Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Obat Corona Ningsih Tinampi: Mengatasi Masalah dengan Masalah

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 April 2020
A A
ningsih tinampi, pengobatan alternatif, vaksin, virus corona, pemerintah mojok.co

ningsih tinampi, pengobatan alternatif, vaksin, virus corona, pemerintah mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ningsih Tinampi nggak sadar bahwa produk yang dia jual akan menciptakan chaos yang lebih besar dari chaos yang sudah ada.

Lama tak terdengar, Ningsih Tinampi (sayangnya) muncul lagi. Ningsih muncul lagi dengan membawa berita yang amat besar: dia menjual obat corona. Dia tidak main-main, meski saya masih yakin bahwa ini hanyalah lelucon April mop yang kebablasan.

Iklan

Ningsih Tinampi dikenal sebagai ((p r a k t i s i)) pengobatan alternatif, dan diklaim sudah menyembuhkan banyak orang. Entah penyakit apa yang sudah disembuhkan, setidaknya orang-orang berkata seperti itu.

Saya sempat menengok kanal YouTube milik Ningsih, dan memang banyak orang didemok-demok lalu menjerit terus bilang sakit mereka terasa mendingan. Sayang, saya nggak nemu video Ningsih main Counter Strike, nggak seru ah.

Tapi semua hal punya batas jelas yang tidak boleh dilewati. Tanpa mengurangi rasa hormat ke Ningsih Tinampi (since I have none), obat corona itu sudah cukup melewati batas.

Batas yang dilewati pertama adalah virus ini belum bisa dikontrol, masih banyak yang harus dipelajari dari virus ini. Batas kedua adalah klaim bahwa obatnya sesuatu yang tidak asing di dunia kedokteran.

Saya tidak meragukan kemampuan linuwih dari Ningsih Tinampi (wong saya nggak paham perkara gituan), tapi merasa lebih tahu dari para ahli yang sedang bekerja sama mengatasi virus ini justru berisiko bikin masalah baru.

Ahli virus dunia saja bilang kalau vaksin kemungkinan baru selesai dibuat pada bulan September, lha ini ujug-ujug datang seakan mengatakan “ini obat corona, monggo diminum,” ha koe ki sopo?

Ningsih Tinampi seakan lupa bahwa (lagi-lagi, sayangnya) dia itu public figure. Hal yang dia lakukan akan ditiru para pengikutnya. Dengan dia menjual so-called obat corona ini malah membuat upaya-upaya mengatasi corona ini menguap begitu saja.

Mari kita buat skenario. Ningsih Tinampi menjual obat ini, lalu beberapa waktu kemudian ada yang membuat testimoni “waaw obat ini meski tidak membuat muka saya mendingan, tapi menyembuhkan corona saya, thanksss Ibu Ningsih yang uwu uwu inyonghaseyooo.” Orang yang awam dengan dunia medis, apalagi dunia virus, akan berbondong-bondong beli.

Lalu PSBB, social distancing, kampanye #DiRumahSaja menguap begitu saja karena so–called obat corona.

Ningsih Tinampi nggak sadar bahwa produk yang dia jual akan menciptakan chaos yang lebih besar dari chaos yang sudah ada. Pemerintah pusat hingga daerah (kayaknya) mati-matian berusaha menangani corona bisa jadi malah menguap begitu saja.

Kepercayaan rakyat kepada pemerintah memang turun drastis, tapi bukan berarti Ningsih Tinampi mengambil celah yang terbuka. Sebagai public figure, yang dia harus lakukan justru ikut mengampanyekan program pemerintah dan mempercayai tindakan medis yang diambil.

Seluruh dunia sedang bahu-membahu mencari vaksin corona. Butuh waktu yang tidak sebentar memang, tapi saatnya kita mengangkat tangan untuk memberi energi kepada para saintis. Ini saatnya kita percaya penuh kepada saintis, dan “pengobatan alternatif” yang bisa kita lakukan adalah cuci tangan, mandi, dan physical distancing.

Iklan

Tapi tulisan ini tidak akan berguna jika (semoga tidak) Ningsih Tinampi masih melihat pandemi ini sebagai potensi bisnis yang menarik.

BACA JUGA Inilah Skenario Para Anarko yang Sebenarnya dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2026 oleh

Tags: ningsih tinampipemerintahpengobatan alternatifvaksinvirus corona
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO
Esai

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO
Esai

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.