Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
21 Mei 2022
A A
Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter Terminal Mojok

Panduan Menghadapi Fanwar di Twitter (Sattalat Phukkum)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai media sosial gado-gado, apa pun bisa kita temukan di Twitter. Mas-mas HRD yang suka sharing tips nyusun curriculum vitae, mbak-mbak yang caper ke admin partai politik biar dibeliin skincare, anak-anak kampus terkenal yang bercita-cita pengin jadi anime, sampai tingkah random para K-Popers ada di aplikasi berlogo burung ini.

Khusus untuk yang kasus terakhir, baru saja berlangsung fanwar yang memiliki kemungkinan menjadi salah satu catatan sejarah. Fanwar, atau perang antarpenggemar yang cukup sering terjadi di jagat K-Pop, tersebut berlangsung dalam internal fandom boygroup NCT yang bernama NCTzen. Perang diawali dari seorang penggemar, bernama Safa, yang kerap menebar kebencian akan anggota-anggota NCT Dream, terutama Huang Renjun dan Na Jae Min. Olok-olok yang kerap dilakukannya ini berbuntut pada nggak terimanya para solo stan Renjun dan Jae Min.

Puncaknya, para NCTzen yang terlibat. Dengan pentolannya yang bernama Sabrina dan Berflower, mereka mengadakan space di Twitter dalam rangka menghadirkan forum yang diduga bertujuan untuk membicarakan—meski jatuhnya seperti menghakimi—kasus Safa. Mengingat space di Twitter adalah ruang publik yang bisa dimasuki oleh siapa saja, space ini jadi punya pendengar hingga puluhan ribu orang. Total durasi space-nya pun mencapai 2,5 jam! Bahkan kata kunci Safa, Sabrina, NCTzen, dan Huang Renjun sampai trending hingga hampir dua hari lamanya.

Ilustrasi Twitter Spaces (Yalcin Sonat/Shutterstock.com)

Nggak hanya sesama NCTzen, penggemar dari fandom lain hingga orang awam banyak yang ikut bergabung dalam topik fanwar ini. Sebenarnya, fanwar di kalangan K-Popers sangat sering terjadi, terutama di era digital ini. Semua orang bisa punya akses untuk berpendapat, membela, atau bahkan memfitnah idol K-Pop.

Ada yang beranggapan bahwa penggemar yang membela idol atau bias sama dengan menunjukkan loyalitas. Membela dalam taraf yang wajar sih nggak apa-apa, ya. Tapi kalau sampai berlebihan, bawa-bawa polisi, partai politik, hingga ancaman laporan ke pengadilan apa nggak kelewat selo itu namanya? Bahkan kadang-kadang agensi saja nggak mengurus semua laporan dari fans, lho.

Ketika menjumpai fanwar antarpenggemar fanatik di jagat media sosial khususnya Twitter, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Kiat-kiat ini saya bedakan tergantung posisi, apakah kalian termasuk K-Popers akut sekaligus militan, cenderung bodo amat, atau nggak memiliki hak untuk bergabung dalam fanwar tersebut.

#1 Hindari media sosial untuk sementara waktu

Khusus untuk para K-Popers sumbu pendek dengan kecenderungan susah mengontrol emosi, kalian perlu rehat dulu dari dunia maya ketika menemui fanwar. Memang nggak bisa dimungkiri bahwa kita juga gatal pengin beropini atau membela bias saat ada yang menghina mereka. Tapi ingat, setiap kata yang kalian kirimkan ke media sosial akan menjadi konsumsi publik dan berpeluang jadi boomerang. Nggak menutup kemungkinan juga cuitan kalian tersebut menyakiti orang lain. Ingat, jangan sampai K-Pop bikin kalian lupa cara respect pada sesama manusia.

