MOJOK.CO Nadiem Makarim sepertinya belum akan berhenti mendobrak tatanan lama. Setelah Kemendikbud bekerja sama dengan Netflix padahal aksesnya dibatasi oleh Kemkominfo, Nadiem mengkritik sinetron Indonesia yang kualitasnya gitu-gitu aja.

Nadiem Makarim mengkritik sinetron Indonesia yang ceritanya begitu-begitu saja. Nadiem pastilah bukan orang pertama yang mengeluh tentang ini, tapi jadi spesial karena dia adalah orang pemerintahan yang akhirnya punya keresahan dan mengkritik ini secara terang-terangan. Nadiem meminta rumah produksi untuk membuat sinetron yang mengajak masyarakat berpikir dan menimbulkan rasa ingin tahu masyarakat.

“Alangkah baiknya bisa mengajak masyarakat berfikir gitu loh. Nggak usah inspirasi deh, tapi paling tidak membuat pertanyaan-pertanyaan yang bisa meningkatkan curiosity (rasa ingin tahu) di masyarakat,” ujar Nadiem.

Sinetron Indonesia memang ceritanya cuma kek gitu-gitu aja sih, pantes dikritik sama Pak Nadiem. Ceritanya ampas, jelek saja belum. Tapi kalau bikin orang nggak berpikir dan bertanya-tanya sepertinya kurang tepat. Contohnya Hello Kitty direbus, itu udah bikin orang berfikir dan bertanya-tanya lho Pak, apakah ada hal yang lebih bodoh dari itu.

Tapi nih Pak, saya punya semacam pertanyaan dalam diri saya sendiri, mungkin juga Pak Nadiem ngerasain hal yang sama. Bapak yakin Bapak jadi menteri Kemendikbud?

Soalnya Pak Nadiem bikin terobosan di dunia pendidikan dan kebudayaan dengan menggandeng Netflix dan bicara tentang konten yang kurang bagus. Ini lumayan aneh Pak buat Menteri Pendidikan. Memang kebijakan nggak harus mainstream, tapi kok saya rasa kurang pas ya.

Baca juga:  Konten Porno WhatsApp dan Kemkominfo yang Dikit-dikit Blokir

Bapak nggak pengen gitu nanti pindah kementerian gitu di transfer musim panas? Soalnya saya pikir pak Nadiem pantesnya jadi Menteri Kominfo. Beneran deh, Pak, Bapak lebih tahu tentang masalah informasi dan pentingnya konten berkualitas. Setidaknya memperbaiki citra Kemkominfo sebagai tukang blokir, itu kementerian apa mantan sih.

Lagian Pak Nadiem juga paham perkembangan dunia yang pesat, masih lumayan muda walau sudah pantes ikutan ronda, dan melek sama teknologi. Bukan maksud saya bilang Pak Johnny itu nggak kompeten, tapi kan dari pernyataan Beliau yang sering aneh tentang Netflix kan bikin kita bete.

Kalau dibilang Pak Jokowi salah menempatkan menteri, ya bisa jadi itu benar. Orang yang kurang paham masalah perkembangan jaman masak disuruh megang sekelas Kemkominfo kan ya aneh. Pak Nadiem sebagai pendiri startup malah ditaruh di pendidikan, harusnya justru jenengan yang jadi penguasa Kemkominfo.

Masak ya Pak Nadiem nggak tertarik jadi Kemkominfo melihat remuk redamnya dunia informasi dan komunikasi di Indonesia ini. Dari Naruto masih bayi sampai dia punya anak mau lulus ujian chuunin aja internet Indonesia masih ampas lho pak, mosok ra mesakne?

Tapi kalau Pak Nadiem Makarim masih betah di Kemendikbud, yaudah deh nggak apa-apa. Setidaknya jenengan sudah paham kalau Anda bertanggung jawab dalam dunia kebudayaan dan seni. Jarang-jarang ini menteri paham masalah kebudayaan dan seni dan punya concern di situ, lalu melakukan hal yang konkret. Nggak kayak rektor UNY, bikin konser kok pake IPK, KANDANI PAK TULUNG.

Saya nulis ini juga bisa jadi kritikan dan juga saran untuk Pak Jokowi. Lain kali coba deh dilihat dulu latar belakang menterinya kek apa, baru ditempatin di kementerian apa gitu. Biar semua orang nggak menyesali pilihan jenengan gitu lho, Pak. Ini kalau mau rekrut saya jadi staf khusus juga nggak apa-apa pak, yang penting gajinya nggak UMR Jogja gitu aja.

Baca juga:  Magang 3 Semester, Kuliah Biar Pinter atau Biar Jadi Buruh?

BACA JUGA Menguak Rahasia Mengapa Kos Murah Catnya Warna Hijau dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.