MOJOK.CO – Kita yang mengikuti balapan MotoGP pasti ada keinginan untuk mencoba motornya walau sekali. Karena keinginan itu nyaris mustahil, buat ngadem-ngademin hati, Mojok Institute memberi sedikit info tentang pernak-pernik motor di MotoGP.

Tenaga besar serta desain indah dari motor-motor yang seliweran di ajang balapan MotoGP membuat otak kita pasrah kepada imajinasi. Membayangkan diri mengendarai Yamaha YZR M-1 memang menarik. Apalagi saat melewati tikungan tajam, bisa miring-miring ekstrem, mbois tenan.

Tapi pernah kepikiran nggak jeroan motor yang dipakai di MotoGP itu seperti apa? Atau kenapa kalau mau belok harus miring banget? Atau kok bisa motor sekenceng itu masih bisa direm dan aman-aman saja?

Mari kita bedah satu-satu. Motor di MotoGP itu biaya pembuatannya mencapai 2 juta dolar AS atau hampir 28 miliar rupiah. Untuk fork saja biayanya bisa mencapai 100 ribu dolar AS. Bodinya terbuat dari carbon fiber yang harganya 10 dolar… per 1 pon (0,45 kg). Untuk mesin, biaya pembuatan mencapai 220 ribu dolar.

Padahal dalam penggunaannya, beberapa komponen tidak akan bertahan lama. Contoh ban yang hanya bertahan beberapa jam setelah terpasang. Karena ban di MotoGP itu lebih lengket daripada Wiranto dan pemerintahan, maka dia lebih cepat habis. Ban yang lengket akan meningkatkan kecepatan. Karena ban motor di MotoGP lebih tahan pada temperatur tinggi, usia pakainya terpangkas drastis.

Kenapa kalau belok di MotoGP itu harus miring banget? Jawabannya adalah untuk menghindari jatuh dan meningkatkan akselerasi. Kenapa nggak belok biasa aja? Karena ketika Anda belok di jalanan biasa, Anda berjalan pada kecepatan 40-60 km per jam (sebelum mencapai belokan) yang mana motor tidak pada tenaga tertingginya. Sedangkan di MotoGP kecepatan mereka sebelum menemui tikungan adalah 150-200 km per jam. Jika mereka mengerem mendadak dan belok biasa, yang ada malah jatuh.

Baca juga:  Menghitung Total Kekayaan “The Doctor” Valentino Rossi kalau Dibelikan Permen Milkita

Katakanlah Anda pake Honda BeAT, 50 km per jam adalah kecepatan Anda sebelum belok dan saat belok kecepatan Anda 20 km per jam. Sedangkan motor di MotoGP kecepatan sebelum belok adalah 220 km per jam dan kecepatan belok mereka adalah 100 km per jam. Jadi kecepatan terendah saja sudah mencapai 100 km per jam, kalau belok biasa yo ngglasar.

Ketika para pengendara MotoGP membelok dengan cara miring, itu berarti motor masih bisa berjalan pada kecepatan tinggi yang berarti masih bisa dientak ketika melewati belokan. Kalau mereka belok biasa, jarak kecepatan terlalu jauh dan akselerasi mereka tidak maksimal.

Rem adalah fitur paling vital untuk motor di MotoGP. Kecepatan yang dihasilkan oleh motor tidak hanya di angka puluhan, tapi mencapai 30 km per jam. Rem di MotoGP menggunakan desain khusus agar bisa mengurangi kecepatan dari 350 km per jam ke angka 100 km per jam dalam waktu yang amat singkat.

Uniknya, rem yang digunakan berbeda untuk tiap sirkuit. Karena karakter tiap sirkuit itu beda, desain rem pun berbeda. Rem yang menggunakan besi sering digunakan untuk kondisi hujan, jika cuaca cerah piringan cakram berbahan carbon fiber yang digunakan. Temperatur rem selalu dijaga pada kisaran 200-800 derajat Celsius agar bisa berfungsi normal dan stabil. Ukuran piringan rem motor MotoGP 340 mm, berbeda dibanding piringan rem motor komersil yang berisar di angka 240-300 mm.

Baca juga:  Dalam Kecepatan Tinggi Pebalap Moto2 Tekan Tuas Rem Lawan, Kalau Bercanda Kira-kira Woy!

Yang perlu diketahui juga, motor di MotoGP itu berat. Berat motor biasanya 160 kilogram, lebih berat dari 2 orang dewasa. Maka kalau kalian lihat pembalap jatuh akhirnya motornya ditinggal, itu bukan karena ngambek, tapi karena regulasi dan juga motornya memang berat banget. Kalian yang angkat galon aja pakai sambat, mending nggak usah kepengin.

Pembalap motor di MotoGP menggunakan baju lebih banyak dibanding Batman. Kecepatan yang amat tinggi meningkatkan risiko tabrakan. Proteksi tambahan diperlukan agar pengendara tidak mengalami efek fatal saat kecelakaan. Namun, tetap saja ada pembalap yang meninggal karena kecelakaan saat balapan. Makanya, Cuk, pakai helm kalo ke mana-mana.

Itulah fitur-fitur MotoGP yang perlu kita ketahui. Kalau masih pengin nyoba, beli replika motornya ada kok, harganya sekitar Rp3 miliar. Kalau nggak kuat, narimo ing BeAT aja yha.

BACA JUGA Tahun Baru Saja Belum, Yamaha Sudah Merilis All New NMax 155 dan artikel menarik lainnya yang-bisa-dibaca-sambil-liat-brosur-kredit di OTOMOJOK.