Jadi, cobalah untuk istighfar dan tutup aplikasi medsos kalian selama beberapa waktu hingga fanwar tersebut sudah hilang atau minimal situasi sudah nggak panas. Nggak perlu FOMO kalau soal fanwar, mah.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Nggak usah buka medsos dulu kalau ada fanwar (Shutterstock.com)

#2 Nyimak dan tertawa

Kalau boleh mengategorisasikan K-Popers berdasarkan kepedulian mereka terhadap fanwar, istilah yang hampir tepat mungkin untuk membagi mereka adalah militan dan bodo amat. K-Popers militan akan melakukan semua hal untuk mendukung dan membela biasnya, sekalipun biasanya itu nggak pernah tahu bahwa mereka hidup. Mungkin Sabrina dan Berflower termasuk dalam kategori ini. Berbeda dengan K-Popers bodo amatan yang, ya sesuai namanya, cenderung nggak peduli dengan fanwar.

Sebagian K-Popers bodo amatan ini lebih sering nyimak dan tertawa ketika menjumpai perang antarpenggemar. Mereka sadar betul kalau menjadi penggemar K-Pop hanyalah secuil sumber kebahagiaan. Masa iya sumber kebahagiaan ini harus dirusak oleh perang dalam ngurusin hidup orang lain yang sebenarnya nggak perlu juga mati-matian dibela.

Kiat acuh tak acuh ini sebenarnya efektif banget. Kita nggak perlu keluar energi dan emosi banyak hanya untuk membela idola. Ingat kata Han Byeol dalam drama Shooting Stars, “Hal yang paling tidak berguna di dunia ini adalah mengkhawatirkan selebriti.” Saya rasa Mbak Sabrina yang mengaku sudah berusia 29 tahun bisa belajar untuk nggak begitu menghiraukan bocil-bocil yang masih labil.

Para fans menonton konser idola mereka (Shutterstock.com)

#3 Tetap fokus pada idola masing-masing

Semesta K-Pop terdiri dari konstelasi grup-grup yang jumlahnya banyak dan beraneka ragam. Twitter adalah media sosial yang bisa diakses oleh siapa saja, termasuk dari kelompok fandom mana saja. Kita bisa menjumpai ARMY, NCTzen, Blink, ONCE, Treasure Maker, dan semua fandom K-Pop lainnya.

Mengingat ada banyaknya fandom yang ikut bergabung di Twitter, maka kita juga harus tahu sebenarnya fandom yang sedang berperang ini apa saja, sekaligus juga mengidentifikasi diri, kita termasuk fandom mana. Fanwar antara Safa dan para perwakilan Na Jae Min dan Huang Ren Jun adalah urusan internal NCTzen. Maka yang berada di luar fandom ini, bijaknya lebih baik nggak usah ikut-ikutan.

Memang, sih, kadang kita suka kepo juga sama perang fandom lain. Tapi kita perlu ingat bahwa ada pepatah di dunia K-Pop yang berbunyi: Not your fandom, not your problem. Mungkin ilustrasinya bisa menggunakan meme Tom yang bertuliskan, “Lu tuh nggak diajak.” Mending nggak usah ikut campur daripada kamu ikut dirujak sama fandom yang lagi mendidih darahnya.

Bisa dikatakan fanwar adalah suatu keniscayaan dalam kamus K-Popers. Mau diminimalisasi dengan mengadakan seminar sekalipun fanwar nggak akan bisa dicegah. Tapi kalau kalian berjumpa dengan para K-Popers yang lagi naik pitam dan siap melakukan apa saja demi biasnya, ingat kiat-kiat tadi. Daripada didesak untuk bikin klarifikasi karena emosi sesaat, mending cari aman. Atau mending kita lanjut streaming MV aja. Skuyyy.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jerome Polin Tanya di Twitter, Netizen Ngamuk. Kalian Ini Kenapa, Sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2022 oleh

Tags: fanwarTwitter
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Ngomongin tentang Coach Justin bareng Akun @txtdaricoachy

9 November 2020
Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

29 Februari 2020
Kamus Bahasa Gaul Anak Twitter Terminal Mojok

Kamus Bahasa Gaul Anak Twitter

8 Maret 2022
fan fiction situs baca mojok

4 Rekomendasi Aplikasi Baca Fan Fiction

27 Desember 2020
dinda hauw MOJOK.CO

5 Golongan Netizen Indonesia yang Memanfaatkan Kemesraan Dinda Hauw

14 Juli 2020
Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki terminal mojok.co

Mencoba Memahami Twit Ersa Tri Wahyuni tentang Homo Deus: Awalnya Kasih Opsi, Akhirnya Bikin Keki

15 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.