Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengingat Kebahagiaan Saat Kecil. Kesederhanaan yang Ternyata Menyenangkan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 Mei 2020
A A
kebahagiaan masa kecil yang begitu sederhana fungsi niupin kaset nintendo pandemi mengeluh cara untuk bahagia mojok.co tok dalang masa tua bahagia

kebahagiaan masa kecil yang begitu sederhana fungsi niupin kaset nintendo pandemi mengeluh cara untuk bahagia mojok.co tok dalang masa tua bahagia

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memandangi seorang bocah yang tertawa-tawa pagi ini sedikit menyadarkan bahwa kebahagiaan saat kecil begitu sederhana. Lalu kenapa terlalu banyak ngeluh?

Seorang bocah perempuan usia empat tahunan mendatangi saya pagi ini dengan muka ceria dan sedikit melompat-lompat. Sambil mengunyah kastengel buatan ibunya, si bocah protes karena dibanding kastengel buatan saya, punya ibunya lebih enak. Setengah mengejek, dia memperingatkan saya dan katanya, lain kali saya harus banyakin kejunya. Saya hanya bisa tertawa dan membalas, “Sok tahu banget sih, diajarin siapa?”

Melihat wajahnya yang polos, perasan saya jadi hangat. Di tengah banyak sekali kobaran emosi belakangan ini akibat pandemi, masih ada kesempatan untuk bisa terlihat sebahagia itu. Kebahagiaan saat kecil itu sangat sederhana, mengata-ngatai kastengel buatan orang dewasa saja sudah girang minta ampun.

Dua bulan yang lalu saya berencana untuk pergi jauh selepas hari raya Idul Fitri. Pokoknya mau solo traveling lagi biar nggak makin ambyar. Saya bahkan menaksir kalau saya bakal sudah menyelesaikan tesis dengan baik. Menghabiskan dana hibah universitas dengan bijak dan membuat orang tua bangga. Saatnya menghela napas karena semua rencana ndakik-ndakik itu gagal dan saya harus besar hati menerimanya.

Melihat beberapa orang mengeluh tentang betapa sulitnya cari uang, saya nggak bisa tambah bersyukur. Kesedihan menular, dan itu yang saya rasakan. Semakin orang tua saya bercerita tentang bisnis mereka yang mengkhawatirkan, sungguh tidak menghibur. Seorang kawan bapak bahkan menelepon kalau rasanya dia sudah nggak bisa makan. Apalagi beliau punya tanggung jawab buat kasih makan santri-santri. Menjual mobil untuk sekadar beli beras adalah hal yang pedih untuk saya dengar. Belum lagi besaran cicilan yang walau disesali pun, ia tak akan terbayar.

Mengingat si bocah yang tertawa riang pagi ini bikin saya menyadari kalau mencari kebahagiaan tidak perlu jauh-jauh. Mengingat kembali kebahagiaan saat kecil yang begitu sederhana adalah salah satu cara.

Saya teringat bagaimana adik saya mengajak nonton Tom & Jerry lewat VCD bajakan yang kami beli di pasar malam. Dulu, walau kami nontonnya cuma episode yang itu-itu aja, tapi senangnya minta ampun. Beberapa kali kami hapal dialog dan gerakan perang-perangannya Tom.

Saat SMP, kalau menjelang lebaran begini, saya menata beberapa kue dan jajanan di lantai. Beberapa diantaranya pemberian dan parcell, selebihnya memang ibu saya yang siapkan. Kami lalu berbaring di antara jajanan lebaran dan berfoto. Kami tertawa dan saling ejek soal siapa yang ekspresinya paling norak. Kebahagiaan saya dan adik saya saat kecil terlampau sederhana bahkan bagi orang lain cerita ini terbilang biasa.

Di dekat rumah saya ada sungai buatan kecil yang aliran airnya cuma deras di musim hujan. Suatu kali dulu, kawan saya membawa ban dalam bekas dan mengajak kami menaikinya layaknya arum jeram di sungai yang nggak seberapa itu. Sampai sekarang saya masih bahagia saat mengingatnya. Sungai keruh begitu ternyata memancing senyuman yang jernih untuk anak-anak.

Di satu titik kita bakal tersadar bahwa kesedihan yang muncul belakangan adalah akibat perbuatan kita sendiri. Mengeluh dan putus asa seakan nasib buruk bakal menang. Semakin menyedihkan, nasib buruk punya kesempatan lebih buat menang. Berusaha menepisnya dengan mengingat kebahagiaan saat kecil bukan hal yang sembrono untuk dilakukan. Seperti kawan-kawan kita berikut.

kompilasi kenangan jaman sd pic.twitter.com/H6dAG7zEGw

— Sukirno (@flutulangs) May 19, 2020

Ingat-ingatlah saat kalian pernah susah payah meniupi kaset Nintendo biar gambarnya nggak macet lagi. Atau bagaimana kalian mengenal lotre untuk pertama kali, ketagihan, dan nggak bisa berhenti. Dengarkan musik yang pernah begitu kalian suka di masa kecil. Saya dulu suka Kahitna dan Warna. Mendengarkan musik mereka lewat kaset pita dan sesekali request di radio adalah kebahagiaan hakiki yang saya alami saat masih kecil.

Bantulah perasaan kalian sendiri yang sedang gundah gulana untuk menyadari bahwa sesulit apa pun keadaan saat ini, kita bisa berusaha untuk bahagia.

BACA JUGA Walau Dibilang Antisosial, Jarang Online adalah Wujud Kemewahan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2020 oleh

Tags: cerita masa kecilnostagiapandemi corona
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi Jika Ada Kawanmu yang Tukang Cepu Artinya Lingkar Pertemananmu Dihuni Ular Berbisa mojok.co
Pojokan

Jika Ada Kawanmu yang Tukang Cepu Artinya Lingkar Pertemananmu Dihuni Ular Berbisa

23 Agustus 2021
ilustrasi Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 mojok.co
Kilas

Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021

1 Juli 2021
Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak mojok.co
Kilas

Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak

3 Juni 2021
Anakku Ora Pinter Matematika ya Ora Popo, sing Penting Akhlak e Pener MOJOK.CO
Rerasan

Anakku Ora Pinter Matematika Ora Popo, sing Penting Akhlak e Pener

29 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.