Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Sonya Mawardani oleh Sonya Mawardani
28 Mei 2026
A A
Bersyukur Tidak Lolos Tes CPNS Setelah Difitnah Pakai Ordal (Unsplash)

Bersyukur Tidak Lolos Tes CPNS Setelah Difitnah Pakai Ordal (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak pernah membayangkan kalau dulu sempat ikut tes CPNS selepas lulus SMA. Saya sendiri ikut karena banyak orang tua di lingkungan saya yakin kalau anak itu sukses kalau menyandang status PNS.

Maklum, bagi banyak orang tua di lingkungan saya, PNS adalah pekerjaan paling aman, gajinya tetap, masa depan jelas, dan hari tua terjamin. Saudara saya yang sudah jadi PNS pun berkali-kali meyakinkan saya untuk mengikuti jejaknya.

BACA JUGA: Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

Tes CPNS yang bikin saya menderita

Setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk menunda keinginan untuk kuliah. Alasannya simpel, karena saat itu saya merasa belum mampu dari segi biaya. Pada akhirnya, saya memilih untuk bekerja. Suka duka selama mencari pekerjaan pernah saya alami, bahkan hingga merasa putus asa.

Di tengah keputusasaan, saudara saya memberi tahu tentang pembukaan pendaftaran CPNS. Kabar tersebut memberikan secercah harapan dan mengembalikan semangat saya. 

Anehnya, begitu tahu saya ikut daftar tes CPNS, beberapa teman malah berubah sikap. Ada yang bercanda sinis. Ada juga yang nuduh saya pasti punya orang dalam atau biasa disebut “ordal”. Seolah-olah orang biasa nggak mungkin bisa lolos tes CPNS tanpa bantuan orang dalam.

Saya berusaha untuk tidak peduli dan nekat mendaftar CPNS hingga lolos seleksi administrasi. Tetapi, saat hendak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes SKD, saya malah sakit. 

Saya tetap memaksakan diri untuk mengikuti tes tersebut. Alhasil, nilai tidak sesuai dengan harapan dan saya gugur karena nilai saya lebih rendah dari peserta lain. Saya terpaksa menerima kenyataan tersebut.

Baca Juga:

Nasib Guru PNS Muda di Sekolah Boomer: Dianggap Dewa Teknologi, Berakhir Jadi Kurikulum Abadi

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

Awalnya saya kecewa dan sering ngedumel. Tapi, tiga tahun setelahnya saya bersyukur. Dari situ, saya belajar kalau penolakan tidak selamanya buruk. Ada beberapa alasan kenapa saya merasa bersyukur gagal lolos tes CPNS.

#1 Birokrasinya “njelimet” bikin saya bersyukur nggak lolos tes CPNS

Saya dulu mikir kalau jadi PNS itu mudah. Karier aman, gaji tetap, masa depan cerah, dan hari tua tenang. 

Sampai akhirnya saya berubah pikiran ketika mendengar cerita saudara saya yang sudah jadi PNS. Katan dia, banyak sekali aturan yang membuat dirinya jadi lebih berhati-hati dalam bekerja. 

Rumitnya aturan birokrasi, tekanan pemeriksaan, dan persoalan jam kerja bisa menyeret seseorang ke meja sidang. Makanya, saya jadi sadar bahwa pekerjaan yang terlihat aman, tetap menyimpan ketakutan yang tak terlihat.

Beberapa orang yang saya kenal juga membenarkan rasa syukur saya nggak lolos CPNS. Kata mereka, karier PNS nggak cocok untuk orang yang terbiasa dengan lingkungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada target. 

Ada beberapa penyebab lambatnya birokrasi di pemerintahan. Prosedur berjenjang yang butuh persetujuan banyak meja, ketakutan mengambil risiko karena takut menyalahi prosedur, dan pembagian tugas yang sangat spesifik membuat pegawai tidak mau membantu pekerjaan di luar porsi mereka.

#2 Permainan politik kantor, nggak cocok untuk orang yang lurus-lurus aja

Ini alasan kedua karier PNS nggak cocok buat orang yang niatnya cuma kerja, pulang, lalu nunggu gajian kayak saya. Memang, permainan seperti ini nggak cuma ada di lingkungan PNS. Di tempat kerja lain pun pasti ada. 

