Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Anak-anak Suka Dinosaurus? Kenapa Anak-anak Suka Menggambar Gunung?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
24 Januari 2020
A A
anak-anak suka menggambar gunung anak-anak suka dinosaurus kenapa alasan penyebab penjelasan mojok.co

anak-anak suka menggambar gunung anak-anak suka dinosaurus kenapa alasan penyebab penjelasan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anak-anak yang suka banget sama dinosaurus dan anak-anak yang suka menggambar gunung di tugas menggambar: dua misteri dunia ini.

Pada satu titik di hidup saya, saya pernah terobsesi dengan dinosaurus. Film Jurassic Park yang saya tonton waktu kecil menimbulkan kecintaan pada dinosaurus, membuat saya tiba-tiba jadi sering menggambar dinosaurus di mana saja. Kadang di buku, lebih sering di tembok. Kecintaan saya pada dinosaurus kelak memengaruhi kecenderungan saya untuk menyukai digimon bernama Agumon dan Pokemon bernama Charizard.

Masa kecil saya juga penuh dengan mencoreti tembok atau buku saya dengan gambar gunung. Kadang juga ada gambar dinosaurus di gunung dan dinosaurus yang saya gambar bisa menyemburkan api.

Tapi yang jelas bukan hanya saya yang masa kecilnya terobsesi dengan dinosaurus dan menggambar gunung. Kalau saya piki-pikir, sampai sekarang masih saya jumpai anak-anak yang suka dinosaurus atau menggambar gunung, saya jadi ingat masa kecil dulu. Masa ketika rasa ingin tahu masih tinggi dan mudah kagum dengan banyak hal. Ketika melihat dinosaurus, rasa ingin tahu itu terpicu, lebih daripada ketika melihat hewan lain.

Dinosaurus memang hewan yang keren. Ukurannya besar, berat bisa berpuluh ton, beberapa spesies di antaranya punya gigi besar yang tajam adalah perpaduan sempurna untuk membuat anak-anak terpesona. Untuk anak kecil, mobil sport atau penghasilan yang tinggi tetap kalah mengagumkan dibanding T-rex atau Brachiosaurus.

Tapi ada faktor lain yang membuat anak-anak suka dinosaurus, dan itu mirip seperti kenapa anak kecil suka menggambar gunung, yaitu karena “diarahkan” untuk suka pada hal itu.

Kok “diarahkan”? Maksudnya bagaimana?

Franchise Jurassic, baik Jurassic Park dan Jurassic World, juga memberi andil dalam memengaruhi anak untuk tergila-gila pada dinosaurus. Setidaknya semenjak tahun ’90-an, ada satu film Jurassic yang dirilis di tiap dekade, dan itu berarti tiap generasi dalam satu dekade mengalami masa menonton film tentang dinosaurus di Isla Nublar.

Film animasi Land Before Time juga mempengaruhi anak-anak untuk merasakan berpetualang di jaman dinosaurus hidup dan berteman dengan Little Foot.

Sama seperti anak-anak suka menggambar gunung, awalnya diarahkan untuk menggambar gunung meski belum tentu tahu tentang konsep gunung seperti apa. Pola gambar gunung biasanya berupa gunung kembar, lalu di tengahnya ada jalan, di kiri-kanan jalan ada sawah dan rumah, lalu ada gambar burung yang lebih mirip gambar alis. Karena waktu kecil kita melihat teman dan orang tua menggambar gunung seperti itu, maka kita berpikir bahwa gambar gunung memang seperti itu.

Obsesi anak pada dinosaurus  dan mengajarkan anak menggambar gunung terbukti bagus, karena meningkatkan minat belajar pada anak. Ketika dikenalkan pada dinosaurus, anak-anak akan berusaha mencari info sebanyak mungkin dengan membaca, menonton dokumenter tentang dinosaurus, menghafalkan nama-nama dinosaurus yang mereka pelajari dari buku atau disebut juga dengan “intense interest“. Bisa saja anak-anak tahu seberapa banyak Brachiosaurus makan ketimbang dirimu, dan itu bagus.

Mengajarkan anak-anak menggambar gunung juga bisa membuat anak peduli pada alam dan membebaskan dirinya untuk berimajinasi. Meski terkesan seperti diarahkan pada satu objek yaitu gunung, namun arahan ini bagus karena memberi anak banyak ilmu positif yang bisa dia petik ketika sudah paham akan maksudnya.

Bagi yang sedang merencanakan anak, sudah punya anak, atau sedang belajar parenting, ada baiknya untuk mengenalkan dinosaurus dan juga menggambar gunung kepada anak. Selain bisa memantik minat belajar mereka, mengenalkan dinosaurus dan gunung bisa juga mengasah imajinasi mereka.

Mendengarkan anak mengoceh tentang bagaimana buasnya Velociraptor dan tembok penuh gambar gunung lebih menyenangkan daripada mendengarkan mereka merengek bermain gadget, bukan?

Iklan

BACA JUGA Mungkin Kebawa Kultur Startup, Nadiem Makariem Malah Ngerjain Kerjaan Kemkominfo dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2020 oleh

Tags: anak-anak suka dinosaurusanak-anak suka gambar gunung
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.