Panduan biar Nggak Terjebak Penipuan Open Donasi Berkedok, 'Twitter, Please Do Your Magic' – Terminal Mojok

Panduan biar Nggak Terjebak Penipuan Open Donasi Berkedok, ‘Twitter, Please Do Your Magic’

Artikel

Baru-baru ini, lini masa Twitter saya penuh dengan orang yang ngomel-ngomel karena habis kena tipu seorang netizen yang open donasi. Usut punya usut, si netizen penipu ini mengaku bahwa ibunya baru saja menerima pembatalan pesanan kue. Padahal, kue-kue tersebut udah pada mateng. Walhasil, dia menggunakan kalimat ajaib, “Twitter, Please Do Your Magic” untuk mendapatkan simpati para warga Twitter—dan ternyata beneran banyak yang nyumbang. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata semua hanyalah kebohongan belaka.

Nggak cuma itu, saat menjelang lebaran tahun lalu, kasus penipuan serupa juga pernah terjadi. Seorang netizen mengaku bahwa ibunya mendapatkan banyak pesanan kue kering yang ternyata dibatalkan sepihak oleh si pemesan. Berhubung si netizen ini kasihan sama ibunya yang udah susah-susah bikin kue, dia berinisiatif bantuin ibunya dengan jualin kue-kue itu pada warga Twitter yang dikenal baik hati. Tentu saja, nggak lupa dengan menyertakan kalimat ajaib, “Twitter, Please Do Your Magic” untuk mendapatkan banyak simpati.

Padahal, gambar kue-kue yang digunakan netizen tersebut cuma hasil colongan di Google. Sebagian besar netizen yang udah nyumbang buat beli kuenya, banyak yang nggak dikirim-kirim sampai lebaran sudah selesai.

Penipuan sejenis ini mulai marak terjadi di Twitter dan entah mengapa orang-orang juga masih aja sering kegocek. Padahal, kalau mau lebih teliti lagi, hal-hal semacam ini bisa dihindari, lho. Berikut saya berikan panduannya.

#1 Pastikan akun yang digunakan adalah akun asli lengkap dengan foto profil asli

Pada kasus penipuan pertama yang saya ceritakan, si penipu ini nggak pakai akun asli. Biasanya, foto profil mereka ini pakai foto para idol Korea. Saran saya, jangan mau donasi sama akun-akun yang nggak jelas kayak gitu. Mending yang pasti-pasti aja, deh.

#2 Kalau beneran mau donasi, pastikan transaksinya dilakukan menggunakan e-commerce

Kalau beneran mau bantu dengan berdonasi atau membeli dagangannya, usahakan untuk selalu melakukan transaksinya menggunakan e-commerce. Misalnya mau membeli kue seperti di atas, transaksinya bisa dilakukan di Shopee atau Tokopedia, atau e-commerce jenis apa pun. Minta link untuk toko e-commerce-nya dengan berani dan sopan, biar orangnya nggak tersinggung. Pokoknya, jangan asal lakukan transaksi gitu aja tanpa ngecek terlebih dahulu.

Jika kasusnya berupa open donasi seperti menolong orang yang sakit, dll, bisa menggunakan Paypal atau Kitabisa. Tujuannya tentu saja untuk meminimalisir terjadinya penipuan. Orang-orang yang buka link donasi di e-commerce pastinya memiliki data yang sudah terverifikasi. Jika sampai terjadi penipuan, ada pihak ketiga yang dapat dimintai datanya dengan lengkap.

Saya pernah menemukan kasus open donasi yang dilakukan melalui Kitabisa dan ternyata ketahuan bahwa itu sebenarnya penipuan. Syukurnya, uang donasi masih tertahan di pihak Kitabisa dan belum dapat dicairkan oleh si pelaku. Pihak Kitabisa juga menolak mencairkan dana setelah banyak mention dari netizen yang merasa tertipu. Nah, terselamatkan, bukan?

#3 Teliti dahulu sebelum transaksi, nggak usah buru-buru

Bagaimana kasus-kasus penipuan di atas bisa terungkap? Semuanya berasal dari ketelitian netizen—meskipun telitinya, sih, telat banget karena udah keburu nyumbang banyak. Pada kasus penipuan di atas, beberapa netizen ada yang menaruh curiga dan merasa janggal pada situasi yang dialami pelaku. Seorang netizen bahkan blak-blakan bertanya kalau seharusnya sebelum pesanan kue dibuat, tentunya sudah harus ada uang DP dulu, kan?

Netizen yang lain bahkan lebih nekat lagi dengan mengambil foto kue yang digunakan oleh pelaku, lalu melakukan tracing foto tersebut menggunakan Google Image. Hingga akhirnya ketahuanlah bahwa foto yang digunakan sebenarnya adalah hasil colongan di Facebook. Lalu, terbongkarlah semua modus penipuan si pelaku—meskipun uangnya udah masuk ke rekeningnya, sih.

Pokoknya, kalau ada yang open donasi menggunakan kalimat ajaib, “Twitter Please Do Your Magic”, teliti dulu lebih jauh dan pelan-pelan. Analisis situasinya dan jangan gegabah. Pasalnya, kena tipu sekecil apa pun nominalnya, tetap aja nyakitin.

#4 Berdonasi secukupnya saja

Kalau kebetulan benar-benar bersimpati dan mau membantu orang-orang yang kesusahan di Twitter, berdonasilah secukupnya saja. Jangan terlalu dipaksa. Pastikan dulu uang di dompet masih cukup buat beli bensin dan makan untuk hari ini, barulah gunakan sisanya untuk berdonasi. Jadi, kalau benar-benar kena tipu, nggak akan merasa kayak pecundang.

Bukan bermaksud pelit, sih, tapi ya realistis saja. Di dunia yang semakin hari semakin brengsek ini, jangan mudah percaya sama orang asing. Apalagi sama orang asing yang hanya kenal sekilas di dunia maya.

BACA JUGA 5 Tipe Orang Melakukan Donasi dan tulisan Siti Halwah lainnya.

Baca Juga:  Daisuke Kobayashi dan Svay Rieng FC: Idola dan Raksasa Baru Liga Kamboja
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.