Kami segenap warga penggemar kulit ayam mengucapkan, “Selamat datang kolesterol!”

Kamu bisa kelebihan berat badan (obesitas), mengidap penyakit jantung, dan terkena stroke kalau kebanyakan makan kulit ayam. Kesalahan dalam pengolahan juga dapat menimbulkan penyakit campylobacteriosis yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter Jejuni. Kalau kamu habis makan ayam malah diare, kram perut, bahkan demam, bisa jadi kamu kena campylobacteriosis.

Baca Juga:

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Gimana? Udah mirip banget kan sama alkohol? Kamu jahat tapi enak.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko di atas adalah dengan membuang lemak di bawah kulit ayam. Tentu saja kamu hanya bisa melakukan ini kalau masak sendiri. Kamu nggak mungkin pesan di warung, “Mbak, beli nasi ayam yang kulitnya udah diilangin lemaknya ya?” Ngimpi….

Cara jitu kalau kamu pengin hidup sehat ya menahan diri untuk tidak mengonsumsi kulit ayam. Bhaaa… selain sehat, kamu bisa jadi golongan pacar yang wajib dinikahin karena ngasih kulit ayam ke pasangan. Oh, ya… jangan sampai pacarmu baca tulisan ini ya. Bisa-bisa malah dibilang jahat karena kamu kasih bagian ayam yang nggak sehat. Dia akan mengira kamu membiarkannya sakit jantung lalu meninggal dan hartanya kamu ambil. Duh, udah kayak sinetron era 2000-an.

Tak kasih tau bagian tubuh ayam yang enak tapi nggak jahat, malah baik banget. Tulang rawan ayam. Kalau di menu Olive kamu bisa pesan dada lembut. Nah, di dalamnya ada tulang rawan yang biasanya saya kremus pada akhir ritual makan. Kenikmatannya satu tingkat di atas kulit ayam.

Saya dikenalkan tulang rawan oleh ibu saya tercinta. Ya siapa lagi kalau bukan beliau yang susah payah ndulang saya waktu kecil? “Iki balung nom e, enak lho.” Nyuapin pake tangan. Uwu, sungguh nikmat. Semenjak saat itu saya jadi doyan makan ayam, khususnya tulang rawan. Dan baru sadar kalau ibu saya selalu menyisihkan bagian dada lembut untuk saya yang susah makan.

Apa sih manfaat tulang rawan pada ayam? Tak hanya enak, tulang rawan ayam ternyata mengandung asam amino yang mampu mempercepat produksi kolagen dalam tubuh. Dengan kata lain mengonsumsi tulang rawan ayam baik untuk peremajaan kulit. Jadi awet muda gitu.

Saya terkejut ketika sebagian orang menyisakan tulang rawan di piringnya. Nggak dimakan. Sebagai pengabdi tulang rawan ayam kayak saya sungguh merasa seperti dikhianati.

Nah, jadi kesimpulannya mending kamu mengikuti jejak pemuja tulang rawan saja. Lupakan kulit ayam. Jadilah golongan pacar yang baik dan awet muda.

BACA JUGA Kulit Ayam itu Bukan Cuma Enak, Tapi Enak Banget! dan tulisan Arum Puspitorukmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Desember 2021 oleh

Tags: ayam gorengKulinerkulit ayam
Arum Puspitorukmi

Arum Puspitorukmi

Ibu rumah tangga rasa mahasiswi.

ArtikelTerkait

Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan! terminal mojok.co

Menyebut Tempe Goreng Tepung sebagai Tempe Mendoan, Seburuk-buruknya Penghinaan!

6 Februari 2021
6 Dosa Penikmat Sate Ayam Ponorogo yang Sebaiknya Dihentikan

6 Dosa Penikmat Sate Ayam Ponorogo yang Sebaiknya Dihentikan

16 Februari 2022
4 Rekomendasi Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel

15 September 2025
Menelusuri Paket Nasi Dada Ayam Paling Enak di Jogja olive chicken popye chicken crush Jogchick terminal mojok.co

Menelusuri Paket Nasi Dada Ayam Paling Enak di Jogja

23 September 2020
3 Rekomendasi Kuliner di Kereta Joglosemarkerto yang Cocok untuk Menemani Perjalanan

3 Rekomendasi Kuliner di Kereta Joglosemarkerto yang Cocok untuk Menemani Perjalanan

13 Januari 2022
3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2 terminal mojok.co

3 Kuliner di Tegal yang Tak Biasa dan Wajib Dicoba Bagian 2

5 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

11 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu shopee vip

Shopee VIP Memberi Ilusi Hemat Belanja, tapi Bisa Membuat Boros Tak Terkira

12 April 2026
SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal Mojok.co

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani
  • Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan
  • Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”
  • Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta
  • Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam
  • Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.