Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Sel Mewah Setya Novanto Ternyata Bekas Penjara Perwira

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Terbongkar memiliki ukuran yang lebih besar, sel mewah Setya Novanto ternyata punya alasan historis tersendiri. Wah, apa tuh?

Terbongkarnya fakta bahwa sel yang ditempati Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Bandung, tidaklah seperti sel penjara pada umumnya, menggegerkan publik. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ombudsman pada hari Kamis (13/9) lalu, terlihat bahwa sel mewah Setya Novanto ini berukuran dua kali lipat daripada sel lainnya, lengkap dengan kasur yang nyaman dan kloset duduk.

Menariknya, Setya Novanto sendiri sebelumnya mengaku bahwa dirinya tinggal di sel kecil dan sederhana, sebagaimana yang ia tunjukkan dalam sidak yang diliput langsung oleh tim Mata Najwa.

Tapi, kenapa sel mewah Setya Novanto ini bisa berukuran lebih besar? Apakah Setnov membongkar sel sebelahnya demi memperluas area tempat tidurnya?

Usut punya usut, perbedaan ukuran sel di Lapas Sukamiskin ini memang diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM. Menurut Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkumham Aidir Amin Daud, hal ini bahkan merupakan bagian dari sejarah. Artinya, bentuk Lapas Sukamiskin ini sendiri memang masih asli dan menjadi warisan masa lalu.

Seperti dikutip dari Detik.com, setidaknya ada dua ukuran di Lapas Sukamiskin, yaitu kecil dan besar. Dulu, penjara ini juga dipakai untuk menawan orang, khususnya perwira dan prajurit yang bermasalah. Mengingat adanya perbedaan pangkat, ukuran sel pun ikut-ikutan dibuat berbeda.

“Dulu itu Sukamiskin tempat memenjarakan opsir-opsir Belanda yang melakukan pelanggaran. Untuk opsir yang kere-kere itu (tempatnya) di bagian bawah, makanya ruangannya kecil-kecil. Kalau yang perwira-perwira yang melanggar itu (tempatnya) di atas, makanya ruangannya lebih besar,” jelas Aidir.

Entah bagaimana kebijakannya, narapidana koruptor ini pun kebanyakan mendapat sel di lantai atas dengan ruangan yang lebih besar, termasuk Papa kita semua, Setya Novanto.

Lalu, adakah kemungkinan bentuk Lapas Sukamiskin diubah demi kesetaraan ukuran sel semua narapidana? Aidir menanggapi pertanyaannya ini dengan menyebut bahwa peninggalan zaman dahulu tak mungkin diubah dan dirombak karena merupakan heritage.

Nah, karena merupakan heritage yang tidak mungkin diubah, tembok-tembok sel napi, lama-kelamaan menjadi rusak. Oleh karena itu, penambalan pun dilakukan, salah satunya dengan cara memasang wallpaper—persis seperti yang ada di tembok sel mewah Setya Novanto.

Meski sel mewah Setya Novanto sungguh menjadi pemberitaan yang menyebalkan—karena kita lagi-lagi ditipu acting ala-ala dari beliau—setidaknya kini kita mendapatkan satu kebaikan: ilmu sejarah Lapas Sukamiskin di zaman Belanda.

Terima kasih banyak, Setya Novanto. Ha mbok sekali-kali nyobain bekas penjara opsir-opsir kere, biar lengkap. Hehe. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 16 September 2018 oleh

Tags: KemenkumhamKoruptorLapas SukamiskinOmbudsmansejarahsel mewah Setya Novantosidak penjara
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO
Bidikan

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
Mohammad Hatta : Mudur dari Kursi Wapres Bukan Karena Kalah
Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

28 Juni 2025
Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak
Video

Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak

10 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.