Minggu yang lalu kami, Mojok Institute, menulis soal pendapatan Via Vallen, sang ratu dangdut koplo yang kondang kaloka itu. Awalnya, kami merasa tak ada masalah dengan tulisan tersebut. Hingga sampai suatu ketika kami menyadari, tulisan tersebut berpotensi untuk menimbulkan bibit perpecahan.

Dan nyatanya memang begitu. Tak berselang lama setelah tulisan soal Via Vallen itu muncul, kami diberondong dengan aneka serangan oleh para fans Nella Kharisma. Mereka menuduh kami tidak berimbang karena tidak menulis soal Nella Kharisma.

Kami kemudian mengadakan rapat dan memutuskan untuk menulis soal penghasilan Nella Kharisma sebagai wujud keberimbangan kami. Bagaimanapun, kami ingin dianggap sebagai lembaga riset dan netral dan tidak memihak.

Tim riset langsung diterjunkan untuk mencari tahu berapa honor Nella Kharisma untuk satu kali manggung.

Beruntung, kami punya banyak kawan yang ndilalah pernah mengundang atau punya pengalaman berhubungan dengan manajemen Nella Kharisma.

Seorang kawan, sebut saja Mulyono, mengatakan kepada kami bahwa ia pernah menanyakan tarif untuk mengundang Nella Kharisma untuk manggung selama satu jam, dan ia deal di angka Rp25 juta dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Namun, angka tersebut rupanya tak bisa dijadikan patokan. Sebab itu adalah deal di bulan Agustus 2017. Sedangkan untuk akhir tahun, ternyata tarifnya berbeda.

Seorang kawan yang lain mengatakan, perusahaannya mengundang Nella untuk show satu jam di akhir Desember tahun ini. Dan angka yang disepakati adalah Rp70 juta. Kami tak bisa mengonfirmasikan lebih lanjut apakah jumlah tersebut murni untuk honor Nella saja atau sudah termasuk dengan paket orkesnya.

Nah, sedangkan kawan kami yang lain lagi mengatakan bahwa untuk saat ini, honor manggung Nella per satu jam adalah sebesar Rp40 juta. Ini angka yang kami anggap paling cocok karena berada di tengah-tengah.

Walau begitu, beredar kabar bahwa tarif manggung Nella ternyata memang berubah-ubah, tergantung acara, lokasi, dan pihak pengundang.

Kami berkesimpulan bahwa tidak ada tarif pasti untuk mengundang Nella Kharisma.

Nah, untuk mencoba menghitung berapa penghasilan Nella dari honor manggungnya, kami mencoba menghitungnya berdasarkan honor dikalikan jumlah rerata jadwal manggung Nella setiap bulannya.

Untuk honor, kami mengambil angka Rp40 juta untuk satu kali manggung. Sedangkan jadwal manggung Nella yang kami telusuri dari beberapa sumber, dalam satu bulan ia bisa naik pentas sampai 20 kali.

Itu artinya, dalam satu bulan Nella bisa mendapatkan penghasilan sekitar 800 juta rupiah hanya dari honor manggung.

Sejauh ini kami masih kekurangan informasi perihal bisnis lain yang dijalani oleh Nella di luar dangdut. Untuk penghasilan selain honor manggungya, kami mencoba mengambil dari royalti rekaman dari Samudra Record, Pancal Record, beberapa label lainnya, endorse, dan juga merchandise oleh Konco Mesra Management.

Perkiraan kami, atau lebih tepatnya othak-athik gathuk kami, pendapatan di luar manggung Nella dalam satu bulan bisa mencapai 200 juta.

Jika ditotal, dalam satu bulan Nella Kharisma kurang lebih mengumpulkan penghasilan sebesar Rp1 miliar rupiah.

Masih kalah dengan Via Vallen memang, tapi tentu saja angka Rp1 miliar adalah angka yang sangat besar, mengingat Nella boleh dibilang memang baru beberapa tahun terakhir ini berkibar di blantika perkoploan nusantara. Berbeda dengan Via Vallen yang memang sudah lebih dulu melalanglang buana di panggung-panggung koplo.

Nah, Nellalovers semuanya, itulah hasil penelusuran goblok kami perihal penghasilan Nella Kharisma. Semoga ini menjadi bukti keberimbangan kami dalam dunia perkoploan.

Kami juga berharap, semoga tulisan ini bisa menjadi bentuk partisipasi kami dalam upaya rekonsiliasi antara Vyanisty dan Nellalovers di mana pun mereka berada.

Negeri ini sudah terlalu hancur oleh permusuhan antara bani serbet dan bani taplak. Jangan sampai ditambah dengan gesekan antara Vyanisty dan Nellalovers. Lagu kita masih sama, “Indonesia Raya”. Mau lagu Sayang atau Konco Mesra, kita tetap bergoyang.

Salam satu koplo.

Nella kharisma

No more articles