Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jerome Polin Tanya di Twitter, Netizen Ngamuk. Kalian Ini Kenapa, Sih?

Riyanto oleh Riyanto
27 Januari 2022
A A
Jerome Polin Tanya di Twitter, Netizen Ngamuk. Kalian Ini Kenapa, Sih Terminal Mojok

Jerome Polin Tanya di Twitter, Netizen Ngamuk. Kalian Ini Kenapa, Sih (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jerome Polin jadi bulan-bulanan netizen yang tersinggung sekaligus ngamuk. Saya sendiri nggak begitu mengerti siapa itu Jerome Polin. Sepemahaman saya, blio seorang YouTuber, influencer, atau entah apa pun yang berhubungan dengan itu. Saya juga nggak mau repot-repot googling tentang Jerome Polin, sih. Dan saya ogah tanya di Twitter siapa itu Jerome Polin. Moh, nanti malah saya gantian diamuk sambil dikotbahin suruh googling dulu.

Nggak kenal sama Jerome, saya juga nggak begitu ngeh tentang dunia balapan, baik internasional maupun Indonesia. Saya cuma tahu Doni Tata yang pernah ikutan MotoGP dan Om Fitra Eri yang sekarang lebih sering nge-review mobil ketimbang balapan. Intinya, pemahaman saya soal Jerome dan dunia balapan hampir sama rendahnya dengan pemahaman anak SD soal Fisika Kuantum.

Kalau kemudian netizen ngamuk sambil nyinyir ngapain nulis tentang apa yang nggak saya tahu, ya bodo amat, wong hobi. Sama kan kayak netizen yang dikit-dikit tersinggung dan ngamuk. Belum tentu tahu apa yang sebenarnya terjadi, ujug-ujug ngamuk hanya karena ada orang yang ngamuk duluan. Saya hobi nulis, netizen hobi ngamuk. Lihat saja, bakal banyak yang ngamuk gara-gara tulisan ini.

Oke, sudahi urusan hobi masing-masing, mari ngoceh soal Jerome Polin dan kenapa dia bisa diamuk massa. Jadi ceritanya, entah diendors atau nggak, blio nge-share artikel soal Mario Suryo Aji, seorang pembalap yang konon harapan Indonesia di ajang MotoGP. Siapa itu Mario Suryo Aji? Silakan googling sendiri daripada gantian saya yang tersinggung dan ngamuk.

GILEE KEREN BANGET! Ada gak sih pembalap Indonesia yang balapan di balapan Internasional??#IndonesiadiMotoGP🤔🤔https://t.co/ZeCoU30MAo

— Jerome Polin Sijabat (@JeromePolin) January 24, 2022

Kutipan Jerome untuk artikel itu yang bikin netizen tersinggung. Intinya sih dia tanya, apakah ada pembalap Indonesia di ajang internasional? Iya, sesimpel itu. Dia nggak tahu, dan dia tanya. Padahal jawaban dari pertanyaan itu hanya antara “Ya” dan “Tidak”, tetapi netizen Indonesia menjebol pakem jawaban pertanyaan itu dan malah berargumen yang isinya macem-macem. Intinya satu, netizen sudah googling biar tampak pintar sebelum komen, dan Jerome nggak googling sehingga tampak goblok.

Banyak yang tersinggung lantaran Jerome tampak nggak paham soal dunia balapan dan nggak menghargai pembalap Indonesia. Nah, di situlah saya bingung. Kok bisa dianggap menyinggung kalau memang nggak tahu?

Lik Wagiyan, tetangga saya di kampung juga nggak mudeng dunia balapan Indonesia, masa blio termasuk nggak menghargai pembalap? Bahkan saya yakin, ada banyak orang kayak Jerome, saya, dan Lik Wagiyan di penjuru Indonesia, dan ketidaktahuan kami ini sungguh nggak ada hubungannya dengan nggak menghormati pembalap. Kami ini cuma nggak tahu, gitu saja.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Kalau saya balik pertanyaannya, memangnya ada dari netizen yang tahu bagaimana dunia olahraga kasti di kecamatan saya? Nggak tahu, kan? Yaudah, nggak apa-apa. Nggak usah googling biar sok pintar, toh digoogling juga nggak bakal ketemu. Saya juga nggak bakal nuduh netizen nggak menghargai dunia kasti di kecamatan saya.

