• 135
    Shares

MOJOK.CO – Di saat banyak politisi dari kubu oposisi memanfaatkan anjloknya nilai rupiah, Sandiaga Uno malah melakukan aksi nyata untuk membantu negara sesuai kapasitasnya.

Sebagai seorang bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto, latar belakang Sandiaga Uno yang seorang pengusaha membuatnya tidak bisa membiarkan nilai rupiah anjlok mendekati angka Rp15.000 per satu dolar.

Meski merupakan kubu dari pihak oposisi, Sandiaga Uno merasa perlu untuk membantu negara yang sedang mengalami penurunan nilai mata uang. Untuk sementara, Sandiaga tidak ingin hal yang dia lakukan dikait-kaitkan dengan politik dulu. Semua pihak harus ikut bahu-membahu membantu pemerintah dan negara menjaga nilai tukar rupiah.

“Saya sudah mengonversi simpanan saya ke rupiah. Ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah-belah. Spekulan banyak, jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya daripada akhlaknya,” ujar Sandiaga.

Tidak seperti politisi lain yang malah berharap ekonomi negara anjlok karena akan jadi citra buruk bagi pemerintahan era Presiden Jokowi, Sandiaga mengaku lebih memilih melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan ekonomi negara. Beberapa waktu lalu, Sandiaga menukar simpanan dolar yang dimilikinya untuk membantu nilai rupiah kembali menguat.

“Jadi kalau politikus beneran, doanya mudah-mudahan Rp15 ribu, mudah-mudahan ekonomi jeblok. Kalau saya nggak, saya tahu begitu krisis 10 tahun ini kita, waktu krisis 1997-1998, berapa tahun kita recovery-nya, 10 atau 12 tahun,” jelas Sandiaga.

Baca juga:  Dunia Setelah Corona: Bakal Lebih Baik atau Lebih Buruk?

Meski tidak menyebut berapa angka secara spesifik, tapi langkah Sandiaga Uno ini patut diapresiasi sebagai aksi nyata agar memicu gerakan para pengusaha-pengusaha lainnya supaya mau menukar mata uang dolar yang dimiliki.

Menurut beberapa pakar ekonomi, langkah yang dilakukan Sandiaga Uno ini bisa dianggap signifikan jika menjadi pemicu bagi elite-elite para pengusaha kaya di Indonesia. Bhima Yudhistira, Eknom INDEF, seperti diberitakan detik.com mengakui bahwa langkah Sandiaga ini sangat mungkin untuk membantu nilai tukar rupiah.

“Ini kan ujung akhirnya adalah sebuah gerakan moral oleh para elite di Indonesia. Bukan hanya oposisi tapi juga harapannya juga pejabat-pejabat pemerintah dan juga para pengusaha dan para investor juga melakukan hal yang sama,” jelas Bhima.

Meski begitu, tidak semua orang sepakat bahwa langkah Sandiaga ini punya pengaruh terhadap anjloknya nilai tukar rupiah. Adhi Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), menilai hal yang dilakukan Sandiaga tidak akan berdampak banyak karena selama ini mata uang dolar yang dimiliki adalah milik perusahaan bukan pribadi.

“Saya kira itu tidak signifikan. Karena pengusaha kan uangnya untuk usaha, untuk operasional kalau dari hasil ekspor,” kata Adhi.

Menurut Adhi, satu-satunya yang bisa membuat kondisi ini berubah secara signifikan adalah dari pihak penyelenggara negara. Mengharapkan gerakan moral akan sia-sia kalau negara tidak merespons ini dengan regulasi yang mendukung.

Baca juga:  Selain Dukung Emak-Emak, Prabowo Sebut Indonesia Ikut Piala Dunia Tahun 2135

“Yang paling penting pembenahan di internal. Kita benerin regulasi yang menghambat supaya ada daya saing, itu kan akhirnya bisa menghasilkan devisa buat negara ujung-ujungnya,” jelas Adhi lagi.

Meski akhirnya langkah Sandiaga Uno tidak berdampak banyak, tapi paling tidak Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini sudah berusaha untuk membela apa yang dia mampu seperti latar belakangnya.

Jadi apapun hasilnya, aksi nyata ini patut diapresiasi karena Sandiaga tidak ingin terkungkung hanya pada kepentingan politik sesaat. Tidak seperti politisi lain yang malah “bahagia” karena dapat momentum untuk ditunggangi sebagai alat kampanye Pemilu mendatang. (K/A)