MOJOK.COSandiaga mengusulkan TransJakarta digratiskan di hari Sabtu-Minggu selama Asian Games. Kebijakan ini diusahakan untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta. Warga DKI akan meninggalkan kendaraan pribadi kah?

Menjelang Asian Games 2018, banyak kegiatan yang diusahakan oleh Pemerintah DKI. Diantaranya adalah menutup Kali Item dengan waring, menyemarakkan dengan kampung tematik dan wisata atlet, meminta gedung-gedung DKI untuk dihias, dan yang baru saja diusulkan oleh Sandiaga, menggratiskan bus TransJakarta di akhir pekan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengusulkan bus TransJakarta digratiskan di hari Sabtu dan Minggu saat laga Asian Games 2018, yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Usulan kebijakan ini untuk mengajak masyarakat berbondong-bondong berangkat menonton Asian Games dalam mengisi libur akhir pekan sekaligus mendorong agar masyarakat terbiasa menggunakan transportasi publik. Sandiaga ingin dengan gratisnya TransJakarta, ke depan warga dapat meninggalkan kendaraan pribadi.

Namun usulan ini masih harus dikaji dengan penyelenggara Asian Games. Pelaksanaan usulannya masih menunggu koordinasi dengan INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Polda Metro Jaya. Nantinya pun akan ditentukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sementara untuk car free day, Sandiaga memastikan akan terus diselenggarakan selama Asian Games. Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan area terbuka untuk berolahraga saat Asia Games. Sehingga, kegiatan ini tidak dapat dilepaskan dari masyarakat begitu saja jika melihat antusias masyarakat yang masih tinggi.

Baca juga:  Membaca Upaya Pencalonan Tuan Guru Bajang pada Pilpres 2019

Selain itu, untuk mengurai kemacetan, Pemerintah DKI pun membuat kebijakan perluasan kawasan pembatasan kendaraan  bermotor berdasarkan nomor pelat ganjil-genap di Jakarta menjelang Asian Games, dan resmi akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2018.

Pasalnya, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghindari kawasan ganjil genap adalah dengan beralih ke transportasi umum. Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, menyatakan bahwa perhelatan Asian Games 2018 harus dijadikan momentum membiasakan warga beralih ke transportasi umum. Sebab, selain mengurai kemacetan, peralihan ini juga memberi efek untuk menurunkan tingkat polusi udara.

Untuk usulan Sandiaga tentang menggratiskan TransJakarta tersebut, sejumlah netizen justru mengungkapkan bahwa biaya tidak menjadi masalah utama. Hal yang perlu disoroti adalah perihal kenyamanan dan aksesnya. Yang terpenting dengan menambah armada serta mensterilisasi jalan khusus TransJakarta.

Pasalnya, ketika menggunakan Transjakarta dan membayar utuh pun sudah sangat berdesak-desakan. Lalu bagaimana nanti ketika sudah digratiskan?

Oh ya, Pak kalau boleh usul, daripada dana APBD digunakan untuk menggratiskan ongkos TransJakarta, bukankah akan lebih baik jika uangnya digunakan untuk membersihkan sungai-sungai di Jakarta? Ehem, Kali Item misalnya. (A/L)