Tapi, pasti tetap banyak yang nggak setuju sama argumen saya. Ada saja yang mengusung narasi bahwa Jerome Polin itu seorang figur publik, sehingga dia harus berhati-hati kalau mau ngetwit. Kalau dia ngetwit soal balapan, seenggaknya googling dulu tentang balapan. Ya, intinya gitu. Intinya karena Jerome adalah orang terkenal, dia harus tahu sesuatu sebelum bertanya.

“Googling dulu lah sebelum tanya!” ujar salah satu netizen nyinyir.

Lah, kalau dia sudah googling, ngapain masih nanya? Paradoks apa lagi ini? Apa-apa kok disuruh googling?

Kayaknya kalau Jerome tanya Burjo Andeska tempatnya di mana, netizen bakal tersinggung, ngamuk, dan menyesalkan kenapa dia nggak googling saja. Hash jiyan, angel tenan.

Berdasarkan fenomena ini, rasanya kudu ada revisi sebuah pepatah klasik di negeri ini. Nggak bisa lagi pakai: Malu bertanya, sesat di jalan. Kudu ditambahi jadi: Malu bertanya, sesat di jalan. Mau bertanya, diamuk netizen dan disuruh googling!

Kalau kultur menghakimi orang yang bertanya menyebar luas nggak hanya ada di semesta netizen, melainkan ke ranah pendidikan, jadinya bakal kayak gini:

Bu Guru setelah menjelaskan pelajaran: “Ada yang mau ditanyakan, Anak-anak?”
Siswa random: “Nggak, Bu. Takut menyinggung dan diamuk netizen.”
Another siswa random: “Sebelum tanya, googling dulu, Bu!”
Another siswa random calon SJW: “Bukannya gitu, Gais. Permasalahannya nggak sekadar nggak boleh tanya, tapi konteksnya sudah melebihi itu. Ada pihak yang jelas-jelas disinggung, dan kita harus membela hak-hak mereka.”
Shikamaru di pojok kelas: “Kalian merepotkan sekali.”
Sasuke: “Aku ingin membunuh Itachi.”
Naruto: “Aku ingin menjadi Hokage!”
Eren Yeager: “Tatakae!”
Mikasa Ackerman: “Ereh!”

Hash, mbuh malah ngawur. Tapi yo ben, memang pada dasarnya kita semua kita semua ngawur, kan? Terutama di medsos. Ada yang tanya di Twitter, malah pada tersinggung dan ngamuk. Kemarin ada anak orang kaya yang ngasih motivasi, juga pada tersinggung dan ngamuk. Weh, sebenarnya selain tersinggung dan ngamuk, ada aktivitas lain nggak, sih? Menjaga keseimbangan multisemesta, misalnya?

Penulis: Riyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2022 oleh

Tags: jerome polinMedia Sosialpembalappilihan redaksiTwitter
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

5 Sisi Gelap Profesi Bankir Terminal Mojok

5 Sisi Gelap Profesi Bankir

24 Agustus 2022
Takut Kepencet Like Twitter Ada 5 Cara Mengatasinya Terminal Mojok

Takut Kepencet Like Twitter? Ada 5 Cara Mengatasinya

12 Januari 2021
story media sosial

Bukti Cinta di Era Media Sosial dan Story

20 Juni 2019
Wahai Pria, Ini 5 Cara Pakai Skincare biar Muka Nggak Burik Terminal Mojok.co

Wahai Pria, Ini 5 Cara Pakai Skincare biar Muka Nggak Burik

8 Februari 2023
Jerome Polin Youtuber Sombong dan Saran untuk Si Pintar (Unsplash)

Jerome Polin Youtuber Sombong. Eh, Si Pintar Kena Hujat Lagi karena Kuasai Channel Nihongo Mantappu

6 Januari 2024
Beberapa Update Fitur WhatsApp yang Sangat Dibutuhkan sama Penggunanya terminal mojok.co

Update Fitur WhatsApp yang Sangat Dibutuhkan Penggunanya

13 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.