Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim

Nurul Arrijal Fahmi oleh Nurul Arrijal Fahmi
24 Oktober 2019
A A
Auto Base

Auto Base

Share on FacebookShare on Twitter

Di era modern saat ini penggunaan media sosial seperti sudah menjadi makanan wajib seluruh umat manusia. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Tinder, Bigo dan sebagainya menjadi aplikasi wajib di smartphone khususnya bagi kaum millenials. Salah satu media sosial yang ramai di Indonesia saat ini adalah Twitter.

Banyak yang bilang bahwa Twitter adalah tempat berkumpulnya sobat misqueen dan kaum pecinta rebahan. Banyak keunggulan Twitter dibanding media sosial lain, salah satu nya adalah keberadaan auto base atau menfess atau apalah itu namanya.

Auto base merupakan sebuah akun yang memfasilitasi pengguna Twitter untuk mengirimkan pesan atau pun twit secara anonim. Cara kerjanya adalah kita tinggal mengirimkan DM ke akun base tadi dengan kode-kode tertentu, setelah itu pesan akan otomatis dipost tanpa mengetahui siapa pengirim tweet tersebut.

Sejatinya base Twitter memiliki banyak manfaat seperti terbukanya ruang diskusi, sharing info-info penting, maupun sekedar mencari seseorang untuk diajak saling mengikuti akun (anak Twitter sih nyebutnya mutualan).

Mengirimkan twit secara anonim merupakan sebuah kemewahan yang ditawarkan oleh akun-akun base tersebut, khususnya bagi orang yang awalnya malu untuk mengungkap identitas aslinya.

Namun sayangnya, hal tersebut dimanfaatkan negatif bagi beberapa pihak, salah satunya sebagai sarana julid online. Beberapa orang justru menggunakan base sebagai tempat untuk bergunjing, menyebar aib, hingga bullying massal di media sosial.

Dalam sebuah jurnal oleh Frida Medina Hayuputri dari Fakultas Psikologi, Universitas Persada Indonesia YAI, menyebutkan, Ketika seseorang berada dalam suatu kondisi di mana ia berperilaku bukan atas nama pribadinya (anonim), maka ia merasa tidak perlu bertanggung jawab atas segala akibat perilakunya. Kondisi seperti itu biasa disebut dengan deindividuasi.

Deindividuasi adalah hilangnya kewaspadaan diri sebagai pribadi, yang berakibat pada hilangnya rasa takut dan tanggung jawab pada suatu kondisi (Myers, 2010).

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Yang terbaru, terjadi kasus di salah satu base yang menyebut dirinya sebagai areajulid (eh kesebut kan ya akunnya) meneruskan sebuah twit yang berisi foto dua orang selebgram di mana dalam foto tersebut terdapat caption bernada melecehkan yakni, “ini ya yang sejam 5 juta itu?”

Hal tersebut sempat ramai dan membuat selebgram tadi dibully massal oleh warganet. Padahal tweet tersebut hanyalah sebuah fitnah belaka, sampai selebgram tadi harus membuat sebuah video klarifikasi karena cacian yang terus menimpa ke dirinya.

Meskipun pada akhirnya admin base Twitter tadi juga ikut menyebarkan video tersebut dan ikut membuat klarifikasi juga, namun sejatinya yang dilakukan admin base cenderung tidak bertanggung jawab dan terkesan lempar batu sembunyi tangan.

Dalam klarifikasinya, sang admin menyebutkan bahwa akun base tersebut adalah akun autopost DM di mana seseorang yang mengirimkan DM dengan kode tertentu maka DM tersebut otomatis terkirim, dan akun yang mengirimkan DM tadi setelah ditelusuri ternyata sudah di nonaktifkan.

Klarifikasi yang dikeluarkan admin tersebut tidak memberikan jalan keluar dan cenderung lempar handuk atas apa yang terjadi. Tidak ada langkah yang dilakukan admin tadi untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi di akun base tersebut. Padahal tidak peduli siapapun yang patut disalahkan dalam kasus ini, korban lah yang harus menerima semua konsekuensi dari fitnah tersebut.

Memang, pengirim DM tersebut lah yang paling bersalah dalam kasus ini, namun peran admin base juga patut disalahkan. Bagaimana ia mengelola akun tersebut sampai-sampai hal seperti ini bisa terjadi, karena adanya base twitter bukan untuk menyebar aib apalagi sampai fitnah dengan bersembunyi dalam akun anonim.

Padahal, saya yakin orang-orang tersebut tidak akan berani berbuat begitu jika menggunakan akun aslinya. Coba deh kalau si korban ternyata berhasil melacak dan menemukan identitas asli sang pelaku, biasanya sih pelaku akan berubah drastis menjadi sopan, meminta maaf, dan memohon-mohon agar ia tidak sampai dilaporkan ke pihak berwajib.

Hal ini dikarenakan sudah hilang anonimitasnya, sehingga seluruh tanggung jawab atas perbuatannya harus ia tanggung secara pribadi. Padahal kalau nggak ketahuan mah jalan terus itu julid, tapi begitu ketahuan pasti langsung diam dan mohon-mohon agar diberi maaf. Klise sekali!

Hal-hal seperti ini harus mulai dipahami baik oleh admin, pengirim, maupun pembaca akun auto base agar adanya auto base di Twitter dapat digunakan sebaik mungkin, bukan hanya jadi tempat julid semata apalagi sampai menyebar fitnah. (*)

BACA JUGA Pokoknya Belum Kaffah Kalau Belum Ada Link-nya atau tulisan Nurul Arrijal Fahmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2019 oleh

Tags: akun anonimautobasefenomena media sosialMedia SosialmenfessMilenialSelebgramsobat misqueenTwitter
Nurul Arrijal Fahmi

Nurul Arrijal Fahmi

ArtikelTerkait

Semua Orang Akan Akrab dengan TikTok pada Waktunya

Semua Orang Akan Akrab dengan TikTok pada Waktunya

24 Januari 2020
Suatu Hal yang Harus Dipelajari Netizen dari Kegaduhan Cuitan Ardhito Pramono

Suatu Hal yang Harus Dipelajari Netizen dari Kegaduhan Cuitan Ardhito Pramono

1 Februari 2020
kreator konten

Hati-hati di Internet dan Kehidupan Saat Ini, Jika Blunder Langsung Dijadikan Konten

4 Juli 2019
guyonan admin twitter partai gerindra prabowo subianto mojok

Guyonan Twitter Partai Gerindra: Usaha Menutupi Luka Hati Prabowo

17 April 2021
Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

4 Desember 2019
twitter

Twitter itu (Sedikit) Menyebalkan

27 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.