Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Nasib Guru PNS Muda di Sekolah Boomer: Dianggap Dewa Teknologi, Berakhir Jadi Kurikulum Abadi

Intan Wahyu Permana oleh Intan Wahyu Permana
24 Mei 2026
A A
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi PNS di usia muda adalah pencapaian luar biasa. Setidaknya, begitu anggapan mertua. Tapi, kenyataan di lapangan sering kali berbeda. Para pemegang SK baru harus sabar merasakan perpeloncoan sambil menunggu PNS baru berikutnya untuk bisa menghela nafas sejenak dari pekerjaan. Bayangkan skenarionya: kamu adalah satu-satunya PNS muda di sebuah sekolah yang isinya adalah para senior angkatan baby boomers. Ya, kebetulan (dan mungkin sayangnya), saya adalah guru PNS muda.

Di sekolah ini, kamu bukan lagi sekadar guru. Kamu adalah entitas mistis. Kamu dianggap sebagai dewa yang bisa melakukan apa saja, mulai dari membetulkan proyektor mati, mendesain spanduk kelulusan, hingga memindahkan gunung (kalau ada aplikasinya di PlayStore).

Mantra sakti: “dulu waktu muda, saya juga seperti kamu”

Awalnya, pujian dari para senior terasa menyenangkan di telinga guru PNS muda. “Wah, si Bapak/Ibu muda ini pinter banget ya, serba bisa!”

Namun, lama-lama pujian itu berubah menjadi jebakan batman. Setiap kali ada tugas baru yang menumpuk di meja, para senior akan mengeluarkan kalimat pemungkas yang sudah diwariskan turun-temurun: “Tolong dikerjakan ya, Dik. Kan kamu masih muda, otaknya masih segar. Dulu waktu saya seumur kamu, saya juga pegang semua urusan sekolah, bisa apa saja!”

Mantra sakti ini otomatis menutup ruang negosiasi. Mau menolak? Nanti dibilang tidak hormat sama senior. Mau menerima? Beban kerja sudah mirip kepala dinas, padahal gaji dan tunjangan tetap di level golongan paling bawah. Alhasil, pemeo “yang muda yang berkarya” di sekolah bergeser makna menjadi “yang muda yang kerja rodi”.

BACA JUGA: Susahnya Jadi Guru Matematika, Gaji Tak Sampai Rp500 Ribu per Bulan Masih Ribet dengan Syarat CPNS

Kutukan guru PNS muda: menjadi Kurikulum Abadi

Dipikir-pikir pekerjaan banyak ini dimulai sejak 5 tahun yang lalu, saat puncak dari segala apresiasi berkedok eksploitasi ini ketika Kepala Sekolah memanggil ke ruangan. Dengan senyum penuh arti, beliau menunjuk saya menjadi ketua urusan kurikulum. Selamat! Sejak hari itu, saya resmi menyandang gelar: Kurikulum Abadi.

Sejak saat itu, garis hidup saya sepenuhnya dikendalikan oleh kata “kurikulum”. Hebatnya, definisi kurikulum di sekolah ini sangatlah elastis. Urusan administrasi mengajar, raport digital, dan dokumen 1 Kurikulum Satuan Pendidikan? Oke, itu memang tugas kurikulum.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Tapi kenapa ketika PMI dan Puskesmas mengadakan workshop kesehatan, kurikulum yang harus maju di depan?

Bahkan yang paling ajaib adalah urusan acara perpisahan sekolah. Dari mulai menyusun konsep acara, memilih panggung, sampai menjadi MC acara segala acara garda terdepannya tetap: KURIKULUM.

Tolong ya, pekerjaan itu bisa di-breakdown!

Sebenarnya, sebagai guru PNS muda, kita tidak masalah untuk belajar dan mengurus banyak hal. Kami paham bahwa teknologi dan digitalisasi adalah ranah kami. Kalau disuruh mengoperasikan aplikasi rapor online, bikin media pembelajaran interaktif, atau mengedit video profil sekolah, kami akan kerjakan dengan senang hati. Itu masuk akal.

Namun, masa iya tugas non-teknologi yang sifatnya fisik dan administratif manual harus dilemparkan ke kami juga?

Urusan perpisahan sekolah, misalnya. Menghubungi tempat penyewaan tenda atau menyusun kursi itu tidak butuh keahlian khusus mengoperasikan AI. Semua orang dari segala kelompok usia—selama fisiknya sehat—pasti bisa melakukannya. Masa iya yang nulis susunan acara sekaligus melatih anak-anak jadi MC saya? kan ada guru Bahasa Indonesia ya.

Pekerjaan sekolah itu harusnya bisa di-breakdown dan dibagi rata. Jangan mentang-mentang yang tua sudah merasa “senior”, lalu tugas yang tidak butuh teknologi pun ikut dioper ke yang muda dengan alasan nostalgia zaman dulu.

Menjadi satu-satunya guru muda di antara para boomers memang melatih kesabaran setingkat dewa. Namun ingat, pundak guru muda juga bisa encok. Tolong para senior, kami ini PNS muda, bukan pahlawan Avengers yang bisa menyelesaikan semua masalah sekolah seorang diri!

Penulis: Intan Wahyu Permana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Guru Honorer Temanggung Totalitas dan Serius Ngajar meski Gaji Nggak Sampai Rp500 Ribu, Malah Dimusuhi karena Dianggap Bikin Repot Guru PNS Bergaji Lebih Besar tapi Nggak Niat Ngajar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2026 oleh

Tags: guru pnspnsPNS mudaSK PNS
Intan Wahyu Permana

Intan Wahyu Permana

Guru di sebuah sekolah di ujung timur Pulau Jawa yang hobi menulis dan telah mencetak beberapa buku bacaan.

ArtikelTerkait

marijuana

Galaunya Si Marijuana: Haruskah Dilegalkan atau Tidak?

16 Oktober 2019
Kata Siapa Gaji Guru Swasta itu Bercanda? Gaji Kami Gede kok (Syarat dan Ketentuan Berlaku)!

Andai Gaji Guru Naik, Berapa Persentase Kenaikan yang Ideal? Apakah Bisa Sebanyak Tukin Kementerian?

25 September 2024
5 Stereotip PNS yang Sungguh Salah Kaprah terminal mojok.co

5 Stereotip PNS yang Sungguh Salah Kaprah

9 Agustus 2021
Andai PNS Dibubarkan, Ini yang Bakal Terjadi terminal mojok

Andai PNS Dibubarkan, Ini yang Bakal Terjadi

12 November 2021
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Sambut Bulan Ramadan, Tradisi PNS Adalah 5 Hal Ini Terminal Mojok.co

Sambut Bulan Ramadan, Tradisi PNS Adalah 5 Hal Ini

1 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

11 Juni 2026
Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026
Kenapa Makan Mie Instan Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat? (Unsplash)

Kenapa Ya, Makan Mie Instan Menjelang Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat?

11 Juni 2026
Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.