Namun, di birokrasi, hal-hal seperti ini kadang terasa lebih rumit dan melelahkan. Apalagi buat orang yang nggak suka cari muka atau ikut arus politik kantor.

Dari cerita saudara, saya mulai menyadari kerja di birokrasi juga berhadapan dengan situasi yang tidak selalu nyaman secara moral. Ada momen ketika seseorang memilih ikut arus atau tetap memegang prinsipnya. Makanya, nggak lolos CPNS malah saya syukuri.

#3 Saat memilih berubah, Saya jadi tahu, ada yang diam-dam nggak suka sama saya

Mungkin terdengar lucu, tapi karena alasan ini saya justru bersyukur pernah ikut seleksi CPNS meskipun gagal. Nggak cuma jadi tahu alur dan deg-degannya sampai susah tidur selama seleksi. Saya jadi tahu dinamika pertemanan ketika memutuskan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Waktu itu, ketika teman dekat saya mengetahui bahwa saya hendak daftar CPNS. Respon dia terdengar biasa saja. 

Tapi anehnya, saat di chat grup, dia mempermalukan saya. Dia menuduh saya mendaftar CPNS pakai orang dalam. Menurutnya, CPNS itu hanya untuk lulusan S1 atau jenjang yang lebih tinggi. Padahal, ada beberapa posisi yang memang menerima lulusan SMA.

Bahkan ada yang bercanda kalau suatu hari semisal saya menjadi PNS, saya akan korupsi. Walaupun awalnya merasa kesal, tapi terkadang saya maklum ketidaktahuan mereka. 

Mereka menganggap lulusan SMA haram hukumnya daftar CPNS. Saya jadi sadar, ketika saya memutuskan untuk berubah, ada beberapa orang yang tidak suka dengan perubahan tersebut.

BACA JUGA: Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

#4 Gagal tes CPNS malah bikin saya lebih menikmati masa muda

Dengan gagal CPNS, saya jadi punya kesempatan untuk menjelajahi, menikmati, dan membangun pengalaman seperti anak muda pada umumnya. Mulai dari ikut organisasi, magang, sampai part time sambil kuliah. Saya justru lebih menikmati proses itu untuk berkembang dan membangun pengalaman hidup.

Ternyata, jalur hidup yang berbeda membuat saya lebih bisa memahami diri sendiri. Selain itu, mata saya jadi terbuka. Bahwa lingkungan yang memaksa “aman” belum tentu memahami diri saya sepenuhnya. Kegagalan itu menyelamatkan saya dari hidup yang sebenarnya tidak saya inginkan sepenuh hati.

Penulis: Sonya Mawardani

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Jangan Keburu Jatuh Cinta sama PNS, Dunianya Tidak Semudah dan Semulus yang Kalian Kira

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2026 oleh

Tags: cpnslulusan smaordal cpnspnssyarat tes cpnstes cpns
Sonya Mawardani

Sonya Mawardani

ArtikelTerkait

tes seleksi cpns ulang

Usulan Tes Seleksi CPNS Ulang Itu Nggak Masuk Akal

11 November 2021
Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, Bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami Mojok.co

Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami

3 Agustus 2025
Jalur 'PNS Titipan' Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu terminal mojok.co

Jalur ‘PNS Titipan’ Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu

5 September 2020
Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd Mojok.co

Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd

14 April 2026
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

PNS Itu Buruh, Titik!

1 Mei 2023
max havelaar multatuli eduard douwes dekker mojok

‘Max Havelaar’, Novel yang Harus Masuk dalam Kurikulum Diklat PNS

19 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

23 Mei 2026
Tolong Berhenti Menyuruh Orang yang Baru Belajar Menyetir Mobil untuk Pakai Insting, Mereka Lebih Butuh Teori dan Jam Terbang

Tolong Berhenti Menyuruh Orang yang Baru Belajar Menyetir Mobil untuk Pakai Insting, Mereka Lebih Butuh Teori dan Jam Terbang

26 Mei 2026
Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman Terminal

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

25 Mei 2026
3 Alasan Mengapa Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

3 Alasan Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

26 Mei 2026
Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

23 Mei 2026
Angkringan Kamar Jenazah, Angkringan Aneh Ada di Kulon Progo (Wikimedia Commons)

Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah

22 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.