Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cerita Masa Kecil: Dibenci Waktu Kecil, Dirindukan Waktu Dewasa

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 Maret 2020
A A
cerita masa kecil, corona virus mojok.co

cerita masa kecil, corona virus mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadi dewasa itu menyebalkan. Kebiasaan di masa lalu yang kadang kita benci justru kita rindukan ketika dewasa, dan akhirnya hanya menjadi cerita masa kecil belaka.

Semenjak pemerintah Indonesia mengumumkan ditemuinya kasus positif corona virus di Indonesia, ajakan untuk hidup sehat menjadi topik yang sedang hangat. Orang-orang mulai memborong jamu, buah, keris, jimat, dan mengkonsumsi apa pun yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

Gaya hidup sehat yang jadi topik hangat ini dipikir lucu juga, karena sebenarnya kita sudah dibiasakan semenjak kecil tapi kita menolak melakukannya. Cerita masa kecil kita biasanya seputar bete dengan orang tua yang menyuruh kita untuk ini itu dan makan ini itu. Begitu kita dewasa, justru kita melakukannya dengan (sedikit) bahagia karena kesempatan untuk melakukannya jadi jarang.

Waktu kita kecil, kita melihat orang tua dan orang dewasa lain menyebalkan karena mereka melarang banyak hal yang kita inginkan. Tapi begitu kita dewasa, kita tahu apa alasan di balik aturan dan perintah yang menyebalkan itu semata karena membiasakan kita untuk berbuat sesuatu yang baik.

Mojok Institute merangkum banyak kebiasan di masa kecil yang kita sukai dan benci tapi justru kita rindukan dan lakukan dengan senang hati di kala dewasa.

Yang pertama, adalah tidur siang.

Waktu kecil, kita pasti begitu mangkel ketika lagi asik-asiknya main tanah, tiba-tiba dipanggil disuruh pulang untuk tidur siang. Dalam hati pasti kita menggerutu, enak betul jadi dewasa bisa main kapan saja, nggak perlu tidur siang. Masa kecil yang menyebalkan, pikir kita dulu.

Tapi begitu kita dewasa, untuk tidur aja kita harus nyolong-nyolong waktu. Jangan mikirin tidur siang, bisa tidur 8 jam tiap malem aja sudah bagus.

Yang kedua, makan sayur.

Masih ingat kartun Popeye? Iya, kartun propaganda itu sering dipakai untuk membujuk anak-anak kecil untuk makan sayur. Biasanya kita dibilangin kalau Popeye makan sayur jadi kuat, maka kita kalau mau kuat harus makan sayur. Ya namanya anak kecil, mau nolak gimana, ya kan?

Begitu kita udah dewasa, kita makan sayuran karena paham kalau badan kita butuh kandungan nutrisi yang ada di dalam sayur. Bahkan banyak yang menganut gaya hidup vegan karena dianggap lebih sehat.

Yang ketiga, minum Yakult.

Waktu kecil, saya suka minum yakult karena rasanya enak. Meski begitu, jarang juga saya minum yakult. Ketika dewasa kita mengonsumsi yakult bukan lagi karena rasanya yang enak, tapi karena kita harus minum agar pencernaan kita lancar.

Karena nggak bisa boker itu adalah bencana, Bosku.

Iklan

Yang keempat, begadang.

Masa kecil kita jarang melalui tidur lebih dari jam 9 malem. Pengen begadang nonton SmackDown! berujung dengan dijewer. Pokoknya waktu kecil, jam 9 adalah tengah malan Waktu Indonesia menurut Ibu, mau tidak mau kita cuma bisa menggerutu. Sekarang kita terpaksa begadang entah karena tugas, lembur, atau memang kerja sif malam. Tidur cepat jadi idaman, dan bisa tidur jam 10 saja sudah dianggap prestasi.

Yang kelima, main.

Ini kebalikannya sih. Masa kecil kita diisi dengan main dan main. Entah main ke sungai, rumah temen, sawah, hutan, dan tempat lainnya. Kalian masa kecil nggak pernah ke tempat-tempat itu? huh, dasar orang kota. Pathetic.

Tapi begitu dewasa, main jadi opsi ke sekian. Pulang kerja badan sudah letih, inginnya segera minta maaf ke kasur karena sudah meninggalkannya seharian. Hal yang paling menyenangkan waktu kecil jadi hal kesekian dalam daftar kegiatan begitu sudah dewasa.

BACA JUGA Trik Pancingan agar Chat Whatsapp Cepat Dibalas dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

 

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2020 oleh

Tags: cerita masa kecilcorona virus
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

ilustrasi Jika Ada Kawanmu yang Tukang Cepu Artinya Lingkar Pertemananmu Dihuni Ular Berbisa mojok.co
Pojokan

Jika Ada Kawanmu yang Tukang Cepu Artinya Lingkar Pertemananmu Dihuni Ular Berbisa

23 Agustus 2021
kebahagiaan masa kecil yang begitu sederhana fungsi niupin kaset nintendo pandemi mengeluh cara untuk bahagia mojok.co tok dalang masa tua bahagia
Pojokan

Mengingat Kebahagiaan Saat Kecil. Kesederhanaan yang Ternyata Menyenangkan

22 Mei 2020
RS Kariadi, tenaga medis, pasien, corona virus, persekusi mojok.co
Pojokan

46 Tenaga Medis RS Kariadi Diisolasi: Mungkin Kita adalah Penyakitnya

17 April 2020
PSBB, presiden, corona virus, jakarta, kemenkes mojok.co
Pojokan

Apa Itu PSBB dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

14 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.